Waalaikum Salam Wr Wb bapak Suheimi yth
Makasih atas tanggapan dan masukkan dari bapak. Wah tersanjung rasanya.
Alhamdulillah.
Hanifah mau juga bisa nulis kayak bapak.
Kalau nulis cerita kan harus banyak kosa katanya, itu bagi hanifah susah
sekali. Hanifah ingat ketika di SD dulu, kalau ujian bahasa indonesia di
lengkapai ujian mengarang, paling tinggi nilai di rapor untuk BI adalah tujuh,
sering juga dapat angka 6 he he he. Kalau membaca cerita, dari kecil hanifah
sudah biasa. Kadang pinjam di sekolah, kadang sewa, atau pinjam ke teman2.
Kalau puisi kosakatanya bisa lebih irit, tapi hanifah belum begitu pandai
memilih kata-kata yang tepat. Masih kepanjangan kata-kata yang dipilih untuk
membentuk kalimat.
Puisi yang hanifah tulis untuk Almarhum Reza dulu, di tulis dengan sepenuh
hati dan tidak ada gangguan. Kata teman yang baca... " jadi merinding " .
Bapak doakanlah ya biar semangat hanifah untuk belajar tidak luntur. Amin
Wassalam
Hanifah Damanhuri
suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass WW
Bakat dan kemauan yg terpendam dalam diri Hanifah luar biasa
Dengan jelas kita bisa membaca makna dan pesan serta misi dari sentuhan
puisi itu
Terus dan kembangkanlah bakat yg tak semua dimiliki orang.
Puisi yg baik akan di tulis oleh yg mengalami peristiwa itu dan menuliskan
kejadian dan mengikut sertan perasaan . Bila satu puisi atau tulisan ditulis dg
perasaan maka sipembacapun akan membaca dg perasaan dan akan merasa, apa yg
dirasa oleh penulis.
Bila si penulis sampai meneteskan air mata dalam mengungkapkan yg
dirasakannya, maka si pembacapun akan berlinang matanya sewaktu membaca
tulisan itu
Selamat dan kembangkan terus bakat dalam mutiara yg terpendam ini
salam teriring do'a
K Suheimi
hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Nah ilmu itu yang uni kali belum tau banyak. Bagi dong
Contohkan saja untuk TARAM tersebut. seperti apa yang sebaiknya.
Mudah-mudahan dengan begitu uni bisa mengambil pelajaran.
Salam
Hasnifah.
NB. tentang INTI dan Pinjaram kemaren bagaimana ? Kayaknya memang beluim ada
indfahnya. Yang indah hanyalah kenangannya saja
Damhuri Muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
He3. Terimakasih puisinya uni. Aha, jadi ingat kampung awak dibuatnya.
Tp, menurut pembacaan saya (bahasa Indonesia saja ya), puisi Uni belum
menerobos masuk ke ke dalam lorong metafiksi yang sesungguhnya. Ibarat orang
mau masuk ke dalam gua, puisi itu masih asik bermain di mulut gua dan enggan
untuk merangsek ke kedalaman yang lebih menukik. Nalar puitiknya juga belum
terasa.
salam,
DM
hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
BUKIT SANGGUL TARAM
Begitu mendengar nama Taram
Ingatanku melayang ke masa SMP
Masa remaja yang indah sekali
Ketika itu aku aktif jadi Pramuka
" Kita akan berkemah di Payakumbuh "
Begitu kata guru Pembina pramuka ku ketika itu
Dengan semangat yang menyala
Kusiapkan segala keperluan berkemah
Tak lupa kubawa baju renang
Siapa tau bisa berenang di Batang Tabik
Pagi itu aku sudah berseragam lengkap
Pakai peci, pakai kacu, ransel di punggung
Tidak lupa membawa tongkat pramuka dan tali
Aku rasakan semangat patriot mengalir di tubuhku
Ketika pamitan ke mama aku bisikkan
" Kalau sudah besar aku mau jadi POLWAN "
Kulihat mamaku jadi gusar
Kutinggalkan:
Kamarku yang luas
Kasurku yang empuk
Selimut cap angsaku yang hangat
Tabek Gadang Sungai Tanang
Lapangan Volli ....
Di sekolah kulihat oto Prah
Yang akan membawa kami ke Payakumbuh
Berebut kami naik ke oto Prah
Kami nikmati perjalanan
Seperti lazimnya anak pramuka
Lokasi perkemahan berada dilapangan Taram
Air sebagai sumber kehidupan mudah didapat
Tak jauh dari lapangan
Berdiri dengan kokok sebuah bukit
Bukit yang bentuknya seperti sanggul
Namanya Bukit Sanggul
Bukit Sanggul
Walau tidak tinggi
Tapi tidak mudah untuk di daki
Terlalu terjal untukku
Hari itu kami menjelajah
Rute yang akan dilalui ada pada bahasa sandi
Sandi tersebut kadang disembunyikan
Tugas kami menemukannya
Pemandangan sepanjang jalan sangat indah
Kiri kanan sawah membentang
Ketika sudah jauh berjalan
Kutolehkan kembali pandangan ke belakang
Ke arena perkemahan
Duh.... Bukit Sanggul
Sangat indah dari kejauhan
Bukit Sanggul Taram
Ku ingat gemuruhnya tepuk pramuka disana
Merdunya nyanyian api unggun
" Geeeeemmmaaaaaa, gemaa indaah di angkasaaaaaaaaaa "
Berbagai atraksi dan nyanyian tak henti sampai api padam
Ingat juga janji pada Indonesia
" Kamiiii jaaadiiii paaaannnduuuumuuuu "
Bengkulu, 20 Agustus 2007
Hanifah Damanhuri
NB: Mamak Mufni yth, pa kabar?
Setiap hanifah nulis puisi
Hanifah selalu ingat mamak Mufni dan bunda
Kadang hanifah suka tersenyum sendiri waktu ingat puisi " Cerita kita"
Puisi ini hanifah tulis untuk mamak Damhuri rang Taram (pengarang BIGAU dll)
Berharap mamak Damhuri mau membantu mengkritiknya. seperti bunda dulu.
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---