Perkuat Lembaga Adat Rabu, 04-Juli-2007, 09:11:11
Telah dibaca sebanyak 7 kali
Padang, Padek--Kelalaian orang Minang tak lagi mempertahankan
khasanah budaya Minangkabau, harus dibayar mahal oleh masyarakat Minang
sendiri.Eksistensi budaya Minang di pentas nasional, tak lagi disegani.
Generasi emas yang pernah dicetak Ranah Bundo, sekarang hanya tinggal
romantisme saja. Penegasan itu disampaikan Sosiolog Unand Prof Dr Damsar
dan Sejarawan Unand Dr Gusti Asnan kepada Padang Ekspres, tadi malam. Keduanya
menilai, saat ini orang Minang tak masanya lagi larut dalam romantisme masa
lalu. Tapi harus bangkit dan menata diri, sehingga ketertinggalan Urang Minang
bisa dikejar."Kita akui dulu, ranah Minang banyak melahirkan tokoh-tokoh
nasional.
Bahkan kalau kita bicara siapa yang paling berperan dalam mendorong kemerdekaan
Negara Kesatuan ini, tentu kita sepakat hampir seluruhnya berasal dari
Minang.Sebut saja, Dr Moch Hatta, Dr Syahril, H Agus Salim dan lainnya. Tapi,
sekarang era emas itu sudah tergerus. Minangkabau tertinggal dibandingkan etnis
lainnya," terang Damsar yang juga Dosen Fisip Unand ini.Damsar melihat, banyak
faktor sebenarnya penyebab terjadinya kemunduran itu. Selain pengaruh
diberlakukannya UU No 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, sehingga
pemerintahan nagari berubah menjadi Pemerintahan Desa.
Kondisi ini tak menguntungkan bagi Sumbar, karena penerapan UU ini mencerabut
budaya Minangkabau dalam diri masyarakat Minang."Pemerintahan Nagari yang
bersifat desentralisasi, berubah menjadi sentralistik.Apapun bentuk urusan
dalam administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, semuanya
ditangani Kepala Desa. Akibatnya, kelembagaan adat yang sudah ada di masyarakat
nagari tidak lagi berperan," terang Damsar.
Kondisi ini, menurut Damsar terus berlangsung selama era Orde Baru (Orba).
Bahkan ada kelatahan bagi sebagian tokoh-tokoh Minang, memecah nagari menjadi
beberapa desa. Sehingga makin menjauhkan orang Minang dengan budayanya sendiri.
Padahal, bila ditelusuri secara lebih mendalam, banyak keuntungannya kalau saja
pemerintahan nagari tetap dipertahankan. Salah-satunya nuasa kerbersamaan
membangun nagari, tetap dipertahankan.
"Selain persoalan UU itu, terlalu mudahnya orang Minang menyerap khasanah
budaya lain, menjadi salah satu penyebab kemunduran budaya Minang. Sementara
pondasi budaya Minang sendiri, tak lagi begitu diperkuat. Akibatnya, orang
Minang tak lagi kenal dengan budayanya sendiri," tukasnya.Tak jauh beda
diutarakan Sejarawan Gusti Asnan. Ia melihat orang Minang terlalu bangga dengan
keunggulan budayanya. Padahal namanya budaya itu harus fleksibel, dan harus
menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Tapi yang terlihat, orang Minang tetap terlalu terlena dengan budayanya
sendiri. Sedangkan daerah lain, seperti Makasar terus berbenah. Akhirnya,
daerah itu berhasil mencetak tokoh-tokoh yang mampu berperan penting dalam
membuat kebijakan di negara ini," ungkap Gusti Asnan yang juga Dosen Fakultas
Sastra Unand ini.Untuk keluar dari perangkap ini, baik Gusti Asnan dan Damsar,
perlu dilakukan rekonstruksi kebudayaan Minang. "Keunggulan-keunggulan yang
terkandung dalam budaya Minang harus digali lagi," ungkap Gusti. (rdo)
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---