Assalamualaikum...
   
  Pada awalnya saya tidak mau memposting email ini...sungguh tidak..karena 
apa..?? ini email japri dari Beny kepada saya...sorang teman sesama perantau di 
Jakarta...perkenalan saya dengan Beny bermula ketika saya bertugas sebagai 
wartawan di Singgalang dan saudara Beny datang ke Padang untuk menyukseskan 
Pilkada tahun 2005 lalu. perkenalan singkat, namun nasib membawa kami bertemu 
lagi di Jakarta..beny bekerja sebagai peneliti sosial politik di lembaga riset, 
saya bekerja dalam bidang yang sama dan sekaligus bekerja sebagai media officer 
di ADKASI. 
   
  Saya terkejut mendapat email Beni ini, sungguh ini diluar dugaan saya, orang 
seperti dia hrs mundur dri gelanggang rami..frustasikah dia dengan keadaan, 
saya harap tidak, orang minang adalah orang yang kuat dan pejuang...tidak ada 
kamus frustasi dalam kehidupan orang Minang...namun semua terpulang pada Beny, 
saya hanya berharap, seperti kata sanak Hasnul, kita sangat produktif, namun 
kalau kualitas belum bisa kita menegakkan kepala, menyindir, memaki, mengolok 
olok adalah suatu hal yang kita anggap biasa namun .sampai kapan kita orang 
minang akan seperti ini...
   
  Saya ingat kata Pakl Syaf, kita harus merubah grand design orang Minang, saya 
setuju, Pak, kalau saya maunya lebih keras, Kita harus melakukan REVOLUSI 
BUDAYA di Minangkabau itu...dan bagi saya itu harus dimulai...
   
  Meninggalkan pikiran pikiran kuno, pragmatis, dan cenderung oportunis adalah 
hal yang tidak perlu dipertahankan lagi...orang muda hrs bangkit, membawa 
perubahan bagi Minangkabau, saya bukan orang yang pesimis, saya yakin itu akan 
terjadi dan saya mengajak smeua sanak sanak saya yang muda AYO BANGKIT UNTUK 
KEJAYAAN MINANGKABAU........saya harap Beny mau mengerti dan terlibat dalam hal 
ini...
   
  Berikut ini saya sertakan email Beni kepada saya,. mohon maaf Ben...isi hati 
beni hrs saya tampilkan ke galanggang ini...
   
  ----------------------
   
  Boby..terima kasih atas sarannya untuk tetap aktif di RantauNet..namun untuk 
sementara saya pasif dulu..setelah berbicara dengan Da Miko admin RantauNet 
saya disarankan untuk Nomail saja jadi sewaktu-waktu masih bisa mancigok ke 
Palanta.
  Kita (orang Minang) suka melihat yang tersirat ketimbang yang tersurat. Dan 
itu berlaku dalam berdiskusi di RN. Dari apa yang tertulis selalu disertai 
dengan paraduga dan asumsi yang sebenarnya tidak ada kaitan dengan apa yang 
tertulis.
  Saya sebenarnya sangat berharap milis ini menghasilkan sesuatu yang 
bermanfaat bagi Minang apakah itu di rantau atau di ranah. Dan itu sudah kita 
capai dengan terbentuknya MPKAS dan MAPPAS. Hanya saja lebih banyak pemikiran, 
saran, kritikan itu diabaikan saja tanpa ada tindak lanjut yang kongkrit. 
Padahal semuanya bernas-bernas yang telah disampaikan oleh teman-teman disini.
  Saya pribadi selalu menyampaikan kritikan terhadap apapun dan siapapun 
dimilis ini. walaupun seringkali kritikan yang jelas tersebut diikuti dengan 
persepsi negatif. Namun tak mengapalah sepanjang kritikan itu membangun dan 
dijadikan bahan pertimbangan bagi yang di kritik. Tapi hal itu juga tidak 
berjalan.
  Kita tahu anggota milis ini lintas organisasi makanya saya selalu memberikan 
kritikan kepada pengurus yang organsiasinya saya rasa perlu di kritik. Gebu 
Minang misalnya tak henti2nya saya sorot karena fakumnya dalam memberdayakan 
minang apakah itu di rantau ataupun di ranah. Seperti yang Boby pernah katakan 
juga lebih banyak mengurus pilkada dibanding memayungi masyarakat Minang yang 
katanya mereka payungi. Dari sekian banyak program implementasinya boleh 
dikatakan NIHIL. Saya pribadi galinggaman melihat realita ini. dalam rangka 
itulah saya sering memberikan kritikan dengan harapan semoga ada perbaikan 
namun ternyata diberi kritik aja mereka sudah antipati..apa boleh dikata maka 
keluarlah kata-kata saya "ambuakan sajo ka ngarai".
  Masalah DAMI. Terus terang saya tidak pernah menyumbang ke DAMI karena saya 
pribadi belum teryakinkan untuk ikut kedalam sistem itu. Kalau misalnya 
pengurus DAMI bisa meyakinkan saya dan dunsanak2 lainnya tentu dengan senang 
hati saya bisa ikut serta dengana danya jaminan transparansi dan akuntabilitas 
tentunya. Dalam persoalan beasiswa misalnya saya pikir kalau DAMI memang 
konsekwen dengan tujuan mulianya uang yang sudah ada ratusan juta tersebut 
tentu bisa dikurangi agak 3 juta demi membantu anak2 yang pintar namun berasal 
dari keluarga kurang mampu tersebut tidak harus emnunggu terkumpul 1 Trilyun 
dulu. Namun apa dikata opini saya tersebut hanyut diembus angin lalu parahnya 
lagi dituduh macam-macam. Begitu juga tentang membantu anak2 yang menculik 
Raisyah ternyata Ronal sebagai perwakilan pengurus DAMI mengatakan tidak ada 
alokasi untuk itu. Lalu bagaimana kita akan percaya DAMI mampu berbuat untuk 
Ranah Minang sekiranya untuk yang kecil2 saja enggan berbuat? Jadi
 persoalannya bukan karena saku bajaik..karana tanpa dijahit pun pitih indak 
ado atau tipih karena saya pribadi hanyalah tukang tulis yang gajinya tidak 
seberapa dan tentu berbeda dengan Bapak-bapak yang sudah bebas finansial yang 
sudah tidak memikirkan biaya dapur lagi minimal ada pensiun dan pemberian anak.
  Namun intinya Bob saya sudah patah arang untuk ikut sumbangs aran di palanta 
ini. saya malah berfikir lebih baik bicara di seminar kecil-kecilan. Karena 
pikiran kita lebih dihargai tanpa ada praduga dibalik itu apalagi ada honornya 
hahaha.. ketimbang di palanta yang tidak tahu ujungnya yang ada malah timbul 
fitnah ini itu..
  Satu hal yangs aya ingin tekankan kepada Boby, tidak ada kamus tua dan muda, 
besar atau kecil dalam berfikir. Yang tua belum tentu benar dan yang muda belum 
tentu salah. Jadi jangan takut untuk berpendapat karena malaikat pun bertanya 
kepada Alloh swt kenapa menciptakan adam yang hanya akan membuat kerusakan 
dimuka bumi. Tuhan saja di kritisi malaikat masak manusia tidak boleh 
mengkritisi manusia lainnya ?
  Oke Bob..itu saja dulu karena kalau saya ungkapkan semua unek2 saya bisa 
panjang surat ini..tetaplah berpikir ke depan Bob..karena perubahan itu ada 
ditangan kita..generasi muda yang kritis dan berani mengutarakan pendapat..tapi 
ingat tirulah Tan Malaka yang tulang punggungnya lurus tidak mau membungkuk 
apalagi sekedar manjilek mencari perhatian sekedar untuk menjadi pengurus 
organisasi Minang disana sini..
  Boby
  Sebelum batu jade yang indah dipotong, ia tidak berbeda dengan batu atau 
genteng; sebelum satu kuda yang baik dipacu, ia berbaur dengan kuda betina. 
Setelah dipotong dan dihaluskan, dipacu dan diuji maka batu jade dan kerikil, 
kuda perang dan kuda betina akan terbedakan.. 
   
  Tabik
   
  Ben
   ---------------
   
  Sekian dari saya...semoga kita bisa berubah untuk kebaikan bersama dan 
MInangkabau tercinta..........
   
  BOBY LUKMAN
MEDIA OFFICER 
ASOSIASI DPRD KABUPATEN SELURUH INDONESIA
Gedung Yarnati Lt.1
Jl. Proklamasi No. 44 Jakarta 10320
Telp. 021 - 3156785; 3919421
Fax. 021 - 31904861
Website : www.adkasi.org
Email : [EMAIL PROTECTED] org

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke