Alaikumsalam ww

Yth. Bu Zoer'aini,

Membaca komentar Ibu ttg naik kereta api di Laussane, mendorong saya utk 
menulis ke Bu Zoer. Betul sekali seperti yg Ibu katakan. Itulah salah satu 
point penting kenapa kita para pemeduli ini sekarang berusaha mendorong dan 
menghidupkan kembali kereta api kita, khususnya prioritas dulu utk pariwisata 
dg aset yg sudah ada dulu aja. 

Saya pernah ukur panjang rel kereta api dg Km di mobil tahun lalu. Ternyata rel 
tsb panjangnya disisi Danau Singakarak adalah 19 Km...!! Saya belum pernah ke 
Swiss, tp rasanya yg di Singakarak jauh lebih panjang. Tapi belum "disentuh" 
utk "dijual"... 

Melihat komitmen Bu Zoer thd Ranah, sekiranya berkenan, saya sbg Sekjen MPKAS 
(Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar) mohon kesediaan Bu Zoer utk bisa terlibat 
di organisasi sosial ini. Rasanya akan banyak masukkan dan langkah2 baru yg 
bisa kita lakukan bersama utk membantu mendorong Pemda Sumbar berbuat utk 
Ranah. Info detilnya bisa dilihat di www.mpkas.west-sumatra.com. 

Di MPKAS ini jg ada salah seorang Arsitek kita yg terlibat. Asli Bukittinggi tp 
jarang pulang kampung sblmnya. Namanya Asfarinal yg biasa dipanggil Nanang. Pak 
Gubernur dan Pak Wako Sawahlunto sangat senang berdiskusi ttg tata ruang dg 
Nanang yg selalu memakai baju lurik Jawa dan berambut gondrong ini. Dia 
Pemimpin Redaksi Mjlh Indonesian Architecture (IA). Dia pernah bawa Ketua IAI 
Pusat ke Sumbar dan diskusi dg Gubernur dan Wako Bukittinggi.

Tapi sejak 1 bulan lalu dia mengundurkan diri sbg PemRed IA. Sudah dikenal baik 
diseluruh Indonesia khususnya para Arsitek. Krn stlh bbrp kali saya ajak pulang 
kampung motret2, akhirnya dia tidak bisa tidur katanya... Di kepalanya skrg yg 
ada hanya SUMBAR, MINANG, SUMBAR, MINANG, KEINDAHAN ALAM &  KEKAYAAN BUDAYA yg 
luar biasa...! Sekarang dia lagi mempersiapkan penerbitan WEST SUMATRA, the 
Travelling & Leisure Magazine. Target marketnya katanya utk luar Sumbar dan 
luar negeri, termasuk utk konsumsi Airlines. Akan dicetak di Glossy Paper...

Saya pribadi termasuk yg sangat senang dg inisiatif Nanang ini krn di majalah 
ini nanti akan lebih banyak mengandalkan foto-foto dari teman-teman, cerita 
perjalanan siapa saja yg ke Sumbar, dll. Sehingga akan semakin memotivasi lebih 
banyak lagi teman-teman yg akan memotret Sumbar lebih banyak dan lebih baik 
lagi. 

Apakah niat komersil dunsanak Nanang utk mengekspose pariwisata Sumbar ini 
tidak kita anggap lg sbg IDEALISME KEPEDULIAN thd kampung halaman...? Semua 
kita punya jawaban masing-masing sesuai batas kepekaan dan wawasan yg kita 
miliki. Dan itu sah-sah saja...:) 

Tapi dilihat dari sisi pesan Pak JK agar orang Minang bangkit lagi utk menjadi 
para Saudagar yg dulu pernah berjaya dimana-mana, rasanya niat baik ini perlu 
didukung juga oleh para Saudagar yg "telah jadi". Baa tu Dinda Firdaus...?

Utk Bu Zoer, sebelumnya saya haturkan terima kasih. Mari sama-sama kita 
perindah Ranah Minang Bu...sesuai batas kemampuan kita masing-masing. Kita 
hanya bisa bantu "sorak-sorak suok kida", palunya ada sama Pemda...

Wass,
Nofrins
www.west-sumatra.com
"biar foto yang bicara..."

Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:   Ass WW
 Dusanak Jabok, 
 Masukan nan bagus sekali, saya pernah jalan2 naik kereta api disepanjang danau 
Laussane Swiss, sampai ke Zurich. Pemandangan danaunya waktu itu mengingatkan 
saya dengan danau Singkarak, disisi yang sebelahnya peternakan sapi yang 
terawat dengan baiknya, lapangan yang menghijau dan sapinyanya yang sehat-sehat 
dan gemuk ....  Reformasi birokrasi dengan pemangkasan, birokrasi merubah 
paradigma yang selama ini menjadi penguasa dan dilayani, harus berubah menjadi 
fasilitator, menjadi pelayan dan melayani, dst ......dan optimum energi ...  
Bagus sanak buat usulan/konsep, kirim ke Gubernur Sumbar  ... Oktober 2007 akan 
ada lanjutannya, lokakarya yang diharapka mendapatkan hasil yang optimum dari 
para intelektual MInang dimanapuin berada.... 
 Saya bukan pejabat Sumbar, tapi saya seorang dosen Prof (Guru besar Pertama di 
Indonesia) dalam bidang Arsitektur Lansekap/Pertamanan, saya punya komitmen 
ingin membangun ranah Minang, dan saya cinta sekali dengan alam Minangkabau 
beserta budayanya yang spesifik itu.

Terima kasih atas tanggapan/  masukannya
 Wass
 Bu Zoer'aini
 
 

 
  
---------------------------------
  
From:  jabok <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To:  [email protected]
To:  [email protected]
Subject:  [EMAIL PROTECTED] Re: Propinsi Minangkabau
Date:  Sat, 4 Aug 2007 04:27:32 -0700 (PDT)
 

 salamualaikum pak zur...
    
   tentang sumbar..
    
   klo dalam buku heidi toeffler d third wafe... effisiensi dan efektifitas 
informasi... salah satunya tentang birokrasi, e-book, net world, minim 
structurize, etc... 
    
   dan ada yang perlu ditambhakan yakni optimum energy... 
    
   sumbar, secara geografis yg desentralistik... 
   ternyata potensi energi sumbar juga desentralistis... 
   potensi mikrohidro terbesar di indonesia... 
    
   biomass, bisa belajar dari kanada bagaimana memaksimalkan potensi hutannya 
dalam pembangkitan energi...
    
   satu usulan saya, jangan sampai ada yg membuat rumah atau bangunan ditepi 
danau atau laut... karena akan mempersulit akses kesana... untuk mempercepat 
akses maninjau bisa dengan pesawat amphibi dll...
    
   susu, seperti swiss sangat 
potensial di minangkabau, tetapi sayangnya masih susu kerbau tradisional yang 
dikonsumsi masyarakat... 
    
   sumbar bisa memilih menjadi negara maju agraris seperti swiss, dengan 
mempertimbangkan banyak hal dalam effisiensi pemanfaatan lahan untuk faktor 
industri, dll... 
    
   mungkin baru ini yang bisa saya share... semoga membantu... 
    
   salam,
   jabok

Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      


 

 http://www.biofir.com/?id=zurade
     http://www.biofir.com/zurade
    

Dusanak netter,

Pertemuan dengan Gubernur Sumbar (Minangkabau?) dan stafnya bersama tokoh 
masyarakat perantau Minang, dalam rangka memdapatkan bahan-bahan untuk membuat 
rencana jangka panjang, 25 tahun mendatang nampaknya cukup kreatif dan 
produktif. Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para hadirin


untuk memberikan masukan saran dan tanggapan dari 3 orang panelis yaitu ketua 
Gebu Minang Bapak Asril yang kawakan, pengusaha minang Sofian Wanandi dan ketua 
DPD kita G Irmani  


Tentu saja dalam menyusun Pembangunan jangka panjang pertama kali kita bicara 
konsep.   Kita membangun berbasis sumberdaya yang kita miliki yaitu sumberdaya 
alam (SDA), sumberdaya manusia (SDM) dan budaya da agama. Kita tidak punya 
banyak kekayaan seperti propinsi2 sekitar sumbar yang tadinya tergabung dalam 
propinsi Sumatera Tengah, seperti Riau, Kepri, Jambi. Tapi sumberdaya yang kita 
miliki adalah budaya, khususnya budaya dengan garis keturunan matriachat (garis 
Ibu) yang sangat terkenal itu, agama, dan View (pemandangan) yang indah. Kita 
tidak punya BBM, gas, batubarapun sudah habis, dan lainnya yang serba sedikit. 

 

Bila dilihat dari

 sumberdaya yang dominan, kelihatannya tepat sekali bila propinsi Sumbar itu 
fokus pembangunannya adalah Pariwisata, atau lengkapnya Propinsi Taman Wisata, 
atau Ekotourism, Agro Tourism, Heritage Tourism  atau apapun namanya... 
sasarannya jasa, rekreasi,   menikmati pemandangan yang indah, budaya dll semua 
aspek dapat tercover pada  Pariwisata. Banyak sekali lokasi-lokasi yang 
indah-indah, seperti ngarai Sianok, Danau Singkarak, danau Maninjau dengan 
kelok 44, jam dagang dengan janjang 40, danau kembar (Diatas dan dibawah), dan 
saya pernah lihat dari atas pesawat terbang view yang sangat menarik dari danau 
kembar itu ada satu lagi didekat danau itu agak melingkar .... belum lagi bukit 
barisan, Simabur, Gn Merap jo Gn Singgalang nan tagak manjago, dan lainnya 
masih sangat banyak lagi .....

 

Sebagus apapun pogram itu sangat tergantung kepada SDM. Kita

 punya SDM yang malu kalau ndak pandai....Perlu ada REFORMASI BIROKRASI 
(sekarang ini adalah peninggalan penjajahan dan orde baru,   sangat tidak 
sesuai karena, seharusnya pj itu adalah fasilitator bukan penguasa yang selalu 
minta dilayani)  korupsi dan KKN hapus sama sekali, penegakan hukum harus 
jalan... hal ini kan Sumbar sudah menjadi pionir dan menjai contoh bagi 
propinsi lainnya  .... Semuanya ini bias terjadi tentu melalui REFORMASI 
PENDIDIKAN, perbaikan dalam hal guru, dosen; pembelajaran dan metoda (PBM), 
kurikulum, manajemen,  dan keterbukaan ..............sehingga dapat 
menghasilkan SDM yang kreatif, produktif, inovatif, dapat bersaing, percaya 
diri, dan mempunyai kearifan lokal. Kalau sudah terwujud pantaslah propinsi 
Sumbar berganti nama menjadi propinsi   
MINANGKABAU

 

Sudah ada contoh seperti kotamdya Sawahlunto yang pernah diperbincangkan dalam 
miling kita ini, kok bisa membangun waterboom, pacuan kuda, peternakan, 
perbaikan jalan-jalan dll padahal tidak punya apa-apa. Mereka sudah mulai 
reformasi birokrasi, walikotanya tidak korupsi, punya komitmen... nah bisa kan 
membangun... Memang negeri kita ini kaya dan subur, lempar tongkat mungkin bisa 
tumbuh, kan ada lagu... "cubo-cubo mananam mumbang sia tau jadi kalapo" .. ..

 

Tarimo kasih

 http://www.biofir.com/?id=zurade
     http://www.biofir.com/zurade


 

   
---------------------------------
   Try it now! Live Search: Better results, fast 
       
---------------------------------
 Ready for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 

 


 
 




---------------------------------
 Windows Live Spaces is here!  It's easy to create your own personal Web site.
  
 


       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Sukseskan Pulang Basamo se Dunia, bulan Juni 2008.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Harap memperhatikan urgensi posting email, yang besar dari >200KB.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, tidak dianjurkan! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim 
melalui jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id&cd=US&service=groups2.
==========================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke