para dunsanak kasadonyo

Rasonyo masalah atau anjuran paralunyo MEMPERKUAT LEMBAGA ADA MINANG ko alah 
dibahas dimana mana dengan SEGALA ALASAN serta KONSEP 

MASALAHnyo sampai kini INDAK ADO upaya nyata berkelanjutan Masih sajo WACANA ke 
WACANA  "Tuhan tidak akan merubah nasib suatu umat kalau umat itu sendiri tidak 
merubahnya "

Selamo iko yang DISALAHKAN  pertama tama PEMERINTAH  Penyakik Pemerintah kito 
dima dima di seluruh nusantara ini masih KERPOS Ibarat perangkat listrik 
DITEKAN KNPOP LAMPU INDAK NYALO Sehebat apapun Bupati Wali Kota Gubernur atau 
Presiden kalau aparatnya kerpos indak akan jalan 

Karena itu diharapkan SWADAYA MASYARAKAT Kalau kini kito liek ka nan labiah 
ketek ke ETNIS MINANG nan makin terpuruk INDAK AKAN TERJADI PERUBAHAN kalau 
masih urang Minang habis waktu DIBADEBAT BAKAPANJANGAN Kalaupun ado upayo 
banyak sajo reaksinyo sehinggo ANGEK ANGAK CIRIK AYAM 

Ambo sangat mengharapkan ada KAULA MUDA nan muncul untuk mengadakan PERUBAHAN 
sikap dan mental menghadapi permasalahan yang dihadapi ini  



----- Original Message ----
From: Nofiardi RM <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 4, 2007 10:58:31 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Perkuat Lembaga Adat

Perkuat Lembaga Adat
Rabu, 04-Juli-2007, 09:11:11
Telah dibaca sebanyak 7 kali




Padang, Padek--Kelalaian orang Minang tak lagi mempertahankan khasanah budaya 
Minangkabau, harus dibayar mahal oleh masyarakat Minang sendiri.Eksistensi 
budaya Minang di pentas nasional, tak lagi disegani. Generasi emas yang pernah 
dicetak Ranah Bundo, sekarang hanya tinggal romantisme saja.


Penegasan itu disampaikan Sosiolog Unand Prof Dr Damsar dan Sejarawan Unand Dr 
Gusti Asnan kepada Padang Ekspres, tadi malam. Keduanya menilai, saat ini orang 
Minang tak masanya lagi larut dalam romantisme masa lalu. Tapi harus bangkit 
dan menata diri, sehingga ketertinggalan Urang Minang bisa dikejar."Kita akui 
dulu, ranah Minang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional. 

Bahkan kalau kita bicara siapa yang paling berperan dalam mendorong kemerdekaan 
Negara Kesatuan ini, tentu kita sepakat hampir seluruhnya berasal dari 
Minang.Sebut saja, Dr Moch Hatta, Dr Syahril, H Agus Salim dan lainnya. Tapi, 
sekarang era emas itu sudah tergerus. Minangkabau tertinggal dibandingkan etnis 
lainnya," terang Damsar yang juga Dosen Fisip Unand ini.Damsar melihat, banyak 
faktor sebenarnya penyebab terjadinya kemunduran itu. Selain pengaruh 
diberlakukannya UU No 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, sehingga 
pemerintahan nagari berubah menjadi Pemerintahan Desa. 

Kondisi ini tak menguntungkan bagi Sumbar, karena penerapan UU ini mencerabut 
budaya Minangkabau dalam diri masyarakat Minang."Pemerintahan Nagari yang 
bersifat desentralisasi, berubah menjadi sentralistik.Apapun bentuk urusan 
dalam administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, semuanya 
ditangani Kepala Desa. Akibatnya, kelembagaan adat yang sudah ada di masyarakat 
nagari tidak lagi berperan," terang Damsar. 

Kondisi ini, menurut Damsar terus berlangsung selama era Orde Baru (Orba). 
Bahkan ada kelatahan bagi sebagian tokoh-tokoh Minang, memecah nagari menjadi 
beberapa desa. Sehingga makin menjauhkan orang Minang dengan budayanya sendiri. 
Padahal, bila ditelusuri secara lebih mendalam, banyak keuntungannya kalau saja 
pemerintahan nagari tetap dipertahankan. Salah-satunya nuasa kerbersamaan 
membangun nagari, tetap dipertahankan. 

"Selain persoalan UU itu, terlalu mudahnya orang Minang menyerap khasanah 
budaya lain, menjadi salah satu penyebab kemunduran budaya Minang. Sementara 
pondasi budaya Minang sendiri, tak lagi begitu diperkuat. Akibatnya, orang 
Minang tak lagi kenal dengan budayanya sendiri," tukasnya.Tak jauh beda 
diutarakan Sejarawan Gusti Asnan. Ia melihat orang Minang terlalu bangga dengan 
keunggulan budayanya. Padahal namanya budaya itu harus fleksibel, dan harus 
menyesuaikan dengan perkembangan zaman. 

"Tapi yang terlihat, orang Minang tetap terlalu terlena dengan budayanya 
sendiri. Sedangkan daerah lain, seperti Makasar terus berbenah. Akhirnya, 
daerah itu berhasil mencetak tokoh-tokoh yang mampu berperan penting dalam 
membuat kebijakan di negara ini," ungkap Gusti Asnan yang juga Dosen Fakultas 
Sastra Unand ini.Untuk keluar dari perangkap ini, baik Gusti Asnan dan Damsar, 
perlu dilakukan rekonstruksi kebudayaan Minang. "Keunggulan-keunggulan yang 
terkandung dalam budaya Minang harus digali lagi," ungkap Gusti. (rdo)






Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
http://id.mail.yahoo.com/


       
____________________________________________________________________________________Ready
 for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
http://tv.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke