Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
  
  Sanak Sutan Iwan  nan kreatif, ambo cukup tersentuh dengan konsep  
"anak  debu" nan Sanak huraikan. Rasonyo, Almarhum Buya Hamka alah  
mengupaskannyo secaro amat anatikal sekali melalui watak "Zainuddin"  dalam 
novelnya tragisnya, "Tenggelamnya kapal van der wijck." Perkara  ini rupanya 
tidak basi diperdebatkan sepanjang zaman. Kenapa ye?
  
  Konsep ini memberikan impak yang cukup negatif. Perantau yang berkahwin  
dengan pasangan lokalnya, indirectly mengwujudkan "anak debu" ini.  Konsep ini 
telah dan akan terus meniruskan (decreasing) populasi kita,  pada hal urang 
lain semakin meningkat. Dan pabila "anak debu" ini  menjauhi dari kita 
masyarakat Minang, kita kutuk dan sindir mereka.
  
  Masyarakat perantau di perantauan bukan semuanya tidak sensitif dengan  adat. 
Jika mereka sudah lupa adat istiadat di Ranah, eloklah mereka  dibimbing 
semula. Otherwise suatu golongan menghadap ke Utara, suatu  golongan lagi 
menghadap ke Selatan. Tentu kita tidak ingin lihat adegan  seperti ini. 
  
  Konsep persaudaraan dalam Islam itu yang akan menjamin keselamatan kita di 
dunia mahu pun di akhirat kelak.
  
  
  Baitu dulu nukilan ambo, mohon maoh kalau terkasar atau menyingguang perasaan 
sasiapo juo.
  
  Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.
  Idri Talu (56)
       
iwan soekri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  salam
  ya, ambo indak ingin mecederai adat. biarlah  adat menjadi bagian budaya yang 
penuh estetika (dan semua ini saya  dapat di milis ini) yang mungkin bisa jadi 
komoditi pariwisata  (kabarnya, selain agro, sumber daya alam di minangkabau 
miskin dan amat  terbatas; jadi pariwisata merupakan lahan empuk untuk dapatkan 
dolar,  selain sumber daya manusianya yang sering dipujikan komunitas di luar  
minang).
  namun statement ADAT BERSANDI SYARAK, SYARAK BERSANDI KITABULLAH, ini amat 
mengganjal dalam batin ambo.
  mulai dari urang rumah yang sunda, anak ambo jadi 'anak debu' tak  punya 
pijakan kampung halaman, bukan minang, bukan sunda. ini karena  garis keturunan 
bukan dari bapak (bukankah garis keturunan dari bapak  dalam Islam?)
  kemudian, kebiasaan membenamkan kepala kabau  atau darah ayam yang ditaburi 
saat naik rumah baru, apakah ini Islami?  namun secara adat, yang tentu asal 
semufakat dan kesepakatan pemakai  adat, tak jadi masalah.
  bagi saya, biarkan adat berada di menara  gadingnya. jadi komoditi 
pariwisata, kalau kita mau pragmatis. namun  jangan dikaitkan dan dipaksakan 
bersandar ke syariat Islam.
  apakah Islam harus meluruskan adat? Memang seharusnya!
  namun, sudah disampaikan 'kabar baik agar berubah', realitasnya tidak mungkin.
  ambo  pernah mengatakan, tak setuju pada pendapat vox populi vox dei. mana  
ada suara rakyat adalah suara Tuhan? suara rakyat ya suara rakyat yang  manusia 
ciptaan Tuhan, yang selalu berada dalam titik alpa dan buta.  sedangkan suara 
Tuhan tak pernah alpa dan buta, dan pasti adaNya!
  tentang adat nan idak lapuk dek hujan dan indak lekang dek paneh. ah, kok 
begitu 'sombong'nya kita yang minangkabau ini. yang pasti itu hanya dari Nya. 
sedangkan kesepakatan manusia bisa berubah. lihat saja, dulu PDIP lawan Golkar, 
sekarang PDIP berkawan   dengan Golkar. 
  antahlah, kok ado dan batahan juo pado pendapat bahwa adat indak lapuk dek 
hujan dan indak lekang dek paneh, 'biarlah, inyo nan ka badoso!' (lagi-lagi 
saya petikkan ungkapan kawan karib saya, almarhum Hamid Jabbar)
  salam
  sutan iwan soekri munaf
  (belum selama St Perpatih jadi anggota RN)
  prabumulih, 12 juli 2007


  -------------ambo kuduangkan--------------------
    
         

---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.   
  

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke