Kalau ndak salah di koran Singgalang tahun 70an ado juo cerbung Si
Bunian karya A. Damhuri, nan mancuritokan perkawinan lelaki Minang jo
rang Bunian itu. Bagaimana teman si lelaki yang diajak makan siang
sepulang shalat Jumat kerumah si istri yang orang bunian, menjadi hijau
matanya melihat dihalaman rumah berserakan pitih-rimih (coin uang). Tapi
sesudah keluar areal Bunian pitih-rimih menjadi krekel lagi.
 
Ada juga kelompok tertentu yang menjadi panangga ( sebelah badan
terpotong, dia meloncat-loncat mencari orang yang sedang membuat
rendang). Kalau ado randang nan pucek karano ado bumbu yang kurang acok
dicemeehkan sebagai yang  alah  di isok panangga. Konon kabarnya ada
juga yang usil, potongan badan yang tertinggal dirumah ditusuk dengan
saga- anau, sehingga menjelang pagi hari waktu badannya mau menyatu
kembali menjadi sakit semuanya karena sudah tertusuk saga tsb. Terpaksa
menunggu  sampai hari malam kembali untuk melepaskannya.  Seharian dia
terpaksa  berkurung saja dikamar.
 
Ada yang namanya hantu paburu  yang berambut panjang dan keluar pada
waktu tertentu..... bahkan untuk suku tertentu ada yang bangkit kembali
sesudah sekian hari dikubur . Ini dikampung kami disebut sebagai :
PANJADIAN,  ada yang berupa wajah aslinya tapi sambil menyeret kain
kapan ada juga yang sudah berwajah seperti harimau.  Pada waktu tertentu
"sang harimau" ini menjenguk keturunan nya yang bisa saja bermukim
ratusan kilometer dari kampungnya. Saat reuni itu yang  biasanya terjadi
semasa lebaran haji sudah disiapkan makanan kesukaan almarhum. Pertemuan
ini menjadi cukup memilukan karena biasanya kedua belah pihak
mengeluarkan air mata pelepas rindu
 
Yang lumayan bagus adalah yang bisa mendeteksi terjadinya tindak
pencurian dirumah atau kebunnya. Pencuri tidak bisa jauh dari TKP, hanya
berputar-putar disekitar itu saja. Besok pagi sesudah pundaknya ditepuk
tetua tsb barulah dia menghentikan larinya. Biasanya langsung
terduduk... tapurangah kecapean...dan malunya...lagi  

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Mantari Sutan
Sent: Tuesday, August 14, 2007 1:50 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Bigau


Cerita-cerita si Bigau, Urang Bunian, Dukun Palasik dan seterusnya perlu
kita lestarikan.  Biar generasi muda, anak cucu kita kelak masih bisa
mendengarkan legenda ini.  Kalau perlu kita masukkan ke kurikulum muatan
lokal di sekolah-sekolah.  Kalau perlu cerita ini, kita angkat menjadi
sebuah tontonan layar kaca.  Minimal pembanding cerita horor urban
sejenis Hantu Jeruk Purut, Bangku Kosong atau Suster Ngesot.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke