Assalamu'alaykum wr.wb
Harus diakui bahwa kemauan berdagang pemuda-pemuda ini minang
sangat menurun, sifat entrepreuneur yang menjadikan
pedagang dulu menjadi sukses tidak dimiliki.
Hal ini memang disebabkan karena pengaruh budaya yang berkembang
, panutan pemuda terhadap contoh orang yang sukses, kalau kita
perhatikan di televisi orang yang sukses yang berpakaian rapi dan
berdasi, membawa tas koper, mengendarai sedan. Citra itu tidaklah
menunjukkan kepada pedagang yang kehidupan sehari-harinya di
pasar, berpeluh, walaupun sebetulnya pendapatan seorang manager
di perusahaan menengah lebih rendah dengan rata-rata pedagang di
Tanah Abang.
Saya pernah mendengar juga cerita bahwa kenapa regenerasi gagal
dilakukan, orang-orang yang sukses berdagang di pasar,
berkeluarga memilki anak, dikuliahkan sampai tamat menjadi
sarjana, sang anak tidak mau lagi mengikuti jejak ayahnya karena
merasa gengsi dan lebih cenderung memilih kerja dikantor walaupun
dengan pendapatan sangat minim.
Karena tidak ada yang meneruskan usaha jadilah toko itu disewakan
ditempkan oleh orang lain sehingga berkurang juga orang minang
yang berdagang.
Sikap negatif seperti ini tidak hanya dimiliki orang muda tapi
juga para orang tua, dulu salah teman saya yang selesai kuliah,
dimarahi oleh orang tuanya karena berjualan menjadi trader
membawa bawang dari Brebes lalu menjualnya ke pasar induk
Jakarta, orang tuanya mengatakan kalau cuma seperti itu kerjanya,
tak perlulah sekolah tinggi-tinggi. Sang teman akhirnya memilih
kerja di kantoran walaupun gajinya lebih rendah ketimbang ia
berdagang.
Penganguran yang sekarang terjadi bukan saja karena memang
lapangan kerja yang sedikit tetapi juga kebanyakan orang-orang
yang lulus atau tamat kuliah lebih cenderung memilih jenis
pekerjaan, terutama terpaku pada status pegawai, bekerja dikantor
perusahaan swasta atau pemerintah, lebih memilih menganggur
ketimbang berjualan koran, malu dengan status sarjana, lebih suka
dirumah ketimbang berusaha menjual ketupat sayur. Penghargaan
atas hasil keringat sendiri tidak dipandang mulia.
Bagaimana etos dagang itu diminati oleh anak-anak muda ?
Sebelum itu terlebih dahulu sikap pemerintah yang harus
mempermudah orang berusaha, dari segi perijinan, sampai pada
peruntukkan lokasi.
Jangan terburu-buru untuk mengusir para pedagang kaki lima karena
alasan kebersihan dan keindahan kota, jangan menggusur pasar
tradisional dan menggantinya dengan mall-mall atau supermarket
untuk bisa dianggap sebagai kota modern.
Bahwa kekuatan ekonomi lebih baik dimiliki atau dipegang oleh
banyak orang ketimbang oleh segelintir orang.
Hal lain yang mempengaruhi sifat dan etos kerja ialah banyaknya
program-program hadiah, undian atau kuis-kuis yang di tayangkan
di media elektronik.
Kuis-kuis berhadiah milyaran, dengan melakukan sesuatu yang
'gampang', menjawab pertanyaan atau melaksanakan suatu perintah
bisa dalam sekejap memperoleh imbalan yang luar biasa, acara ini
hanya akan melemahkan semangat usaha berdagang dan menanamkan
mimpi kepada masyarakat.
Bagaimana bila acara ini ditonton oleh tukang baso, tukang
gado-gado, pemilik warung kecil yang untuk mendapatkan keuntunga
ribuan rupiah saja harus berterik panas, menunggu pelanggan,
bukankah artinya program-program seperti itu melecehkan pekerjaan
mereka.
Oleh karena itu pemerintah harus membawa masyarakat dalam
kehidupan yang realistis, jangan menaburkan mimpi-mimpi
lewat program-program televisi, haruslah mengontrol dan menghilangkan
program atau acara yang berdampak menimbulkan kecemburuan sosial
dan melemahkan semangat bekerja dan berwira usaha, dijaman orde
baru saja orang kaya tidak dapat seenaknya mempertontonkan
kekayaannya, juga masih terdapa sensor iklan-iklan yang berbau
kemewahan.
Sebaliknya juga pemerintah melalui media televisi memberikan dan
membuat program penghargaan terhadap orang-orang yang mandiri
,tangguh dan tekun dalam melaksanakan profesi berdagang, bukan
saja karena pembayaran pajak, tapi karena etos kerja yang
dimiliki dalam menyumbangkan perekonomian bangsa
Wassalamu'alaykum wr.wb
Arnoldison
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---