Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
  
  Kanda Chaider Latief nan ambo hurmati, partamo mohon maoh kerna alah  lamo ka 
outstation ambo sampai pagi Jumahaik tadi, dan besok akan  keluar lagi.
  
  Ambo sutuju bana unjuran Kanda tasabuik. samo-samolah kito   baganding bahu 
bausaho memperbaiki yang mano patut untuk keberkahan  basamo. 
  
  Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
  
  Idris Talu (56)

chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Add Idris Talu Duta Mardi dan para 
dunsanak
   
  Memang  rasa MALU itu lah batrang kali yang perlu kita kobarkan Kenapa orang  
lain BISA kenapa kita TIDAK BISA  Apa yang add utarakan tentang  YANG TELAH 
BAIK itu kita LEBIH SEMPUIRNAKAN Dulu banyak sekali kawan  kawan ambo yang 
mengajar jadi dosen  di Malaysia Kini mahasiswa  kita yang banyak dinataranya 
cucu ambo Urang dulu belajar ke  Indonesia  
   
  Pandangan  add yang dirantau akan lebih luas melihat dunia. Karena itu 
beberapa  pikiran kalioan apa yang baik dinegri orang yang sapat kita TIRU  
sesuaikan dengan kondisi kita . Ambo terus terang KURANG SEPAHAM  kalau kita 
hanya MENGELUH membahas bakapanjangan yang tidak ada  jalan keluarnya 
   
  Kami  mau maadokan pusat informasi dan promosi pariwisata Siapa bilang  
infprmasi dan [romosi tidak penting Alah berdiskusi bagai Prof nan  Kep Dinas 
Pariwisata dengan tokoh tokoh Jawa Barat Kami tidak  minta uang Alah ado yang 
mau menyediakan tempat dan segala fasilitas  Mereka tentunya indak bisa mulai  
kalau indak ado secari kertas OK  Sampai kini alah hampia 6 bulan ITU ADALAH 
KENYATAAN  dan HAMBATAN  Namun kawan2 di Jawa Barat tidak tinggal diam Mereka 
jemput bola   Ambo alun tau perkembangan terakhir
   
  BANYAK NAN HARUS DIKARAJOKAN Karano itu paralu FOKUS ciek ciek Rasonyo kita 
tidak akan MALU kalau kita BERUSAHO TERUS 
   
  Chaidir N Latief
   


  ----- Original Message ----
From: Idris Talu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 22, 2007 1:44:04 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Malu Aku Jadi Orang Minang

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
  Kanda Chaidir dan Ajo Duta nan ambo hurmati,
   
  Malu  adalah sifat kita manusia yang normal apabila kita membandingkan  
sesuatu di antara kita. Tetapi sifat ini tidak seharusnya mematikan  kita dalam 
berusaha memperbaikinya. Kita ambil contoh Indonesia, siapa  bilang Indonesia 
tidak baik? Saban tahun, universiti-universiti di  Malaysia menarik dosen-dosen 
yang bagus-bagus dari Indonesia supaya  berkhidmat di Malaysia. Kalau mereka 
tidak bagus kenapa mereka dilayan  sebegitu baik di Malaysia, diberikan gaji 
yang lumayan - ramai di  antaranya yang terus menjadi rakyat Malaysia dan 
menarik ribuan  pelajar-pelajar Indonesia ka Malaysia. Kalau mereka masih di 
Indonesia  mungkin mereka juga termasuk ke dalam kelompok bersindrom 
inferioriti  ini.
   
  Coba  kita liat pula aliran pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia -  
beratus-ribu anak-anak Malaysia mencari ilmu di Indonesia. Ada Menteri  
Malaysia yang pernah belajar di Indonesia. Tentu ada kehebatan di sini  
(Indonesia). 
   
  Berbalik  kepada perasaan malu, siapa yang tidak mempunyai perasaan malu. 
Ambo  juga mempunyainya. Ini timbul kerna sistem komunikasi kita tidak sama.  
Ada masalah EQ (emotional intelligent) di sini. Kita tidak dapat  mewujudkan 
level yang sama di antara kita. Contohnya tulisan anggota  rantaunet dari 
Malaysia kurang disukai kerna resam mereka yang agak  berbeda. Ambo juga malu 
pabilo pandangan ambo sendiri melalui rantaunet  tidak dipedulikan oleh ramai 
anggota millis kerna perbedaan-perbedaan  dalam hal ini - mungkin kerna ambo 
tidak lebih dari "abu di atas  tunggul". Namun baitu, ambo akan taruih 
memberikan padapek jika masih  diterima sebagai anggota rantaunet-mungkin 
pandapek ambo bisa diterima  oleh "passive members".
   
  Pada  suatu petang yang hening di ateh bukik di Ambun Pagi- sambil maliek  
panorama yang indah di bawah bukik sana - Danau Maninjau dengan lahan  sawah 
menguning, air mato ambo deras mengalir. Timbul pertanyaan di  benak ambo, 
kenapa begitu ramai urang Minang (termasuk kakek ambo)  sanggup meredah laut 
Selat Melaka, meninggalkan nagari sebegini indah  bertarung nasib di rantau 
yang belum tentu hasilnya? Dan yang labiah  mengherankan ambo, pabilo ambo 
mengajak generasi yang lebih tuo dari  ambo untuak pulkam, "pai lah daulu!" 
jawab mereka. And they never  follow me till the end of their life. 
   
  Malu  bukannya penutup cerita. Malu membuka jalan kepada usaha perbaikkan.  
Ambo petik kata-kata Jim Collins dalam bukunya "Good to Great" yang  berbunyi:-
   
  "We don't have  great schools, principally because we have good schools. We 
don't have  great government, principally because we have good government. Few  
people attain great lives, in large part because it is just so easy to  settle 
for a good life. The great vast majority of companies never  become great, 
precisely because the vast majority become quite good-and  that is their main 
problem."
   
  Terpulang kepada  kita samaada kita ingin taruih "just so easy to settle for 
a good  life." Dan.....Apakah kita benar-benar berada "in good life?"
   
  Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,
   
  Yang akan terus menulis walau pun tidak dipedulikan ialah,
  Idris Talu (56)

chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      Add Duta Mardin yang baik
  Tidak  hanya sebagai orang Minang tetapi sebagai orang Indonesia kita juga  
harus merasa malu Orang lain bisa bangsa kita tidak Orang lain maju  bangsa 
kita tertinggal Contohnya dibanyak hal 
   
  Saya  mengalami sendiri parang Melayu  bertukar pengalaman soal  Keretaapi  
Peninggalan Belanfada yang hanya 6700 km sekarang  tinggal hanya separonnya 
Dengan lok uanp di zanman Belanda Jakarta  Bandung mampu 2,5 jam Sekarang 
dengan disel dan perbaikan rel ganda dll  3 - 4 jam  Sementara sebentyar lagi 
Singapura - Kuala Lumpur 90  menit saja 
   
  Saya  pernah diejek teman lama Ada apa negeri anda Negeri kepulauan dimana  
mana laut tapi inpor garam. Negri pertanian tapi impor beras jagung  kedela 
kentang Semua impor Yang diekspor  malahan tenaga kasar  pembantu rumah tangga 
Tidal dimanfaatkan didalam negri Saya jawab  apa  
   
  Rasa  malu  ini hanya ada pada orang yang punya HARGA DIRI  Karena  itulah 
upaya NYATA yang coba diusahakan di lingkungan yang kecil pada  etnis 
Minangkabau Berkat yakin akan ada hasilnya PERUBAHAN memeng harus  terjadi Apa 
yang dilakukan para kaula muda sekarang ini moga moga  setapk demi setapak akan 
ada hasilnya  
   
  Cjaidir N Latief 


  ----- Original Message ----
From: dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 21, 2007 7:39:15 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Malu Aku Jadi Orang Minang

  Sekali sekali niru Uda Taufiq Ismail;
   
  Malu Aku Jadi Orang Minang
   
  Di BIM aku di pangua
  Di lapangan parkir aku dipalak
  Ditempat wisata aku diperas
  Naik kapal terbang bosku "nembak"
   
  Pantaiku kotor
  Pasarku kumuh
  Daerah wisataku tak terurus
  Bosku bilang: "Akan difikirkan"
   
  Surauku langang
  Mal-ku ramai
  Bosku bilang:"yang salah orangtua"
   
  Anak gadisku
  Tak lagi berbaju kurung
  Nampak ketek
  Nampak pusek
  Nampak ****ek
  Bosku bilang:"yang salah mamak jo nenek"
   
  Dulu pemimpin banyak dari kampungku
  Ulama besar dari nagariku
  Pujangga dari ranahku
  Bosku bilang:"Jangan mimpilah.
  Sekarang jaman pragmatis
  Yang penting pitis"
   
  Malu jadi orang Minang?
  Enggak jugalah
  Sebab aku tak pernah minta
  dilahirkan sebagai orang Minang.
   
  Melihat tari piring aku suka
  Mendengar talemong hati berdebar
  Mendengar bansi jo pupuik hati bergetar
  Aku hanyut melihat foto-foto alam Minangkabau
  Tunggu kami bundo.......
  Aku akan datang melapor padamu Bos!
   
   
  Virginia, dimusim panas 2007
  Ajoduta
   


  



  
---------------------------------
  Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com





        
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.
    
  



 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke