http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/23/sumbagut/3781072.htm


Lubang Jepang yang Masih Misteri



Ada tiga misteri yang masih melingkupi Lubang Jepang, tepatnya terowongan
buatan Jepang yang terletak dalam bukit kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi,
Sumatera Barat. Pertama, ke mana tanah galian pengerukan bukit dibuang.
Kedua, berapa banyak romusa Indonesia yang menggarap dan mati di dalamnya.
Dan, ketiga, bagaimana riwayat hidup Seiko Sakikankaka, yang oleh penduduk
setempat disebut Jenderal Watanabe, yang diduga menjadi arsitek dan pemimpin
markas Jepang dalam terowongan di bukit Sianok itu.

Lubang Jepang, yang sejak tahun 1986 dibuka sebagai obyek wisata, berada di
kedalaman 40 meter di perut bumi. Terowongan sepanjang 1.470 meter itu
memiliki 21 ruangan dan enam pintu darurat. Enam ruangan bawah tanah
dijadikan gudang amunisi, dua ruang makan romusa, sebuah ruang sidang, dan
12 ruang barak militer.

Satu ruang yang biasa digunakan untuk dapur juga dijadikan tempat menghabisi
romusa. Di ruangan itu ada dua lubang besar, satu di bawah dan satu di
langit-langit. Lubang di bawah bermuara ke Sungai Ngarai Sianok, yang diduga
menjadi jalan pembuangan romusa ke Sungai Ngarai Sianok.

Sementara lubang di atas menuju udara bebas. Dari lubang itu tentara Jepang
memata-matai aktivitas penduduk. Jika ada penduduk lewat membawa hasil bumi,
bisa dipastikan akan hilang disergap dan dibawa masuk ke goa. Penduduk bisa
dihabisi atau dikirim ke daerah lain untuk menjadi romusa.

Rasanya bergidik menyusuri terowongan panjang yang dingin itu meskipun saat
ini terang benderang karena sinar lampu neon hasil pemugaran tahun 2004.
Sejarah kekejaman seolah berada di depan mata dan dinding terowongan adalah
saksi bisunya.

Saat ditemukan penduduk pada tahun 1946, terowongan dipenuhi kerangka
manusia yang berserakan. Diduga, kerangka para romusa yang didatangkan
Jepang dari daerah lain. Oleh masyarakat dan pemerintah daerah, kerangka itu
dikumpulkan dan sempat dikuburkan di dalam goa. Namun, sebelum terowongan
dibuka untuk umum, kerangka dipindahkan ke taman makam pahlawan.

Di Kota Bukittinggi sendiri, Jepang membangun sekitar 5,9 kilometer
terowongan. Selain di Bukit Sianok, terowongan ditemukan di bawah Jam
Gadang, Benteng Vor de Kock, Bukit Cangang, dan Lapangan Bandara Gadut.
Obsesi Jepang memenangi Perang Asia Timur Raya menjadi motivasi membangun
benteng persembunyian di bawah tanah.

Ade (24), yang menjadi pemandu wisata, mengatakan, di depan pintu masuk goa
pernah dibuat relief kekejaman tentara Jepang kepada romusa. Suatu ketika,
pejabat Jepang datang melihat terowongan itu. Ia merasa malu dan meminta
relief itu dihapus.

Saat ini 36 warga setempat berprofesi sebagai pemandu wisata seperti Ade,
mulai dari orang dewasa, pemuda, hingga pelajar. Mereka mengorganisasi diri
menjadi pemandu dengan tarif sesuai dengan yang diberikan tamu. Roy (26),
pemandu di Ngarai Sianok, mengatakan, mereka berharap pemerintah ikut
memerhatikan nasib mereka dengan mengangkat mereka sebagai pegawai honorer
pemerintah.

Saat gempa mengguncang Sumatera Barat awal Maret lalu, terowongan Jepang itu
tetap utuh meskipun Ngarai Sianok runtuh dan longsor. Banyak pengunjung
mengaku sedih melihat Ngarai Sianok kini berwarna putih dan kurang elok.

Banyak pengunjung yang juga menyayangkan disemprotnya dinding terowongan,
khususnya di bagian depan, dengan semen pada pemugaran tahun 2004. Dinding
terowongan yang berlapis semen menjadikan hawa dalam terowongan tidak sejuk
lagi, rasanya lebih nyaman berada dalam terowongan yang belum berdinding
semen.

Pemerintah Kota Bukittinggi berencana membangun ruangan dalam terowongan itu
untuk dijadikan ruang pameran, ruang teater, kafe, dan sarana hiburan lain.
Meskipun hendak dibangun, banyak orang berharap sejarah tidak dilupakan dan
kelestarian destinasi wisata itu tetap terjaga. (wsi)






-- 
Z Chaniago - Palai Rinuak - Kaganti sawah jo ladang

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke