From: Budiman Hakim

Taufik Savalas meninggal. Saya meneteskan airmata. Aneh banget! Saya bukan
tipe orang yang gampang menumpahkan airmata.

Dan yang lebih aneh lagi, saya juga merasa ga deket-deket amat sama dia.
Cuma saya emang suka banget sama dia. Buat saya Taufik itu orang baik.

Pertama ketemu dengannya tahun 97. Entah darimana, PH nawarin dia sebagai
talent untuk TVC yang sedang kita garap. Produknya minyak goreng Tropikal.
Begitu ngeliat tampangnya, saya langsung suka aja sama dia. Jadi deh dia
kita pake sebagai talent. Bayarannya? Cuma Rp 4 juta waktu itu hahahahaha..
.tahun2 belakangan ini tarif lu berapa pik?
Pasti gede banget ya?

Selesai shooting kita ga pernah ketemu lagi. Saya cuma ngeliat dia di banyak
TV. Dia udah jadi selebriti, banyak order, muncul di mana-mana. Tapi nasib
ternyata mempertemukan kita kembali.

Di Pasirputih Kafe Kemang saya ngeliat dia. Cuma sekarang posisi kita udah
berbeda. Dia ada di atas panggung sedangkan saya jadi penontonnya.

Waktu itu kalo ga salah eventnya ulang tahun Pasirputih ke berapa gitu...ga
inget lagi. Jadinya penontonnya membludak. Mau pipis ke toilet aja susah
karena harus menembus kerumunan orang yang begitu rapat.

Pas acara hampir selesai, saya ngeliat Taufik lagi dikerumunin banyak orang,
saya seneng ngeliat kesuksesannya.

Percaya ga? Kalo kita ngeliat orang berjuang dari bawah terus bisa sampai ke
puncak kita pasti seneng, kagum dan ikut berbahagia
karenanya. Saya sebenernya pengen nyamperin dia tapi ga jadi. Dia pasti
udah lupa sama saya. Lalu saya beranjak dari kursi bar menuju toilet yang
ada di sebelah kanan.

Sebuah teriakan menghentikan langkah saya;" Bud! Jangan pulang dulu.
Tungguin gue!"
Saya menengok ke arah Taufik. Dari sela-sela kerumunan, dia lagi
melambai-lambai ke arah saya. Karena kurang yakin, saya nengok ke arah
belakang, jangan-jangan dia lagi melambai ke orang lain. Tapi di belakang
saya ga ada orang. Saya nengok lagi ke Taufik dia udah sibuk lagi dengan
orang yang mengerumuninya.

Daripada bingung sendiri, saya melanjutkan langkah ke arah toilet.
Tiba-tiba Taufik berteriak lagi:"Budiman! Tunggu, mau kemane lu buru-buru?"
Sambil berkata begitu, dia meninggalkan semua orang di sekitarnya. Lalu
menyalami saya dengan senyum lebarnya yang khas itu.

"Hebat lu Pik sekarang. Bangga banget gue sama lu." Kata saya.
Dia ga menanggapi ucapan saya. Dia cuma bilang ; "Gue dari atas panggung
tadi udah ngeliat elo tapi baru sempet nyamperin lu sekarang. Pakabar Bud,
gimana kantor?"

Karena kita memang bukan teman, arah pembicaraan cuma basa basi doang
isinya. Abis bingung mau ngomong apa lagi? Ga punya bahan. Lalu kami ilang
kontak lagi.

Ketemu sama Taufik selalu dalam keadaan begitu. Saya jadi penonton dan dia
jadi orang panggungnya. Tapi yang membuat saya terharu dia selalu menyapa
saya. Kadang dari atas panggung, dia sempet2in tereak pake mike ; "Selamat
dateng buat Budiman Hakim, jangan ngebir kebanyakan ntar mabok lu!"

Hehehehe Taufik emang orang baik.

Ketemu lagi sama Taufik di pembukaan Kafe baru di jalan Melawai. Kafe itu
pengelolanya Adee Reena anak Hotline. Karena diundang ya terpaksalah ke
sana. Dan itu pertama kali ketemu Taufik pas dia datang sebagai tamu. Bukan
di panggung (eh sok tau ya gue? Siapa tau dia abis main di lantai lain.
Soalnya tempat ini ada 4 lantai. Ada kafe, resto, disko dan apalagi gitu).

Di sini saya punya kesempatan ngomong agak panjang dengannya. Yang aneh dia
ngomong gini;" Bud. Kebetulan gue ketemu elo. Gue mau kasih kartu nama gue
yang baru." Sambil menyodorkan kartu nama.
Saya heran bukan main ngeliat kartu namanya. Belom sempet nanya, dia udah
ngejawab.

Taufik ;" Iya Bud. Gue sekarang jadi pemandi jenazah. Kalo ada keluarga elo
atau temen-temen lu yang meninggal, panggil gue aja. Biar gue yang
memandikan jenazahnya."
"Lu punya berapa pemandi jenazah?" Tanya saya.
"Cuma gue." Katanya manteb.
"Berapa biaya per jenazah?" Saya tanya lagi.
"Hahahaha Budiman mangkin gila! Ngomong lu kayak kita lagi bisnis jenazah
aja." Jawabnya tertawa terbahak-bahak mengguncang- guncangkan perutnya yang
membusung.

"Eh gue serius. Sekali mandiin jenazah berapa?"
"Gratis!" Sahut dia.
"Gratis? Sinting lu. Masa bisnis begitu?"
"Ini bukan bisnis. Tapi tabungan gue ke yang di atas. Kita ga bole mikirin
dunia melulu. Takutnya pas dipanggil Tuhan tabungan kite belom cukup.
Makanya jasa gue ini gratis."

Tiba-tiba bir yang saya minum rasanya jadi ga enak. Pait! Bau-bau ampas
neraka kayaknya. Saya taro bir di meja bar. Beberapa kali Bar Tender tanya
saya, mau minum apalagi, saya menolak. Saya ga mau minum lagi. Udah
kebanyakan.

Taufik umurnya hampir sama dengan saya. Tapi dia udah mikir jauh banget ke
depan. Dia yang selalu keliatan konyol kok bisa-bisanya punya pikiran
begitu? Sedangkan saya? Udah berapa taon saya tersesat di kegelapan malam
kayak gini?

Tadi malam Taufik Savalas meninggal. Entah siapa yang memandikan jenazahnya.
Dan saya meneteskan airmata.

Saya memang bukan orang yang gampang menumpahkan airmata tapi saya rela
meneteskan airmata lebih banyak lagi. Karena saya tau, Taufik itu orang
baik
   
  Budiman Hakim


   
   

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke