Budaya
Istano Basa Pagaruyung Dibangun Kembali
Tanah Datar, Kompas - Istano Basa Pagaruyung di
Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumatera Barat, yang hangus
terbakar disambar petir, 27 Februari 2007, kini
dibangun kembali. Wakil Presiden dan Ny Mufida Kalla
hadir dalam upacara adat Batagak Tonggak Tuo,
menegakkan tiang utama sebagai penanda dimulainya
pembangunan kembali, Minggu (8/7).
Ada insiden saat upacara adat menegakkan tiang utama.
Tiang berbalut kain kuning (warna Kabupaten Tanah
Datar) yang ditarik dengan empat tali oleh perwakilan
pewaris, pemerintah, pemuka adat, dan alim ulama
meleset dari lubang dan jatuh terhempas. Tiang
ditegakkan kembali setelah dubalang (prajurit)
bergotong royong mengupayakannya.
"Kalau jatuh, kita tegakkan kembali. Kita bangun lebih
baik," ujar Wapres. Dia minta insiden tak diartikan
macam-macam.
Wapres menyampaikan pesan dari Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. "Presiden menyampaikan salam kepada
masyarakat Minangkabau dan berjanji membantu
sepenuhnya pembangunan Istano Basa Pagaruyung,"
ujarnya. Wapres berharap, pembangunan kembali istana
itu dapat melestarikan budaya Minangkabau yang
menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan
yang perlu untuk maju.
Istana itu dibangun dengan dana sekitar Rp 100 miliar.
Saat mulai dibangun terkumpul Rp 20 miliar. Sebanyak
Rp 12,5 miliar dana digalang di kediaman Wapres. Ada
komitmen dari Menteri Kehutanan MS Kaban untuk
memenuhi kebutuhan kayu. Oleh Wapres, PT Semen Padang
diinstruksikan membantu semen.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dalam sambutan
memaknainya terbakarnya istana itu adalah teguran
Tuhan karena masyarakat Minangkabau kurang bersatu dan
lalai terhadap adat.
Di Istano Basa Pagaruyung ada 13 tokoh nasional
mendapat gelar kehormatan. Tiga tokoh nasional
terakhir yaitu Presiden SBY dengan gelar Yang
Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam, Ny Ani
Yudhoyono dengan gelar Puan Puti Ambun Sari, dan Ny
Maryuna Anwar Nasution diberi gelar Puan Puti Ratna
Gemala.
Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri diberi gelar
Puti Reno Nilam dan suaminya, Taufik Kiemas, digelari
Datuk Basa Batuah. Istana itu adalah duplikat dari
Istano Rajo Alam (Istana Kerajaan Minangkabau) yang
dibakar saat kerusuhan, 1804.
Kemarin kaum perempuan membawa dulang berisi pisang,
lapek, sambal rendang, asam pagek ikan, anyamin timun
toge, dan kerupuk jangek untuk makan bersama. Karena
pemeriksaan yang ketat, 150 perempuan itu harus antre
lama dan akhirnya dulang dibawa para pria. (INU)
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---