Budaya sangat ditentukan oleh zaman. Kalau si Anne berbikini tahun 60-an,
mungkin seluruh Sumbar akan ribut. Tapi kalau si Anne mau berbikini di abad ke
21 sudah tidak ada yang peduli. Membawa nama Sumbar ataupun Aceh tidak akan
berdampak kultural yang signifikan, karena si Anne tidak mewakili para ninik
mamak atau bundo kandung. Jadi nggak usah terlalu dipikirkan. Lebih baik
memikirkan bagaimana memperbaiki kesejahteraan anak nagari yang sudah
hancur-hancuran.
muhammad syahreza <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamu'alaikum wr.wb. Sanak
Ronald P. Putra
Maaf saya bukan mau mengajak berdebat kusir, karena saya tidak punya
kepentingan dengan si Anne, visi saya bagaimana potensi pariwisata Sumbar bisa
dioptimalkan sehingga bisa mengajak orang dari luar sebanyak-banyaknya bisa
datang dan membelanjakan uangnya di Sumbar.
Saya juga tidak mau berpolemik..saya lahir dan besar di Sumbar walau sudah 10
tahun meninggalkan Sumbar, saya kurang tahu apa realita yang terjadi di Sumbar
saat ini. Cuma saya bisa merasakan waktu pulang kampung ke Padang banyak
terjadi pergeseran moral ke arah negatif di kalangan remaja. Kalau kita bicara
mengenai ABS SBK, apakah selama ini sudah ada aturan tertulis mengenai ABS SBK
tersebut? Kalau sudah ada apakah sudah disoisalisasikan dan diimplementasikan
ajaran ABS SBK tersebut?? Karena saya melihat semenjak saya lahir posisi Adat
lebih tinggi dari Syarak. Dan public figur yang jadi niniak mamak dalam
masyarakat banyak yang bejad mentalnya.
Saya setuju dengan statemen anda " Islam telah mengajarkan bagaimana
pilihan pribadi harus sesuai dengan koridor syariat,
yang bertujuan untuk melindungi sang pribadi tadi dari kebinasaan, fitnah,
atau dosa. Islam
juga telah mengajarkan bahwa pada setiap pribadi muslim itu melekat suatu
kewajiban yang
tidak dimiliki oleh umat lain : mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah
kepada yang
munkar. Ada makna Lit-Tajrid dan Lit-Tab'idh dalam perintah Allah tersebut.
Perintah agama
ini sudah ada sejak hampir 15 abad yang lalu, jadi setiap kaum muslimin sudah
mengerti
dengan ini tanpa harus dibikin larangan-larangan lagi"
Tapi sejauh mana kita sebagai individu boleh mencampuri hak dan keputusan
pribadi orang lain?? Yang saya lihat selama ini banyak sesama muslim hanya
bisanya saling hujat, saling caci dan saling merasa paling benar. Hanya karena
terlalu mengkultuskan siapa pemimpin mereka.
"Dalam konteks sumbar, ada semacam Takaful Adabi (moral) yang harus dipikul
dan dijunjung
tinggi oleh setiap warganya yang mengaku ber ABS-SBK. Kita bangga dengan
keminangan kita,
Kita bangga dengan identik Islam yang melekat pada keminangan tersebut" Tapi
saya tidak bangga dengan kelakuan oknum wakil rakyat yang diamanahi menjadi
legilslatif dan eksekutif yang bisa nya hanya korupsi, saya tidak bangga dengan
perlakuan niniak mamak dan cadiak pandai di nagari yang tamak dan serakah, saya
tidak bangga dengan ranah minang yang tanahnya banyak konflik gara-gara ulayat.
Selama ini Sumbar selalu mengirim utusan untuk even-even miss-miss apa pun
namanya, kalau ada yang ikut berarti dia siap mengikuti semua aturan, prosedur
dan ketentuan yang ditetapkan panitia penyelenggara even dan artinya dia juga
siap menghadapi resiko yang akan terjadi akibat keputusan/pilihan yang dia
ambil. Kita harus menghormati hak dia. Kalau sanak Ronald kurang suka, silahkan
tahun depan sanak Ronald kumpulkan tanda tangan massa yang keberatan peserta
Sumbar ikut kontes putri ini itu dan ajukan ke pihak yang terkait.
Kalau saya bersikap mendukung itu adalah hak pribadi saya yang dilindungi
Undang-undang yang tidak bisa dicampuri orang lain. Silahkan kita berbuat yang
terbaik untuk Sumbar, jangan dibudayakan karakter saling hujat.
wassalam
Reza
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---