Terima kasih pak Suheimi atas artikelnya,
Dalam pandangan orang awam sering dikemukakan bahwa salah satu
penyebab strok adalah karena 'berpikir'.
Sehingga terhadap orang-orang tua kita sering tidak mau mengemukakan
masalah karena khawatir bahwa orang-orang tua tersebut akan merasa
terbebani.
Tetapi sebaliknya orang=orang tua akan merasa diabaikan, tidak
diajak dan diikutsertakan, sehingga timbul kesan dari mereka
adalah merasa diri tidak berguna (lost power syndrome).
Padahal maksud anak-anaknya adalah baik agar tidak membebani
pikiran dan membuat mereka senang.
Pertanyaannya apakah memang orang berpikir itu bisa menyebabkan
strok ? Padahal kita tahu bahwa manusia itu memang makhluk yang
berpikir, berpikir seperti apakah yang menjadikan tidak sehat itu ?
Terima kasih
Wassalamu'alaykum wr.wb
Arnoldison
Thursday, July 12, 2007, 6:48:53 PM, you wrote:
sk> T I G A S
sk> Oleh : Dr.H.K.Suheimi
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---