---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--- Begin Message ---
sama -sama Pak Zaki..
akan lebih menarik lagi bila kita meninjau sejenak masyarakat komunal
kita..bagaimana intrapersonal trust masyarakat kita begitu rendah namun dalam
hal lain "trust" itu tiba-tiba menjadi signifikan dalam bidang agama lalu
bagaimana "trust" dalam hal adat ? karena agama dan adat ini menjadi salah satu
modal sosial utama dalam perkembangan masyarakat.
salam
Ben
"M. Zaki S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Artikel yang menarik
Terima kasih Pak Ben
---------------------------------
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of benni
inayatullah
Sent: Friday, August 03, 2007 2:16 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] LOW TRUST SOCIETY
Artikel menarik dari Rhenald Kasali, semoga berkenan
*********
LOW TRUST SOCIETY
Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai
akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang
mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak ada
satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan
saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru
saja memulai program doktoral saya di Amerika Serikat.
Baru tiba beberapa hari, adviser saya menyuruh saya membuka bank account di
bank mana saja di kota itu. Saya pun menurutinya. Maklum, tanpa punya buku cek,
hidup di Amerika akan terasa sulit. Hampir semua transaksi dilakukan melalui
pos. Bayar listrik, telepon, air,tagihan kartu kredit, beli buku, bayar pajak,
kena tiket lalu lintas (tilang), sampai bayar uang sekolah. Semuanya
menggunakan cek. Tanpa cek, hidup di Amerika kok rasanya susah sekali.
Setelah punya bank account dan mulai berbelanja dengan menggunakan cek,
ternyata saya pun mengalami kesulitan. Pasalnya, petugas bank memanggil saya
karena mengalami kesulitan membaca tanda tangan saya. Saya mencoba
menjelaskannya bahwa itu benar tanda tangan milik saya, dan saya melakukannya
kembali di depan petugas itu. Petugas tetap menolak dan mengatakan itu bukan
tanda tangan. Kalau bukan tanda tangan lantas apa? "Itu urek-urek!"ujarnya
sambil tersenyum.
Sejak itu saya pun mulai berlatih membuat tanda tangan baru, yaitu tanda
tangan yang namanya mudah teridentifikasi. Maka, sejak saat itu saya mulai
terbiasa memiliki dua jenis tanda tangan. Saya menyebutnya satu tanda tangan
lokal (yang dikatakan urek-urek tadi) dan satu lagi tanda tangan Amerika. Kalau
Anda pernah hadir dalam seminar saya dan meminta saya menandatangani buku saya
yang Anda baru beli, Anda pasti ingat bahwa saya selalu mengatakan itu adalah
tanda tangan Amerika: mudah dibaca dan diidentifikasi. Ada juga pembaca yang
minta dua-duanya, dan ada kalanya saya pun meluluskannya. Tanda tangan lokal
itu biasanya hanya saya gunakan untuk urusan bank Dan menandatangani transkrip
nilai mahasiswa. Dalam salah satu seminar saya pernah meminta agar para
peserta menggoreskan tanda tangannya di atas kertas dan meminta rekan di
sebelahnya yang baru dikenalnya mengenali nama mereka. Ternyata tak banyak di
antara mereka yang dapat mengenali nama orang dari tanda
tangannya.Ketika ditanya mengapa mereka membuat tanda tangan seruwet itu,
semuanya menjawab bak koor: "Biar tidak mudah ditiru orang lain." Mengapa kita
semua melakukan hal yang sama? Mudah ditebak jawabnya.
Sejak kecil Kita telah diajari orang-orang tua dan guru-guru Kita agar tidak
mudah percaya pada orang lain. "Buatlah tanda tangan yang tidak mudah ditiru
agar jangan sampai dipalsukan orang lain." Kita menurutinya, dan tanpa kita
sadari roh-roh ketidakpercayaan ini sudah melekat dalam pikiran kita. "Trust,"
kata Francis Fukuyama, adalah "the social virtues and the creation of
prosperity." Rasa percaya adalah suatu ikatan sosial yang penting untuk
menciptakankemakmuran. Kalau tidak ada rasa percaya, mestinya tidak ada bisnis.
Bagaimana mungkin kita berbinsis dengan orang yang tidak Kita percaya? Rasa
percaya itu pula yang akan menentukan bangunan organisasi perusahaan saudara.
Makin rendah rasa percaya kita terhadap orang lain, makin banyak pula kita
melibatkan sanak saudara kita, teman sealmamater, sesuku dan sebagainya
terlibat dalam bisnis kita. Kita makin menutup pintu bagi orang lain. Dan
akibatnya potensi kita untuk menjadi besar akan terhambat.
Pengalaman lainnya yang saya dapatkan di Amerika barangkali dapat menjelaskan
betapa berbedanya tingkat rasa percaya. Menjelang pulang ke tanah air, setelah
menyelesaikan program studi, saya pun melakukan moving sale melego
barang-barang yang nilai bukunya masih cukup tinggi. Misalnya saja Ada sebuah
dish washer (mesin pencuci piring) elektrik yang usianya baru tiga tahun Dan
nilainya masih cukup tinggi namun harus dilepas dengan harga yang sangat murah.
Pembelinya tentu saja masyarakat komunitas tempat tinggal kami, yang umumnya
adalah keluarga muda atau para mahasiswa asing yang dari mancanegara. Kalau
calon pembelinya datang dari negara-negara seperti Rusia, Yugoslavia, Ceko,
Turki, Portugal, Brazil, Irak, Pakistan, India, atau negara-negara Afrika,
biasanya transaksi berjalan tersendat-sendat. Mereka umumnya tidak percaya
terhadap kualitas mesin (apakah masih tetap baik) dan harga yang ditawarkan.
Mereka mengutak-atik mesin, menghabiskan waktu berjam-jam,
mengajukan pertanyaan, lalu menawar di bawah separo dari harga yang
ditawarkan. Prosesnya sama seperti Anda menawar harga sepasang sepatu di pasar
Senen atau pasar lainnya di Indonesia. Dan akhirnya pun dapat diterka: tidak
ada transaksi. Hal yang berbeda dialami kalau pembelinya berasal dari
negara-negara yang barangkali dapat kita sebut sebagai high trust society,
seperti Amerika, Inggris, Finlandia, bahkan Jepang yang rata-rata sudah lebih
makmur hidupnya. Mereka cuma bertanya tiga hal: mengapa dijual, apakah ada
kerusakan, dan berapa harganya. Kalau mereka suka, mereka tidak menawar,
langsung angkat. Dalam kepala mereka, kalau barang ini rusak maka mereka akan
kembalikan segera. Mereka percaya bahwa orang lain dapat dipercaya, dan kalau
mereka menipu mereka akan ditangkap polisi, diadili, dan dijatuhi hukuman.
Pembaca, apakah implikasi melakukan kegiatan bisnis di sebuah low trust
society? Mudah-mudahan Saudara sudah dapat menangkapnya: jangan langsung
melakukan transaksi. Selalu mulailah dengan membangun rasa percaya dari
lawan-lawan bisnis Anda. Jangan sesekali melakukan penawaran kalau lawan bisnis
Anda di sini belum mengenal betul Anda. Kalau ada jalan pintas yang dapat
ditawarkan, barangkali cuma satu ini: carilah jembatan melalui orang-orang yang
sudah dikenal dan dipercaya oleh lawan bisnis Anda. Tanpa itu, Anda cuma
melakukan upaya sia-sia. Saya merindukan, kelak anak-anak kita akan membuat
tanda tangan yang namanya dapat dibaca oleh orang lain.
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >300KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
---------------------------------
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.
--- End Message ---