Sebuah tulisan menjelang laga (Preview) antara Indonesia dengan Korea Dibabak
penyisihan Group D -AFC Asian Cup 2007
________________________________________________________________________
KALAH DENGAN KEPALA TEGAK By : Ir. Andi Jupardi
Kalah dengan Kepala Tegak, begitulah "Headline" harian Kompas, Minggu tanggal
15 Juli 2007 ketika skuad Merah Putih ditekuk secara dramatis oleh Arab Saudi
pada laga kedua babak penyisihan Group D- AFC Asian Cup 2007.
Presiden SBY ikut hadir berbaur dengan supporter yang memadati Stadion Utama
Gelora Bung Karno, Jakarta Sabtu (14/7) malam, seakan tidak perjaya tim
kesayangannya takluk ditangan Arab Saudi dengan cara yang "menyakitkan". Lebih
dari 85 ribu penonton di Stadion bersiap-siap menyambut hasil yang luar biasa,
jika saja Bambang Pamungkas dan kawan-kawan berhasil mempertahan skor imbang
1-1.
Apa mau dikata "Untung tak dapat diraih, Malang tak dapat ditolak", memasuki
Injury Time (90 +2), pemain pengganti Arab Saudi Saad Al Harthi menjadi mimpi
buruk bagi skuad Merah Putih lewat sebuah sundulan kepala bertenaga menyambut
umpan tendangan bebas dari rusuk kiri pertahanan Indonesia, Saad menjebol
gawang Yandri Pitoy kedudukan menjadi 2-1 untuk kemenangan Arab Saudi
Penonton yang didominasi para supporter Indonesia yang selalu berteriak
menyemangati Timnas Indonesia sepanjang pertandingan hanya bisa terdiam dan
bahkan ada yang menangis seakan tidak perjaya atas kekalahan yang diderita oleh
Bambang Pamungkas dan kawan-kawan dimenit akhir, yang paling menyesakan dada
gol tersebut terjadi di Injury Time.
Ketika pluit panjang di tiupkan oleh Wasit Al Badwawi tanda usainya laga
tersebut, penonton di Stadion maupun yang menyaksikan di layar kaca hanya bisa
tertegun melihat kenyataan ini. Dilapangan hijau para pemain Indonesia yang
telah bertarung "heroik" penuh semangat pantang menyerah ibarat bara api yang
tak pernah padam sepanjang pertandingan hanya bisa duduk tertunduk lesu,
disudut lain Sang Kapten Bambang Pamungkas berusaha menghibur rekan-rekannya.
Langkah Bambang Pamungkas dan kawan-kawan ketika meninggalkan lapangan hijau
menuju lorong ruang ganti pemain akhirnya diiringi dengan tepuk tangan dan
rasa hormat supporter atas semangat juang yang diperlihatkan pemain Indonesia
selama bertarung menghadapi Arab Saudi.
Lebih dari tiga menit, mereka (supporter) tetap bertepuk tangan sambuil
berdiri sebagai penghargaan dan symbol pernyataan kepuasan mereka terhadap
semangat pantang menyerah pemain dilapangan, bahkan tepuk tangan ini lebih lama
dibandingkan sambutan hangat yang diberikan saat Indonesia menekuk Bahrain
dengan skor 2-1 (Selasa, 10/7)
Ya.....Merah Putih..Kalian Kalah dengan Kepala Tegak
Judul tulisan ini mengingatkan saya pada doktrin Bola Bapak Total Football
Rinus Michael (Tulisannya di milis terdahulu), "Diktator" lapangan hijau ini
selalu memompa semangat serdadunya yang bertarung dilapangan hijau dengan
kata-kata " Jika kalian mati (kalah), matilahlah dalam keadaan berdiri (Bermain
indah dan semangat pantang menyerah).
Doktrin Bola Rinus Michael ini menjadi kenyataan , ketika Belanda di Piala
Dunia Tahun 1974 di Final dikalahkan oleh anak-anak Jerman dengan skor 2-1.
Saat itu permainan anak Belanda dibawah sang Kapten Johan Crujjf yang indah,
artistic dan pantang menyerah telah menghibur dunia, secara "de Facto" pada
perhelatan akbar Piala Dunia 1974 dunia Bola mengakui Belanda adalah juara
tanpa Trophi.
Nah jika anda menyaksikan Final Tenis seri Grand Slam edisi 2007 lapangan
rumput Wimbledon, Kalah dengan Kepala Tegak juga dilakoni oleh Petenis penuh
tenaga dari nagara Matador Spanyol yaitu Rafael Nadal, di Final Nadal
berhadapan dengan Roger Federer melalui pertandingan yang ketat 5 Set (Rubber
set) selama 3 jam 45 menit.
Kedua jagoan tennis dunia saat ini bertarung habis-habisan dengan
megeluarkan semua kemampuan terbaiknya, akhirnya di game ke 8 set ke 5, sebuah
pukulan voli Federer mengakhiri perlawanan Nadal.
Rafael Nadal telah memberikan perlawanan yang berarti bagi Federer,
perlawanan yang menguras tenaga dan psikis yang membuat seluruh penonton
berdecak kagum. Nadal kalah dari Federer tapi dengan Kepala Tegak.
Ketika Nadal menerima Tropi berbentuk piringan sebagai Runer up kejuaraan
tennis bergengsi Wimbledon , penonton distadion Wimbledon yang terkenal dengan
tradisi puritan ala Kerajaan Inggris memberikan tepuk tangan sambil berdiri
sebagai bentuk apresiasi kepada Nadal yang Kalah dengan Kepala Tegak, tak
terkecuali "Pendukung Fanatik" Federer siapa lagi Sang Pacar yang selalu
setia menemaninya disetiap pertandingan yang dimainkan oleh Federer memberikan
tepuk tangan buat Nadal.
Sementara di Lapangan Rumput Roger Federer menatap Nadal penuh arti dan
memberikan aplaus tepuk tangan buat seterunya, mungkin Federer dalam hatinya
berkata " Ya.saya menemukan lawan yang sesungguhnya" (Catatan : Nadal di seri
Tenis Grand Slam Lapangan Tanah Liat Rolland Garros di Final menekuk Roger
Federer).
Kalah dengan Kepala Tegak dan Menang yang dicapai penuh dengan perjuangan
Jatuh bangun selalu menciptakan suasana "Magis" serta mengharu birukan
perasaan/hati pemain dan penonton yang menyaksikannya, Resultannya adalah
sebuah tontonanan yang bukan saja menghibur tapi lebih dari itu Memesona.
Lalu bagaimana Rabu malam nanti (18/7), dilaga terakhir Indonesia melawan
Korea Selatan, tentunya kita sebagai anak bangsa berdoa dan berharap bukan lagi
kalah dengan kepala tegak tapi lebih dari itu Menang (Lolos ke babak
selanjutnya) dengan Kepala Tegak.
Rakyat Indonesia sudah terlalu lama haus, malah telah membuat tenggorakan
kita perih dan luka terhadap dahaga yang panjang ini, berikan kami seteguk air
untuk membasuh perih ditenggorakan ini. Seteguk air itu adalah sebuah kemengan
melawan Korea Selatan....Ayo..dengan semangat pantang menyerah bagai api tak
kunjung padam tekuklah Korea Selatan para heroik bola kami.
Kami akan menjadi saksi Rabu malam tersebut kalian meninggalkan lapangan
hijau MENANG DENGAN KEPALA TEGAK, TEGAK BUKAN SOMBONG TAPI RASA BANGGA YANG
TERSIMPAN DI DADA.
Selamat berjuang Skuad Mearh Putih, Selamat bertarung Bambang Pamungkas dan
kawan-kawan, Dukungan dan Doa akan kami berikan slalu.
Yeaaah...You 'll Never Walk Alone
Salam-JP, Pekanbaru, 17 Juli 2007
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---