Assalamu'alaikum wr wb,

Bagi yang sempat mengamati perkembangan kota Padang belakangan ini - terutama 
disekitar daerah Pecinan, tampak banyak perubahan dengan banyaknya bangunan / 
asset pengusaha China yang di renovasi / upgrade dan dibangun baru. Tampaknya 
para pengusaha China telah membaca situasi dan kesempatan yang terbuka dengan 
dengan berkembangnya ekonomi didaerah. Mungkin bagi sebagian dari pengusaha 
kita sudah membaca juga kondisi ini dan beberapa dari mereka mulai kembali dan 
berusaha sambil membangun kampung. 

Apabila kita amati perkembangan yang ada saat ini, otonomi daerah sudah 
menghasilkan banyak perubahan di beberapa daerah termasuk di Padang dan Sumbar. 
Dikota besar lainnya di Sumatra, misalnya di Palembang, perkembangan berjalan 
lebih pesat. Kesadaran sosial untuk memajukan pariwisata meningkat dengan baik, 
sungai Musi menjadi ikon wisata kota Palembang. Dermaga Kuto Besak disamping 
jembatan Musi di renovasi, begitu pula Pasar 16 Ilir yang sebelumnya kumuh dan 
semerawut sekarang lebih tertata dengan baik.

Pertumbuhan Padang sudah meningkat meski tidak secepat kota-kota besar lainnya. 
Sebenarnya pertumbuhan dapat dipacu lebih cepat. Masalah yang ada tampaknya 
pada kesiapan SDM yang ada didaerah, bukan pada masalah dana. Menurut laporan 
Kompas minggu lalu, dana Sumbar yang mampir sebagai sertifikat BI mencapai Rp 
1.7 triliun. 

Seperti kata-kata bijak alam terkembang menjadi guru, banyak alasan untuk 
mempertimbangkan bahwa biaya hidup di pulau Jawa akan bertambah tinggi. Biaya 
transportasi akan terus meningkat, kondisi lingkungan hidup tambah lama akan 
tambah buruk dengan jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luasnya pulau. 
Sehingga jelas bahwa ini hanyalah kondisi sesaat, apabila kesiapan SDM cukup 
memadai untuk merespon potensi perkembangan yang ada maka ekonomi di Padang dan 
Sumbar akan segera meledak. 

Cukup banyak waktu telah kita habiskan dalam membahas potensi ekonomi yang 
dapat dikembangkan. Sekarang sudah waktunya bagi semua pihak yang tertarik 
untuk meraih keuntungan dari potensi ini untuk segera bertindak. Urang Minang 
di rantau mempunyai potensi yang baik dalam dalam membangun ekonomi apabila 
kita bisa bersama-sama pulang kampung membangun Sumbar. Sebagai contoh, apabila 
para pedagang besar tekstil Tanah Abang ramai-ramai pindah ke Padang, maka 
dalam waktu singkat Padang akan menjadi pusat grosir tekstil eksport-import 
untuk pasar Timur Tengah dan Afrika.

Apa yang diperlukan agar idea membangun semangat merantau kembali ke kampung 
dapat terlaksana? Yang diperlukan adalah adanya kepemimpinan yang jelas dalam 
mengarahkan proses pembangunan ini. Bagi para pedagang tidak hanya pindah atau 
membuka usaha baru di daerah, tetapi lebih kearah membangun idealisme dengan 
visi dan misi yang lebih tinggi nilainya.

Apabila mereka bisa melihat adanya upaya banyak pihak termasuk Walikota Padang 
dan Gubernur Sumbar dan didukung banyak pihak saudagar minang lainnya yang bisa 
menawarkan kehidupan kedepan yang lebih menarik dari pada terus menerus 
dihimpit oleh kekejaman ibukota, mudah-mudahan idea membangun semangat merantau 
kembali ini dapat terlaksana.

Wassalam,

Ridwan Sampono Sutan (58+)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke