Keesokan harinya aku memfollow up pasien yang kini menjadi tanggung jawabku.
Terakhir aku mendatangi ibu Nurjani.
"Bu, bagaimana keadaan pagi ini?"
" Baik - baik saja Dok, tapi sampai saat ini saya belum merasakan sakit apa -
apa keluh ibu Nurjani."
"Bu, ibu nmasih ingat ga kapan terakhir kali menstruasi?"
"Yang jelas saya sudah tidak mens lagi srjak 9 bulan yang lalu, lebih lah
dok..."
"Iya.. tapi ibu ingat ga tanggal dan bulannya?"
"Wah....Kalau itu saya sudah ga ingat lagi dok, lagipula saya tidak pernah
memperhatikan tanggal berapa saya mens."
"Kenapa Bu?" tanyaku
" Boro - boro masih ingat itu dok...pekerjaan saya saja banyak, saya harus
bantu suami bekerja di ladang cabe, belum lagi bekerja di sawah orang, kalau ga
begitu, gmn kami bisa makan Dok?"
Agaknya ibu ini mau curhat padaku. Sekarang Aku paham kenapa ibu ini tidak
terlalu tampak cemas dengan keadaaannya. Seorang wanita dengan pendidikan
rendah dan ekonomi yang sangat lemah, wajar saja kalau masalah HPHT bukan
menjadi perhatiannya. Tampaknya ini menjadi tantangan, disamping memang sudah
tugasku untuk menjelaskan kepada ibu ini bagaimana keadaan yang sebenarnya.
Tapi aku harus memantapkan anamnesaku dengan ibu ini dulu, karena masih
sediklit yang kuketahui tentang ibu ini.
Ketika sedang termenung, tiba - tiba ibu Nurjaini berkata " Dok, untuk apa
sih sebenarnya saya dirawat disini, saya kan belum mau melahirkan, kalau
masalah sudah lewat waktunya, dulu saja.......waktu mengandung anak pertama
saya juga hamil 11 bulan, toh...akhirnya anak saya lahir juga, sekarang sudah
berumur 4 tahun."
" Lahirnya dimana Bu?" tanyaku.
"Ya.......di dukun kampung dok" jawab ibu itu polos
Aku tersenyum melihat ibu itu menjawab, kalau dipikir - pikir enak juga jadi
orang yang tidak berpendidikan, bisa menjawab pertanyaan orang tanpa ada beban
sedikitpun, pikirku geli.
"Hhh....saya sih sebenarnya sudah capek hamil dok....kalau bisa ini yang
terakhir, punya 3 anak saja repotnya setengah mati, apalagi mau ditambah yang
sati ini" gumam ibu itu.
Tiba- tiba aku teringat, teori posterm yang pernah kubaca, jika kubayangkan
pada kasus ibu ini, tampaknya faktor etiologi terjadi kehamilan posterm pada
ibu ini bisa terpenuhi, pertama dia juga pernah punya riwayat posterm
sebelumnya, lalu tampaknya emosi ibu ini juga turut berkontribusi terhadap
kehamilan posterm ibu ini.
" Memangnya ibu tidak pernah memakai kontrasepsi?"
" Ga boleh dok sama suami saya, kata bisa mempengaruhi hubungan saya dengan
suami", jelas ibu itu malu - malu
"Ibu ga pernah dapat penyuluhan di puskesmas daerah ibu?"
"Wah.....saya memang jarang ke puskesmas Dok, suka ga sempat"
" Anak ibu yang tarkhir berapa umurnya?" selidikku
"Baru 1 tahun, itulah dok sekarang dirumah ga ada yang ngurusinnya, Padahal
biasany dia masih menmyusu dengan saya" Keluh ibu Nurjani
Tampaknya ibu Nurjani tipe orang yang gampang bercerita, aku
harus pandai - pandai untuk mengewndalikan supaya ceritanya ga ngalor
ngidulkemana - mana. Terlintas lagi di pikiranku kalau ovulasi yang tertrunda
karena menyusui bisa juga menjadi faktor kontribusi kehamilan posterm pada ibu
ini. Tapi diagnosa posterm pada ibu ini agak susah juga kutegakkan, apalagi ibu
ini tidak ingat kapan hari pertama haid terakhirnya., padahal diagnosa posterm
ditegakkan berdasarka umur kehamilan. Susah juga punya pasien seperti ibu
Nurjani ini pikirku hampir putus asa. Sebenarnya ada sih cara lain untuk
menegakkan diagnosa ibu ini, aku tersenyum seperti sedang menemukan cahaya
dalam kegelapan
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---