Apo ado kaitannyo jo kacalakaan nan manimpo rombongan wapres kapatang ?
rgrds. --- dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Demi Wapres, 'Presiden' pun Terlantar > http://www.hariansinggalang.co.id/9juli_utama_demi.htm > Senin,9 Juli 2007 > PADANG - Siapa yang tak bangga daerahnya dikunjungi > petinggi negara. Apalagi, kalau yang datang itu > adalah wakil presiden, pastilah banyak masyarakat > ingin melihatnya, bersalaman, lalu menyampaikan > persoalan seperti jalan yang belum beraspal, biaya > pendidikan mahal, harga-harga melambung dan segala > macam tetek-bengeknya. > Akhir pekan kemarin, daerah Sumatra Barat > dikunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Masyarakat > pun antusias ingin menghadiri acara demi acara yang > diadakan panitia. Hanya saja, sayang beribu kali > sayang masyarakat tak bisa ikut menyaksikan secara > langsung, lantaran ketatnya pengawalan. Bahkan, > ketika peresmian Masjid Nurul Iman, Padang , > masyarakat hanya bisa mendengar suara Wapres lewat > pengeras suara tanpa bisa menyaksikan ekspresinya. > Terlepas dari kebahagiaan dan antusiasme warga > itu, banyak juga yang merasa kecewa. Mereka kecewa > lantaran hak-hak mereka harus diputus buat sementara > oleh petugas. Seumpama para pemakai prasarana > transportasi, harus menahan diri dengan segala > kekecewaan di tengah antrean panjang kendaraan > bermotor. Mereka tentulah orang-orang yang punya > keperluan. > Setidaknya begitulah yang terjadi, selepas Wapres > melakukan serangkaian agenda di Padang , Sabtu > (7/7). Ketika menuju Bukittinggi untuk beristirahat > tentulah menempuh jalan darat yang cukup jauh, lebih > 90 km. Selama perjalanan sejauh itu, tidak sedikit > pengguna jalan raya yang harus mengurut dada akibat > terlambat dari agenda atau keperluan lain. Mereka > mesti parkir di pinggir jalan untuk memberi > kesempatan kepada Wapres dan rombon­gan lewat. > Satu hal yang lebih membuat kecewa warga adalah > aturan yang diberlakukan petugas. Walau > iring-iringan kendaraan kendaraan Wapres masih > belasan atau bahkan puluhan kilometer lagi, namun > jalan sudah di- off -kan yang dalam istilah lain > disebut juga dengan disterilkan. > Rombongan masih di Sicincin, awak di siko alah > disuruah baranti dan macet," gerutu salah seorang > pengguna jalan raya yang mengaku bernama Deddy. > Lelaki itu bersama keluarganya baru saja berakhir > pekan di sejumlah objek wisata Bukittinggi. > Agaknya, gerutu Deddy itu bisa mewakili kekecewaan > masyarakat lainnya yang terjebak antre dan macet > sepanjang jalur Bukitting­gi-Padang akhir pekan > kemarin. Malah, Presiden Padang Press Club (PPC), > Khairul Jasmi harus pula menahan diri dengan segala > keke­cewaannya, mengantre di kawasan Kapeh > Panji, Kabupaten Agam. Presiden PPC itu baru saja > pulang dari menghadiri pesta pernika­han > rekannya di bilangan Lintau, Kabupaten Tanah Datar. > Lho, kok ke Bukittinggi? Ternyata pengakuan > 'presiden', ia ke Bukittinggi sehabis baralek > wartawati Singgalang Melda Riani dan wartawan > Singgalang Eriandi. Keduanya menikah dan baralek di > rumah Melda di Lintau. Karena si Presiden taragak > makan ampiang dadiah , rombongan pulangnya lewat > Bukittinggi. > Karuan saja, hanya lantaran Wapres mau lewat, > Presiden PPC menja­di terlantar. Bisa > dibayangkan, ocehan dan garah pun meluncur dari > sejumlah 'pasukan' yang diosong Khairul Jasmi. "Iko > kajadian langka. Gara-gara Wapres, 'presiden' jadi > talantar," ujar Widya­navies. Kontan saja, > ucapan itu membuat ketawa sebagian besar rombongan > yang dibawa Khairul Jasmi. > "Iko namonyo presiden randah hati. Di Pilpres > isuak ko paralu dicari nan bantuak Aden," ujar > Khairul tak kalah bergarah pula. > Agaknya begitu derita orang kecil, tatkala ada > pejabat negara mengunjungi negeri ini. Raungan > sirene dan lampu kedap-kedip di punggung kendaraan > petugas ditambah menyalanya lampu gadang ketika > membawa pejabat itu telah membuat warga kecut. > Mereka secara otomatis menepi, bahkan harus > tapepe-pepe ke pinggir jalan. Tak peduli lagi ada > lobang atau harus menggeser kendaraan lain. Sampai > kapankah kenyataan seperti ini akan habis di negeri > ini? (Pertanyaannya tak untuk dijawab). Sawir > Pribadi > > > > > > ____________________________________________________________________________________ Pinpoint customers who are looking for what you sell. http://searchmarketing.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB. - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2. ========================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
