Banyak kok orang minang yang ke mentawai, mereka umumnya berdomisili
di pesisir
sedangkan suku mentawai asli lebih dominan di pedalaman.  Ada empat pulau
yang
cukup besar disana, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Dulu
pernah
ada perusahaan kayu besar di Pagai Selatan yg kantornya di simpang kandang
Padang,
sehingga cukup banyak orang minang yg mengadu peruntungan di sana, disamping
ada
juga sebagai nelayan dan saudagar bolak-balik (babaliak) - yg ini umumnya
dilakoni oleh
Ajo dan Uniang (piaman).

Semasa saya dulu berdomisili disana (dari tahun 1973 - 1988), perekonomian
dan pendidikan
dipegang oleh suku minang, apalagi dakwah. Biasanya yang jadi kompetitor
dalam berdagang
disana adalah suku Batak. Proses asimilasi berjalan dengan baik, dan setahu
saya pernah
terjadi dua kali bentrok antar suku yang cukup besar antara Minang vs Batak,
yaitu ketika
saya masih TK dan ketika SMP.

Mengenai dakwah, misionaris disana sangat aktif, mereka disokong oleh
yayasan Prayoga
dan mengelola beberapa sekolah. Seperti biasa, kualitas sekolah yg mereka
kelola lebih
baik dibanding sekolah-sekolah negeri. Mereka mengambil anak-anak mentawai
asli dan
anak-anak Batak utk bersekolah di sekolahan mereka, dan dibikinkan asrama.

Sekarang, setahu saya Pagai Utara-Selatan mulai sepi dan ditinggalkan sejak
perusahaan
kayu yg memiliki HPH di sana tutup, efek reformasi saya kira. Karena dulu
sebelum reformasi,
kepemilikan HPH sempat berada di tangan Tatiek. Kemudian timbul gejolak dari
penduduk
asli (mentawai) dan akhirnya perusahaan itu tutup.

Tapi, terus terang rindu saya ingin kembali kesana, melihat masa kecil dulu
lagi.... :))


salam,
Ronald




On 8/30/07, Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> kapatang ado basobok kawan nan sempat visit ke daerah kepulauan mentawai,
>
> menarik sekali , bahwa mentawai adalah satu2 nya kabupaten di sumbar yg
> mayoritas non muslim,
> dan ternyata memang tak banyak urang awak yg merantau ke sana. penduduk
> asli masih dominan,
> aktivitas misionaris cukup banyak disana.
>
> bahkan banyak penduduk mentawai dan nias yg pergi merantau ke padang (
> sampai ada daerah yg dinamakan kampuang nieh, daerah minus di padang, tampek
> ambo pernah tingga waktu ketek dulu ).
>
> menjadi sebuah pertanyaan menarik, mengapa orang minang sejak dulu, jarang
> yg merantau ke kepulauan mentawai , yg tak begitu jauh dari ranah minang ?
>
> padahal daerah2 jauh, sampai ke semenanjung malaysia atau pulau2 jauh lain
> nya, di rambah,
> tapi kenapa kok jarang yg merantau ke mentawai ?
>
> seolah2 daerah tsb, bagaikan halaman belakang rumah yg tak begitu menarik.
> ataukah orang minang secara historis hanya pergi merantau ke tempat yg
> "menarik" , ada nilai lebih nya,
> lebih aktif bisnisnya, lebih bagus pendidikan nya, dll, yg utamanya urang
> minang akan merantau ( migrasi ) ke daerah yg lebih tinggi peradaban nya.
>
> sedangkan mentawai yg dianggap peradaban nya lebih rendah tak menarik ?
>
> dalam sejarah2 dan cerita2 minang pun, jarang ada cerita2 yg menyebut ttg
> daerah mentawai tsb.
>
> secara fisik pun orang mentawai , beda dg orang minang secara umum,
> orang mentawai, secara fisik malah lebih dekat dg orang nias, atau batak (
> agak putih dan sipit )
>
> bisa jadi orang mentawai lah yg lebih lama berada di daerah sekitar pulau
> sumatera dibanding orang minang sendiri
>
> mungkin ado dunsanak, nan bisa manjaleh kan nyo
>
> salam
>
> Hendra M
> http://hdmessa.wordpress.com
> bandung selatan
>
>
>
>
> ____________________________________________________________________________________
> Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail,
> news, photos & more.
> http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke