Waalailumsalam w.w. Ananda Hanifah,

Kok alah sampai di persiapan pelaksanaan tantu sajo
alim ulama kito bao. Di pengurus pusat alah ado bagian
nan khusus mamparatikan aspek ABS SBK dari pariwisata
ko, yaitu Sanak Sutan Lembang Alam.

Tarafnyo kini baru mandaftar nagari-nagari nan baminat
dan mamanuhi syarat untuk pariwisata 'pulang basamo
balega' ko, khususnyo kabarasihan, kanyamanan, dan
kaamanan. Sampai kini baru urang Kurai nan manjawab. 

Sungai Tanang tu masuak Kurai atau indak, Nanda? Baa
kok Nanda hubungi pulo para pemangku adat di nagari
Nanda tu ? Kan Sungai Tanang sangaik mamanuhi syarat?

Wassalam,
Saafroedin Bahar.


--- hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Walaikum Salam Wr Wb bapak Saaf
>    
>   Ikutan nimbrung (nyuri waktu nih)
>    
>   Manuruik hanifah, disampiang ikuik malibatkan para
> penghulu, nan paliang wajib terlibat adolah para
> alim ulama. Jadi katigo tungku (cadiak, pandai,
> niniak mamak, alim ulama), iyo basamo samo duduak
> dilapiak nan samo ba iyo iyo. Pangaruah pariwisata
> iyo akan malibatkan: cadiak awak, baradaik awak dan
> baagamo awak. Talengah salah ciek ... babahayo
> untuak maso depan Baiak budaya maupun agama rang
> Ranah. 
>    
>   Itu sen lu,  alah talambek.Mauh kalau ado nan
> indak berkenan
>    
>   Wass
>    
>   Hanifah Damanhuri
> 
> "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Assalamualaikum .w.w. sanak se palanta,
> 
> Hampir seluruh tokoh-tokoh di Ranah -- baik tokoh
> pemerintah maupuin tokoh masyarakat -- sependapat
> bahwa pariwisata adalah satu-satunya alternatif yang
> paling mungkin dimanfaatkan oleh daerah Sumatera
> Barat dalam jangka pendk ini untuk meningkatkan
> pendapatan penduduk. Sumatera Barat adalah miskin
> dalam sumber alam, namun mempunyai pemandangan alam
> yang bukan main cantiknya, yang mengundang decak
> kagum siapapun yang datang Pada saat yang sama
> ditengarai bahwa pengangguran kamum muda di Ranah
> bukan main banyaknya, yang bisa merupakan faktor
> penyebab berbagai masalah sosial. 
> 
> Namun bersamaan dengan adanya persamaan pendapat
> tentang pentingnya pariwisata dan hebatnya
> pemandangan alam Sumatera Barat, juga ada suatu
> 'kesepakatan' lain bahwa sesungguhnya Sumatera Barat
> belum siap untuk memanfaatkan pariwisata tersebut.
> Rata-rata pengunjung menilai bahwa hampir setiap
> obyek wisata kurang bersih, kurang nyaman, dan
> kurang aman. Artinya, kalaulah sekiranya obyek-obyek
> wisata itu lebih bersih, lebih nyaman, dan lebih
> aman, akan lebih banyak lagi wisatawan yang akan
> datang.
> 
> Dalam hal ini ada angka-angka yang menarik. Dalam
> buku "Sumatera Barat dalam Angka" edisi 2005
> terbitan BPS Propinsi Sumatera Barat tercatat
> sebagai berikut. Jumlah wisatawan domestik yang
> datang pada tahun itu adalah sebesar 4.272.382, dan
> wisatawan mancanegara sebesar 84.646. Jumlah ini
> sudah lumayan baik, karena penduduk Sumatera Barat
> pada tahun yang sama hanyalah 4.603.957. Besar
> kemungkinan yang mengunjungi Sumbar sedemikian
> banyak adalah para perantau Minang beserta
> keluarganya. Juga besar kemungkinan bahwa wisatawan
> mancanegara yang datang tersebut sebagian besar ke
> Mentawai, yang ombaknya terkenal bagus untuk
> 'surfing'. 
> 
> Namun yang juga sungguh menarik adalah lamanya para
> wisawatan menginap di Sumatera Barat adalah hanya
> 1,70 hari untuk hotel tidak berbintang, dan 1.50
> hari untuk hotel berbintang. Artinya dalam waktu
> kurang dari dua hari, semua wisatawan itu sudah
> 'cigin' meninggalkan Sumatera Barat yang beralam
> indah itu. Mungkin karena yang ingin mereka lihat
> dan mereka dapatkan adalah hanya alam yang indah
> thok Setelah itu tidak apa-apa lagi. Juga tidak ada
> penjelasan sama sekali tentang ciri khas masyarakat
> Minangkabau yang menganut sistem kekerabatan
> matrilineal dan ajaran tentang 'adat basandi syarak,
> syarak basandi Kitabullah ' yang sesungguhnya bisa
> amt menarik.
> 
> Angka-angka tersebut juga menyadarkan kita bahwa
> jumlah wisatawan domestik bukan main besarnya,
> dibandingkamn dengan wisatawan mancanegara. Ketua
> Kadin Sumbar mengatakan bahwa kalaulah masa tinggal
> para wisawatan domestik ini bisa diperpanjang
> menjadi empat hari saja, maka manfaatnya akan
> berlipat dua bagi penduduk, tanpa perlu menambah
> investasi apapun juga. Apa yang harus dilakukan
> adalah meningkatkan kebersihan, kenyamanan, dan
> keamanan.
> 
> Kepada Sekjen MPKAS saya telah menanyakan apakan
> agen perjalanan di Sumatera Barat sudah siap
> menyelenggarakan paket tour ke nagari-nagari, bukan
> hanya untuk menyaksikan keindahan alam, tetapi untuk
> menghayati suasana khasnya sebagai masyarakat hukum
> adat. Dengan cepat pak Nofrins yang bukan main
> gesitnya ini meneruskan pertanyaan saya kepada Balai
> Tour, agen perjalanan yang paling terkemuka di
> Sumatera Barat [ Ajoduta yang memprakarsai PB2008
> juga menunjuk Balai Tour ini untuk menyelenggarakan
> program beliau]. Dengan cepat pula Balai Tour ini
> menjawab bahwa mereka telah punya paket wisata
> tersebut. Sebelum ini di milis MAPPAS (Masyarakat
> Peduli ariwisata `Sumbar) saya sudah pernah
> mengajukan gagasan tentang wisata ke nagari-nagari,
> selain ke nagari asal kita sendiri-sendiri. Gagasan
> ini telah disambut dengan baik. Artinya secara
> teknis semua sudah oke. Secara kebetulan, harian
> Kompas Minggu tanggal 1 Juli juga memuat rubrik
> tentang wisata anak kota ke desa, yang bagi
>  mereka adalah semacam 'outbound', karena melihat
> kerbau dan bajak saja mereka belum pernah.
> 
> Tinggal masalahnya apakah nagari-nagari di Sumatera
> Barat sudah siap untuk didatangi oleh 4. 603.957
> wisatawan domestik ini, masing-masingnya selama dua
> hari, dan dinanti sebagai tamu nagari dan fasilitas
> menginap yang besrih, nyaman, dan aman ? [Tak usah
> mewah, karena kalau hanya sekedar mewah rasanya di
> kota-kota Rantau sudah ada]. Jika tour ke tiga
> nagari saja, berarti mereka akan menginap selama
> seminggu !
> 
> Dengan ini saya mengajukan pertanyaan kepada para
> pemangku adat dan aktif di milis RantauNet,
> khususnya pak Chaidir Nien Latief SH Dt Bandaro,
> Angku Azmi Dt Bagindo, dan Ananda Dt Endang
> Pahlawan, bersediakah bapak-bapak dan ananda bertiga
> -- tentunya bersama dengan organisasi para pemangku
> adat seperti LKAAM Sumbar -- untuk menggerakkan
> nagari-nagari di Sumatera Barat, sehingga lebih siap
> untuk menyambut tamu wisatawan domestik ini, yang
> sebagian besar kemungkinan adalah keturunan generasi
> kedua dan ketiga dari para perantau Minang sendiri ?
> 
> Bersama dengan rekan-rekan saya di MAPPAS
> (Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar), baik di
> Jakarta maupun di Sumatera Barat, saya insya Allah
> akan memberi bantuan sepanjang kami mampu untuk
> melaksanakannya. Saya percaya bahwa dengan
> keterlibatan para pemangku adat, tentunya bersama
> anak kemenakannya, nagari akan lebih bersih, lebih
> nyaman, dan lebih aman, bukan hanya untuk ditinggali
> anak kemenakan, tetapi juga untuk didatangi oleh
> sanak-saudara sesama Minang, yang belum pernah
> mendatangi nagari-nagari lain selain nagari asalnya.
> 
> 
> Saya percaya kiprah Bapak-bapak dan Ananda ini bukan
> saja akan memberikan lapangan kerja serta rezeki
> untuk sanak saudara dan keluarga Bapak-bapak dan
> Ananda di Ranah, tetapi juga akan mendukung
> terwujudnya strategi pembangunan daerah Sumatera
> Barat sendiri, sesuai dengan kata pepatah: "elok
> nagari dek panghulu'.
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> 
> 
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet
> in your pocket: mail, news, photos & more. 
>
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke