Sarombongan Bundo Kanduang dengan Limpapeh Rumah nan Gadang urang Solok 
diundang ka Nagari Balando untuk pegelaran kesenian pada HUT kemerdekan tahun 
iko oleh Duber Indonesia Auto aktivitas harus ado digelintir tokoh urang awak 
juo Kesan ambo urangnyo itu kaitu juo Baa patah tumbuah hilang bahanti 

Chaidir N Latief


----- Original Message ----
From: dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, August 12, 2007 12:15:15 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Kemana Saja Seniman Minang?


Salam Merdeka.,
 
Ambo setuju jo sanak Arlen. Tanpa tampil dilayar kaca,
kesenian Minang tidak akan mati. Dimana ada perantau
Minang disejagat raya, pasti ada kesenian Minang. Saya
coba intip diluar negeri. Setiap ada pergelaran kesenian
Indonesia, tentu ada yang mewakili Sumatra dan itu yang
dipilih kesenian Minang, walalupun sekedar tari Indang
oleh anak-anak.
 
Contohnya lihat video dibawah melalui ws.com
http://west-sumatra.com/index.php?option=com_joomlaboard&Itemid=78&func=view&catid=45&id=532#532
 
Lihat anak generasi kedua membawakan lagu-lagu Minang.
 
Wassalam
ajoduta/60
 
 
 
 
C

Arlen Ara Guci <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam Parantauan,
Sekadar uneg2 saketek  bila mengkaji soal seniman Minang ini...
Masalahnya ambo pikir tak lah sesederhana apa yang kita bayangkan, dunsanak...
Seumpama kita menginginkan ada acara kesenian Minang di layar kaca secara rutin 
(kayak Ketoprak Humor misal), bukanlah mudah begitu saja. Ada program yang 
dibuat begitu oke taruhlah, tapi ia nya akan terkait dengan iklan, jam tayang 
serta tetek bengek lainnya.  sehemat sy, menawarkan suatu program tayang di 
televisi saat ini persaingannya gila-gilaan...
Jadi, setiap individu minang sy pikir tentu sangat menginginkan budaya minang 
malang melintang di layar kaca atau media apalah...tapi  ya itu tadi, 
masalahnya tidak sesederhana apa yang ada di pikiran kita. banyak hal dan 
faktor yang perlu kita tengok.
soal kreativitas seniman, takkan pernah mati! walau pun para seniornya  telah 
pula ada yang meninggal, tapi percayalah, sejarah telah mengata, budaya minang 
itu dinamis, ia nya akan kekal seiring perjalanan jaman...percaya dech....
sekian sementara
pecinta lagu2 minang
 


Fadli ZF <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Masalahnya saya juga belum bisa apa-apa selain sumbang ide.
Saat  ini saya lihat, seniman2 kita terasyik masyuk dengan karya-karya idealis 
yang segmented (misalnya tarian khusus, modifikasi musik minang).
Padahal karya populer bisa menjadi sarana kampanye kebudayaan.



--- In [EMAIL PROTECTED], chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Fadli yang baik
> 
> Mulai dengan kecewa boleh saja Tapi dengan kecewa saja tidak memberi solusi 
> Orang sekarang berbuat Kalau ada IDE ajak kawan kawan Baa sampai TERLASANA 
> Toh orang lain jalan juga Kini kota kota kecilpun bangun Jember baru baru ini 
> muncul Seniman muncur dari daerah daerah kecil Kota kota kecil di Jawa muncul 
> dengan macam macam acara Dirantau indak saketek nan jagoan 
> 
> Chaidir N Latief
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Fadli ZF [EMAIL PROTECTED]
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, August 9, 2007 1:17:04 PM
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Kemana Saja Seniman Minang?
> 
> 
> Sangat Kecewa! Itulah ungkapan pertama saya dalam postingan ini. Apa pasal? 
> Tidak lain tidak bukan karena saya amatlah kesal melihat ketertinggalan para 
> seniman kita dalam menjajah televisi swasta nasional. Bolehlah saya maklum 
> jika setiap akhir pekan dimasa yang lampau kita disuguhi kesenian Jawa, Sunda 
> dan Betawi dalam bentuk seni pertunjukan semacam Ketoprak Humor, Ludruk 
> Glamor, Srimulat, Wayang Kulit, Wayang Orang, Wayang Golek si Cepot dan 
> Lenong serta Topeng Betawi. Namun melihat ekspansi sekarang oleh etnis Batak 
> yang sekarang punya acara 2 jam O Tano Batak di Indosiar, saya-saya 
> benar-benar kecewa dengan Seniman Minang yang katanya tidak mau disebut kalah 
> kreatif. Padahal di media-media televisi swasta itu amatlah banyak 
> petingginya yang orang Minang, masa minta jatah sejam seminggu saja tidak 
> bisa.
> Saya teringat masa-masa kejayaan Serial Sitti Nurbaya dan Sengsara Membawa 
> Nikmat ditahun 1990-an (saat itu saya masih kelas 3 SD). Dan sempat pula 
> dihadirkan oleh Sinetron Malin Kundang beberapa tahun lalu. Namun dalam hal 
> kesenian tradisional versi elektronik kita kalah pamor (kalau tidak akan 
> menyebut tak dikenali).
> Kalangan skeptis diantara seniman urang awak akan berkilah, apa yang akan 
> kita jual. Kalau saya balik menjawabnya dengan, "menurut Anda apa yang mereka 
> jual?". Kata kuncinya adalah revitalisasi dan modifikasi tanpa kehilangan 
> arwahnya sama sekali. Itulah yang kelompok-kelompok seniman Jawa, Sunda dan 
> Betawi lakukan.
> Apakah para pembaca pernah mendengar lakon Lareh Simawang? Sekitar tahun 2003 
> lakon ini dipopulerkan dipentas nasional oleh salah satu grup kesenian dari 
> Padang yang sejatinya hanya murid-murid sebuah SMK di Padang. Anda bisa 
> bayangkan potensialitas mereka?
> Cuma kenapa hanya sebatas itu? OK, disini saya tidak akan menyalahkan 
> siapa-siapa. Saat ini saya akan mengajak dan memberi solusi. Dimata saya 
> masyarakat Minang punya banyak bahan seni pertunjukan dengan latar belakang 
> kisah romantisme perantau. Cerita-cerita ini bisa dikembangkan menjadi Opera 
> Modern dengan tetap mengambil ruh Randai, Indang, Saluang dan Gamad.
> Saya membayangkan bentuknya sebagai opera/drama/ketoprak dengan lakon 
> berpakaian sehari-hari Minang era 1920-an, berbahasa Indonesia halus (Melayu 
> Tinggi), bergurau dengan tingkat intelektualitas tinggi dan berkisah tentang 
> romantisme yang dibumbui konflik keluarga dan perantauan. Dalam setiap 
> pertunjukan diselipkan lagu-lagu Minang kontemporer yang dinyanyikan langsung 
> oleh pelakon atau secara lyp sing.
> Contoh :
> Adegan 1 : (Setting Tahun 1960-an)
> Seorang gadis meratap di pelabuhan mengenang kekasihnya yang masih belum 
> mengirimkan kabar. Setelah kira-kira 2 menit monolog, gadis ini menyanyikan 
> lagu Uda Zainuddin yang pernah dipopulerkan Betharia Sonata tahun 1980-an. 
> Cerita berlanjut dengan mengisahkan perjuangan sang kekasih yang ternyata 
> hidup melarat dirantau. Dalam salah satu adegan pelakon pria ini menyanyikan 
> lagu Alah Kabaa ko Mai yang pernah dipopulerkan Elly Kasim.
> Adegan 2 :
> Gadis yang ditinggal pergi ternyata diinginkan oleh seorang pemuda dikampung 
> yang dengan segala cara berusaha memutuskan tali kesetiaan sang gadis dengan 
> kekasihnya di rantau. Pada stage ini bagus juga diselipkan lagu Gasiang 
> Tangkurak.
> Secara Keseluruhan dialog dalam Bahasa Indonesia dan Nyanyian tetap dalam 
> Bahaso Minang.
> Mengingat saya sendiri bukan seniman, saya hanya bisa mengkhayal suatu hari 
> nanti pada akhir pekan saya dapat menyaksikan adegan-adegan diatas dilayar 
> televisi swasta walaupun hanya satu jam. Operanya secara live mungkin bisa 
> dipentaskan di Gedung Kesenian Djakarta (tempat gumarang manggung dahulu) 
> atau di Taman Ismail Marzuki.
> 
> Salam dan Selamat Berkarya.
> Jangan Pernah Berhenti Bermimpi!
> [Fadli ZF ]
> 
> Pesan Sponsor
> Telah terkumpul hampir 150 lirik lagu di http://laguminanglamo.wordpress.com  
> Siapa menyusul menyumbangkan lirik untuk project bersama ini? 


Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!









       
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke