Pemimpin Harus Berjiwa Niniak Mamak Rabu, 11-Juli-2007,
06:56:15
Telah dibaca sebanyak 1 kali
BAGI mantan Gubernur Sumatera Barat
Hasan Basri Durin, pembangunan sosial budaya 20 tahun mendatang, wajib
dilakukan dengan semangat mau menerima perubahan dan membuka diri terhadap
'dunia luar'. "Perubahan yang saya maksud memang bukanlah semacam revolusi atau
perubahan total, tapi bagaimana kita bisa memahami kondisi?
Jangan hanyut dalam bayang-bayang masa lalu," ucap Hasan Basri Durin yang masih
nampak bugar di usia senjanya. Kecuali itu, Hasan Basri Durin juga berharap
kepada semua stakeholder di Sumbar, agar mampu mengambil langkah-langkah
peralihan dari zaman dulu ke zaman sekarang.
"Kemudian, kelompok paling kecil dalam masyarakat atau yang lazim disebut
dengan batiah alias bapak, ibu, dan anak, meski diperkuat keberadaannya,"
ulasnya. Dia menambahkan, bila keberadaan keluarga batiah sudah kuat. Maka
ketakutan banyak pihak akan kehancuran suku dan budaya Minang, tentu tidak akan
terjadi lagi. Dalam percakapannya, Hasan Basri Durin juga berharap kepada para
pemimpin di Sumbar, agar menjadi pemimpin yang niniak mamak. "Dia tidak harus
bergelar datuk, tapi kepemimpinannya meski berpola niniak mamak," sambung
Hasan.
Berbicara soal problematika sosial budaya di Sumbar, mantan Gubernur Sumbar itu
lebih banyak menyorot soal hubungan antara mamak dengan kemenakan. Hasan
menilai, saat ini hubungan tersebut makin terasa longgar. Bagaimana mamak atau
penghulu bisa mengatur kemenakan? Sedangkan hidupnya susah, dia tak punya uang
untuk membayar listrik, membeli TV, dan menyekolahkan anak. Disebutkan pula,
kondisi mamak atau penghulu itu makin bertambah parah manakala anak kemenakan
juga tidak mampu membantu ekonominya. "Kalau dulu tiap niniak mamak punya sawah
luas, sekarang mana ada yang punya? Bilapun ada, hasilnya tentu tidaklah
seberapa?" paparnya.
Karena itu, dia menilai, slogan memfungsikan kembali peran penghulu akan terasa
berat dilakukan. Begitupun slogan untuk kembali ke nagari dan kembali ke surau.
"Kalau kembali ke nagari itu susah untuk dilakukan, kecuali kembali ke dalam
wilayah nagari. Makanya sekarang perlu dibangun kembali perekonomian," tutup
Hasan. (ari/ope/frv)
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---