Assalamu alaikum, 

Dunsanak sadonyo,

mahota ttg asal usul orang minang, memang telah menjadi bagaikan cerita 
misterius yg berselimut kabut, 
indak ado habih2 nyo.
 
Manyimak teori puzzle dari Fadli ttg asal usul orang Minang, menarik juo dan 
bisa masuk akal juo asumsi tersebut.

Berdasar pada asumsi tersebut, dimana orang minang dasarnya adalah kaum 
perantau juga, bukan penduduk asli sumatera,spt orang batak , nias, sakai atau 
kubu.
( karena itulah awalnya orang minang lebih maju daripada etnis2 tsb , tapi saat 
ini sudah kesalip oleh orang batak yg telah tercerahkan juga )

Sebagai perantau ( nomaden siklus panjang) , maka orang minang akan terus 
menyebar, pergi merantau lagi , membuat komunitas di daerah rantau, seperti 
komunitas minang di negeri sembilan Malaysia.

Kemungkinan besar, orang2 minang yg merantau ke luar daerah minang, ke berbagai 
daerah di Indonesia atau ke luar negeri, mereka akan membangun komunitas 
tersendiri di sana. 
Hanya sebagian kecil yg akan kembali ke ranah minang ( melebur lagi dg 
komunitas orang minang di tempat asalnya ).

Sehingga akan terbentuk 2 pola komunitas, minang di ranah minang dan minang di 
rantau, yg kemungkinan besar akan susah utk bisa bersatu.

Komunitas minang di ranah, berdasarkan dg populasi penduduknya yang ada, akan 
mengembangkan karakter sosial budaya tersendiri, yg akan berubah dari pola awal 
nya.
Komunitas minang rantau, selalu ingin melihat minang sebagaimana dulu dia 
berdiam di sana ( pola awal ) , padahal kondisi telah berubah, sebagaimana 
dikembangkan oleh orang minang di ranah minang sendiri .

Karena itu agak susah utk bisa sejalan lagi, hidup bersama dalam satu komunitas 
lagi, antara minang di ranah dan minang di rantau.

Berdasar asumsi historis tersebut, di masa depan kemungkinan akan terbentuk 2 
komunitas baru ; minang ranah dan minang rantau.

Minang rantau, bisa berasimilasi dg budaya tempat ia berada, akan mengembangkan 
budaya tersendiri, spt komunitas minang di negeri sembilan, Malaysia.

Demikian sekedar lamunan singkat ambo dari tangah keheningan kebun teh , 
gunung Malabar, bandung selatan 

Hendra Messa ( 38 )
http://hdmessa.wordpress.com

---------------------------------
Wrote by Fadli
Re : Darimana Asal Nenek Moyang Orang Minang?

Dimano asa titiak palito
Dibaliak telong nan batali
Dari mano asa niniak kito
Dari ateh gunuang marapi
Sebait pantun diatas lama kita kenal sebagai konstitusi dasar warga
masyarakat yang mengaku orang Minang yang mendiami wilayah Minangkabau.
Sejak dari buku-buku tambo sampai pemutakhiran metode lewat buku
pelajaran Budaya Alam Minangkabau di sekolah-sekolah negeri, ajaran
resmi ini telah disebarluaskan. Kita sebagai orang Minang akan sangat
dengan mudahnya tersinggung jikalau ada yang latah mengungkit-ngungkit
soal nenek moyang kita yang tidak jelas, apalagi kalau ada yang
"kurang ajar" menggugat kesakralan mitos sebagai keturunan asli
dari Maharaja Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung).
Namun pada kenyataannya kaum pendukung (walaupun banyak yang
irrasional), kaum penentang (yg banyak emosional) serta kaum moderat
(yang tidak punya pendirian) sama-sama pula banyaknya. Gerakan neo
revivalis tampak diusung saudara Es Ito (  <http://esito.wordpress.com/>dalam 
novel anyarnya yang berjudul
Negara Kelima. Sadar akan kondisi itu saya tergelitik untuk menulis
tulisan ini. Bukan untuk tujuan apa-apa dan bukan untuk mempengaruhi
siapa-siapa, namun untuk memperkenalkan suatu metode yang saya sebut
metode puzzle.  Perlu dicatat, mungkin bukan hanya saya saja yang pernah
berpikir seperti ini. Dan lebih perlu dicatat lagi, saya bukanlah ahli
sejarah. Kalau anda mencari ahli sejarah, bak kata Fauzi Bowo,
"serahkanlah kepada ahlinya" yaitu bapak Professor Taufik
Abdullah.
OK, dalam metode ini atau katakanlah metodologi, saya banyak
bersinggungan dengan serpihan fakta-fakta antropologi, yang akan saya
sajikan berikut :
    1. Kalau Anda cermat memperhatikan, orang Minang      itu sangat
beragam ciri fisiknya, namun secara umum, rata-rata bercirikan      Asia
Selatan (Orang Pesisiran Pariaman, Padang, Pasaman Barat, Ranah     
Pasisia), Asia Timur (Orang Luhak Nan Tigo, Pasaman, Solok, Alam Surambi
Sungai Pagu, Kurinci) dan Asia Tenggara/Melayu (Orang Rantau Timur,
Riau,      Sawahlunto, Sijunjuang). Kalau Anda pernah berkunjung ke
Srilanka, Tamil      Nadu, Madras dan wilayah Benggala, Anda akan merasa
mudah bersua dengan      wajah-wajah yang akrab dengan Anda di wilayah
Pariaman atau Padang. Kalau      Anda sering bertandang ke Filipina atau
Thailand, mungkin pula Anda      akan menyangka bertemu salah-satu
kenalan Anda yang asal Bukittinggi.      Begitu pula jika Anda pernah
berkunjung ke Semenanjung atau Sarawak.
    2. Pada masa penjajahan Kerajaan Pagaruyung Hindu      (1347-1450)
rata-rata prasasti ditulis dalam dua bahasa, yang terlihat dari      dua
jenis aksara yang dipakai. Yaitu aksara pallawa berbahasa sansekerta
(bahasa resmi Kerajaan Singasari/Majapahit) dan satunya lagi aksara
India      Selatan yang sering ditemui dalam prasasti-prasasti terkait
penyebaran agama      Buddha. Adakah perlu dibuat prasasti dalam suatu
bahasa (India Selatan)      jika tidak ada pembacanya?
    3. Sebagaimana kita ketahui, gelar-gelar para      nenek moyang itu
seperti Maharaja Diraja, Cati Bilang Pandai, Harimau      Campa dan
lain-lain sangat beraroma daerah asalnya yaitu India Selatan,      Siam
dan Tiongkok.
    4. Layak juga Anda ketahui, ekspedisi penaklukan      Kerajaan
Macedonia ke      dunia timur berakhir dengan keputusan tidak bulat pada
tahun 327 SM di      tepian sungai Hypasin (sungai Indus).      Sungai
ini sekarang berada didekat perbatasan Pakistan-India. Tentara Macedonia
yang dalam perjalanannya berubah menjadi laskar multirasial (tidak     
semuanya orang Macedonia/Yunani asli) tidak semuanya mengikut perintah
Iskandar Zulkarnain untuk menghentikan ekspedisi penaklukan ke timur.
Beberapa faksi dengan tetap membawa panji-panji kehormatan Iskandar     
Zulkarnain meneruskan perjalanan menyusuri pesisiran pantai Malabar
India,      sampai India Selatan dan Srilanka, bahkan ada pula yang
menyeberangi laut      ke selatan sehingga sampai di Sumatra, seperti
wilayah Pantai Barat dan      Aceh. Jamak diketahui, penduduk Aceh
sejatinya adalah pendatang dari India      Selatan juga (kebanyakan dari
Madras).
    5. Pada masa permulaan abad masehi (tahun 1)      sampai beberapa
abad kemudian, di India Selatan berkuasa kerajaan Cola      Mandala yang
pengaruhnya sampai ke Srilanka, Siam (Thailand), Myanmar dan      tentu
saja Sumatra. Pada saat bersamaan, kerajaan-kerajaan besar di Indonesia
seperti Sriwijaya baru saja tumbuh. Imigran India Selatan banyak yang
menyebar sampai Sumatra, terutama Aceh      dan Pantai Barat. Pantai
Barat adalah wilayah internasional yang ramai      (untuk ukuran masa
itu).
    6. Kalau dikait-kaitkan antara fakta sejarah      Kerajaan Pagaruyung
Hindu (masa Adytiawarman yang dikenal sebagai Dang      Tuanku) dengan
tokoh-tokoh dalam tambo, dengan asumsi tambo benar, maka      selisih
waktu antara Adityawarman dan Para niniak yang turun dari Gunung     
Marapi tidak akan lebih dari seribu tahun. Sehingga dengan asumsi itu,
bisa diramal tahun turunnya niniak kita itu sekitar tahun 300-400 M.
    7. Suku Chaniago ada yang mengatakan berasal dari      kata Cino
Niago, atau orang Cino yang pandai berniaga. Sedangkan suku Bodi,     
tentu sangat erat dengan kata Boddhi (Bodhisatwa) yang lekat dengan
ajaran      Buddha dari India.
    8. Tahun 1550-an (berdasarkan buku Plakat Panjang),      seorang
utusan Portugis yang bertualang ke pedalaman Minangkabau, kaget     
melihat kemajuan pertanian dan tata kelola sistem pertanian di daerah
pedalaman Sumatra, yang menurutnya sangat maju, mirip dengan yang     
dilakukan orang-orang berperadaban tinggi.
    9. Di Pariaman, sampai saat ini masih berlaku      adat Uang Jemputan
yang ternyata ditemukan pula di beberapa negara bagian      di India.
   10. Di daerah Kerala, Tamil Nadu, India.      Ditemukan komunitas yang
menganut matrilineal sekaligus mengaku keturunan      Iskandar
Zulkarnain juga.

OK, setelah memaparkan 10 serpihan fakta ini, menurut saya pembaca sudah
dapat mengira-ngira kemana arah kesimpulan akan saya bawa. Namun, disini
saya tidak akan latah mengambil kesimpulan. Alih-alih saya akan
menyajikan hipotesa.
Hipotesa Saya :
Nenek Moyang orang Minangkabau adalah, imigran dari India Selatan (yang
sebagiannya merupakan sisa-sisa laskar Macedonia yang mengembara ke
timur), China Selatan, Siam dan Melayu yang kemudian bersepakat
bersinergi dan mensintesis kebudayaannya secara demokratis yang akhirnya
melahirkan satu kebudayaan baru (dengan sejarah baru yang disepakati).
Kebudayaan Minangkabau sejatinya juga merupakan salah satu kebudayaaan
Hellenisme (Kebudayaan Hasil Sintesa Barat dan Timur).
Sempat terjadi gangguan terhadap kestabilan kebudayaan mereka oleh
invasi Singasari/Majapahit pada era kerajaan Pagaruyung Hindu, namun
mereka berhasil menghapus dari sejarah, fakta politik zaman mereka di
jajah itu. Mereka sengaja menurunkan sejarah yang disepakati dengan
tradisi Lisan, dan memusnahkan semua bukti-bukti sejarah invasi
Singasari/Majapahit lewat kerajaan Pagaruyung Hindu. Mereka pada
akhirnya setelah Peperangan Saruaso, mengembalikan sistem politik
federalnya dengan melucuti kekuasaan penerus Pagaruyung Hindu sampai
tingkat simbolis saja.
Karena itu, sekarang ini sangat mudah kita temui Orang Minang yang
dengan gampangnya kawin mawin dengan suku bangsa lain serta hobi
merantau. Itu semua karena  darah kosmopolitan yang mereka warisi sejak
berabad-abad silam, sehingga mereka tidak akan takut dengan globalisasi
yang menjadi hantu bagi komunitas lain.

Sekian,
Salam Hangat
Fadli ZF


      
____________________________________________________________________________________
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the 
Yahoo! Auto Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/ 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke