Berita nan paralu mendapek perhatian. Untuak nan bakaliaran. Dima dusanak mereka tu? Kok untuk maantakan ka RS sajo indak amuh dia. Apakah memang tambah longgar prinsip kekerabatan urang Minang? Wass ajoduta Padang , Singgalang Keberadaan orang gila di Kota Padang makin banyak saja. Di sejum­lah kawasan di kota ini, mereka terlihat berkeliaran di jalanan, dan kerap menggangu ketertiban umum. Bahkan, sebaliknya juga mereka bisa objek kekerasan dan pelecehan seksual. Pengamatan Singgalang , beberapa waktu lalu, d kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, seorang perempuan pengi­dap sakit jiwa bergaun rapi berkeliaran di tempat ini, sambil berjalan menceracau terus dan mengacung-acungkankan telunjuk tangannya, hingga membuat takut sejumlah ibu-ibu yang berpasan dengannya. Penderita sakit jiwa yang berkeliaran di tengah di kota ini, bukan ia sendirian. Bahkan (maaf), ada seorang laki-laki yang juga gila, terlihat alat vitalnya yang tidak 'terbungkus' lalu- lalang di pusat kota hingga di kawasan Jl. S. Parman Padang. Di tempat lain juga banyak yang 'turun' ke jalan, seperti di sekitar Alang Lawas, Jl. Veteran, Ulak Karang, Air Tawar, Tabing. Johardi Das, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar mengatakan, mestinya orang gila yang berkeliaran di tengah jalan harus dise­lamatkan. "Sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Indonesia , tidak saja fakir miskin yang berhak mendapat perhatian pemerin­tah, juga orang terlantar dan orang sakit jiwa atau orgil (orang gila)," kata Johardi yang dihubungi Singgalang , Jumat (31/8). Menurut anggota Komisi IV (Bidang Kesra) ini, orgil yang berke­liaran harus dihadapi sebagai masalah serius. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui Dinas Sosial mestinya cepat merespons dan mem- follow up kasus kemanusiaan itu dengan tindakan nyata. Wakil Direktur Umum & Keuangan RS Jiwa Prof.HB. Saanin, Dra. Sri Siswati,SH,M.Kes., yang dihubungi Singgalang di Padang (31/8), mengatakan, pihaknya tidak punya kekuatan menolak akan kehadiran orang gila dari jalanan sekali pun, karena ini sesuai amanat UUD 1945 negara berkewajiban menyelematkannya. "Hanya saja perlu ada walinya. Dan, satu persoalan lagi, kalau mereka sembuh ke mana akan kami pulangkan?," tanya Sri. Sekaitan dengan hal itu, Sri berharap ada upaya secara terkoordi­nir antara Dinas Sosial, LSM/masyarakat dengan pihaknya menyela­matkan orang gila yang berkeliaran di jalan. Terhadap ancaman penyakit jiwa yang melanda masyarakat, Sri mengatakan bahwa sejalan dengan perkembangan zaman terdapat kecenderungan penderita sakit jiwa makin bertambah. Berdasarkan hasil survei World Health Organization (WHO) tahun 2002 lalu, sekitar 25 persen dari jumlah penduduk pernah satu kali dalam hidupnya mengalami gangguan jiwa, mulai dari tingkat ringan hingga yang berat. Di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), dari hasil suvei WHO pula, terdapat 30 persen pengunjung Puskes­mas-Puskesmas setempat juga mengalami gangguan psikis. Data di RS Jiwa Prof. HB Saanin menunjukkan, bahwa tingkat hunian di tempat tersebut cenderung mengalami kenaikan pada tahun 2006, yaitu 80,35 persen atau dengan kenaikan sebesar 16,67 persen dibanding tahun 2005. Berdasarkan asal pasien rawat jalan pada tahun 2006 menunjukkan pasien paling banyak didominasi dari Kota Padang sebesar 72 persen sebagai penduduk cakupan. Sedangkan pasien dari non cakupan, proporsi yang cukup besar berasal dari Sawahlunto Sijunjung yakni 6 persen, Kota Pariaman sebesar 4 persen, dan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Solok masing-masing sebesar 4 persen. Dari data di atas, pasien sakit jiwa yang terbanyak dari Padang . "Kenapa terbanyak? Karena Padang sebagai ibukota provinsi memiliki penduduk terbanyak di Sumbar, tentu memiliki banyak problema, seperti bidang sosial-ekonomi, serta pendidikan," kata Sri. RS ini memiliki 200 tempat tidur (TT) dari tujuh bangsal yang terdiri dari kelas VIP, I, II dan III, serta IGD 4 TT. Menurut Sri, Hingga Agustus tercatat sekitar 180 pasien jiwa dirawat di rumah sakit ini."Sudah over load . Karena pasien ban­yak, bangsal kelas III sudah over load , hingga mereka (Gakin) kami tempatkan di kelas II dan I, kecuali VIP," katanya. Malahan ada sekitar 15 pasien yang tidak pernah dijenguk dan dijemput keluarganya. Mereka ini hampir semuanya berasal dari luar provinsi Sumbar."Mereka ini kami namankan pasien inventaris, dan sudah ada yang sembuh. Karena tak ada yang menjemput makanya kami berdayakan," ujar sri. Sri mengatakan, sejalan dengan kecenderungan makin bertambahnya pasien, rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas 93.609 meter persegi, dengan luas bangunan 13.246,31 meter persegi ini perlu penambahan bangsa untuk kelas III, agar bisa menampung pasien dari Gakin Tidak hanya itu, pihaknya juga memerlukan penambahan tenaga keperawatan 50 orang lagi. Tenaga perawat yang ada saat ini 99 orang. Saat ini, rumah sakit tersebut memiliki sejumlah psikiat­er, psikolog, serta tenaga medis lainnya. Saat ini, tercatat antara lain terdapat dua orang psikiater dan dibantu psikiater tambahan dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dokter umum 10 orang, dokter gigi 2 orang. "Kita juga butuh penambahan tenaga psikiater lagi, dalam waktu dekat ada penambahan satu tenaga psikiater dari Bangka Belitung," tambah Sri.o 013
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
