Ado unek2 salah satu TKI disiko tentang jalan tol. Enjoy it

----- Forwarded Message ----
From: Papa Fariz <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, September 7, 2007 11:49:57 AM
Subject: [imas_sg] Pernik2 "sepanjang" jalan tol

Assalaamu 'alaikum,

Jalan tol Malaysia memang bagus, bersih dan "mengagumkan" . Jalan tol mereka 
membentang dari ujung selatan
menyambung ke Singapore, sampai ke ujung utara yang berbatasan dengan Thailand, 
yang jaraknya hampir 1000 km. 
Kemudian jalan tol itu menyebar bagai spider web ke arah barat, timur dan 
berbagai penjuru. Total panjangnya
ribuan kilometer. Konon katanya, Malaysia "pandai" dalam membangun jaringan tol 
ini. Mereka menawarkan
kepada konsorsium perusahaan untuk membuatnya dan memberikan hak kepada mereka 
untuk "mengutik"
toll fare dari penggunanya selama beberapa puluh tahun, biasanya 30 tahun. 
Setelahnya, jalan tol akan total
menjadi milik negara. Negara gak modal, tapi dengan memanfaatkan azas kerja 
sama, partner-nya pun untung,
negara pun dibangun tanpa biaya. Langkah ini yang coba ditiru oleh Pemerintah 
kita melalui Infrastructure Summit
uyng digelar tahun lalu, walau entah karena apa, kini follow up nya seperti 
mandek di jalan, dan konon salah satu
beban terberatnya adalah masalah pembebasan lahan yang harganya naik menggila.

Ongkos jalan tol sini, lumayan saja kisarannya. Hari lalu saya pergi ke daerah 
Pagoh, yang berjarak 140 km dari
perbatasan Singapore. Untuk jarak tempuh 140 km ini, apabila melalui jembatan 
utama kedua (second link).
biaya yang dikeluarkan adalah RM 3.10+8.40+17. 10 = RM 28.60. Dikalikan dengan 
2600, jadinya 140 km
sama dengan 75000 rupiah. Kalau mau muter sedikit lewat first link atau cause 
way yang macet itu, kita akan
menempuh tol sepanjang 100 km, dengan biaya hanya RM 17.10 atau 45 ribu rupiah. 
Masih lebih mahal daripada
jalan tol Cipularang, yang sebelum kenaikan 4 September ini, dari Jakarta ke 
Pasteur berkisar total 36 ribu rupiah.

Jalan tol yang mulus dan rapi, serta terkadang memapas bukit. Di kiri kanannya 
umumnya adalah perkebunan
kelapa sawit, yang kadang diselingi gunung dan hutan serta deretan pohon jati 
muda. Istri dan anak saya, yang kadang 
saya bawa berlibur ke Malaysia dengan bus, selalu menikmati sekali pemandangan 
indah di kiri kanan tol.
Jangan tanya tentang kemulusan jalannya. Meski kualitasnya sedikit di bawah 
jalan-jalan di Singapore, aspal
di sana mulus-mulus. Kemarin di daerah Machap, ada pemeliharaan jalan tol. 
Jalannya dibongkar sehingga sampai
keliatan lapisan betonnya, untuk kemudian di atasnya diperkeras lagi dengan 
lapisan aspal yang kokoh. Pemeliharaan
jalan tol mereka dilakukan secara reguler dan baik, mengingat pentingnya 
peranan jalan tol. Jalan tol adalah akses
perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Pabrik, investor dan orang banyak 
sangat memerlukannya,
karena yang namanya perpindahan barang atau orang di masa kini harus dilakukan 
secara cepat dan teratur 
demi menunjang industri dll, yang ujungnya adalah demi masuknya fulus ke negara 
untuk kesejahteraan rakyat.

Jangan coba bandingkan kondisi jalan tol mereka dengan kita.

Tengoklah jalan tol Cipularang, yang katanya karya anak bangsa pertama. Jalan 
tol terburuk yang pernah saya lalui.
Harusnya fondasi beton ceker ayam itu dilapis ulang dengan aspal yang kokoh. 
Namun ternyata dibiarkan terlihat
ugly begitu saja, entah apakah memang ada kerja sama dengan perusahaan ban, 
supaya para ban mobil mudah botak,
ataukah alasannya lagi-lagi ketiadaan dana. Lucunya jalan tol Cipularang gak 
rata, naik turun kasar di sana-sini,
bahkan kadang ada juga keretakan betonnya. Yang bikin "ketawa" lagi, acap kali 
jalan tol ini mengalami amblas.
Selidik punya selidik, ternyata kekerasan fondasi dan penumpukan tanahnya 
adalah di bawah standar, serta
para pembuatnya gak tau kalo di kolong jauh di bawah jalan tol ada sungai 
purba. Sorry ye gak tau, begitu katanya
setelah kejadian amblas. Gak sempet neliti katanya, karena waktu pembangunannya 
dikebut, so sorry juga yee
untuk kualitasnya. Halah non sense banget sih alasan para orang pintar kita 
itu. Mbok yaa sesuatunya harus dibiasakan
untuk dikerjakan secara matang dan terencana. Piye toh?

Jalan panjang yang tidak gratis ini kini namanya melambung karena Pemerintah 
menaikkan tarifnya. Untuk tol JORR
tarif tol dipukul rata 6000 rupiah. Kebijakan ini sudah bagus, apalagi 
Pemerintah beralasan bahwa tol adalah untuk
perjalanan jarak jauh dan bukan sebagai alternatif jalan jarak dekat. Gubernur 
Sutiyoso bahkan lebih keras lagi
dengan mengatakan, kalau mau make jalan tol ya bayar, kalo gak mau bayar ya 
jangan dipake. Namun ridiculousnya,
baru jalan beberapa hari, setelah menuai protes dari sebagian masyarakat, 
tiba-tiba kebijakan diubah lagi dan
tarifnya dikembalikan ke tarif lama, dengan alasan salah hitung. Non sense 
banget gak sih?

Sontoloyo memang, masak sih kebijakan bisa berubah-ubah dalam waktu singkat. 
Sudah bagus alasan dan sikap 
kerasnya, namun kini kenapa harus melunak? Ketidaktetapan pendirian ini 
mencerminkan buruknya perencanaan
kita terhadap suatu kebijakan dan menandakan plin plannya kita akan penegakan 
suatu keputusan. Ini kan secara
gak langsung menjatuhkan kewibawaan pihak otoritas juga. Konyol banget 
keputusan gak matang tapi dipaksakan
pelaksanaannya. Then, orang kita suruh bayar 6000 ribu protes. Padahal ngabisin 
rokok 2 kotak yang berharga
12 ribu, makan di KFC yang satu paket 20 ribu, belanja barang-barang mewah, 
serta sikap konsumtif, dll
dilakukan dengan santainya. Kalau buat ngasih negara 6 ribu aja susah, tapi 
menghambur-hamburka n untuk
sesuatu yang mungkin kurang perlu, gak masalah. Kasian deh negara kita, dah 
gitu pihak otoritasnya konyol dan
gak tegas pula.

Tarif jalan tol lainnya juga naik. Memang tarif tol di negeri kita masih 
termasuk yang termurah, bahkan kalau 
dibandingkan dengan di Malaysia. Jadi kenaikan itu sudah wajar dan sebuah 
keniscayaan. Yang gak lucu, gara-gara
tarif tol, harga-harga ikutan naik. Memang sebenarnya berapa persen sih 
komponen tarif tol di dalam harga barang?
Permainan harga ini kan ulah tengkulak dan pedagang yang kejam, sejatinya. 
Tengkulak dapat barang murah dari
petani dengan sistem ijon, dan menjualnya mahal. Begitu tarif tol naik, 
langsung dimasukkan ke dalam harga
barang. Padahal kalau kenaikannya seribu, dan misalnya bawa pisang 1 ton, 
itukan berarti dalam 1 kg pisang
beban tol cuma 1 perak. Lantas kenapa dinaikkan jadi 50 atau 100 perak? Begitu 
contoh simpelnya. Di kita memang
banyak orang gila yang naikin harga seenak udelnya. Sayangnya gak ada yang 
minta agar alasan kenaikan 
dikemukan secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabk an.

Bukan apa-apa, kenaikan harga barang, juga berarti nilai uang turun. Turunnya 
nilai uang, berarti inflasi. Kasian rakyat
lagi-lagi kena inflasi. Inflasi negeri kita sampai bulan ini sudah 6,5% lebih. 
Tahun 2005, inflasi sampai 18%. Tahun lalu
gak tau berapa, kayaknya hampir 2 digit. Inflasi itu sama aja mengurangi gaji 
kita secara gak langsung. Kalau gaji
cuma naik 5%, sedangkan inflasinya 10%, ya tekor dong, dan hidup makin susah. 
Contoh simpelnya lagi, kita mau
beli TV harganya 1 juta. Karena sayang, kita tabungan aja uangnya, dan dapat 
bunga setahun 6%, dan tahun depan
kita ambil sudah 1,06 juta. Dengan asumsi nilai barang itu tetap, dan inflasi 
adalah 12%, maka tahun depan ketika
mau beli, uang kita udah gak cukup lagi. Karena inflasi 12% maka harganya 
menjadi 1,12 juta. Tekor gak tuh?
Walau begitu masyarakat masih banyak yang tau apa itu inflasi, yang tau pada 
ngiyem kenapa gaji tiba-tiba dak
cukup untuk kebutuhan hidup dan harga barang pada naik semua. Jeleknya 
Pemerintah gak pernah bisa mengontrol
harga barang, dan membiarkan harga barang pokok sekalipun dikendalikan oleh 
mafia-mahia jahat itu.

Gak sedikit yang protes terhadap kenaikan jalan tol, berdalih bahwa jalan tol 
macet melulu dan kondisi jalannya jelek.
IMHO, setuju kondisi jalan kita jelek. Tengok saja sendiri ketipisan aspalnya. 
Trus di kawasan Karawang ada jembatan
tol yang diperbaiki terus menerus di tempat yang sama. Dalam hati saya 
mengumpat, bego banget sih kita, perbaiki
sekali saja dengan kualitas yang bagus, setelah itu gak perlu perbaikan dalam 
waktu singkat. Tapi memang banyak
yang otak korupsi, jalan, termasuk jalan tol, diperbaiki asal-asalan biar tahun 
depan bisa diperbaiki lagi. Biar ada
proyek terus gitu lho. Ini kan berarti ada pemasukan melulu buat pelakunya. 
Persetan negara mau merugi apa kagak,
emangnya gue pikirin. Duh duh. Konon katanya pula, jalan tol selain jagorawi, 
bahu jalannya lebih sempit. Ini bukan
apa-apa, melainkan emang sengaja dikorupsi. Bayangkan aja kalo lebar yang 
dikorup 10 cm saja, terus kalikan dengan
panjangnya jalan tol dan biayanya per meter. Apa gak untung tuh? Sedeng memang 
yah.

Kalau masalah jalan macet, ini udah masalah klasik, walau sebenarnya 
membuktikan banyak orang kita yang kaya-kaya.
Beli mobil gak mahal. Avanza aja udah 120 juta, dan cicilannya bisa 3-5 jutaan 
sebulan. Berapa pastinya standar gaji
kita, wallahu 'alam, walau ada yang bilang agak bawah, tapi kok pada mampu beli 
or nyicil mobil plus rumah? Wahh,
kalo itung-itungan gini, aye gak tau deh, karena banyak hal ajaib dan jangan 
tanya darimana datangnya duit itu.
Husnudzhan aje, biarin itu urusan orang dan urusan die dengan Tuhan. EGP aje 
deh yee. Jalan tol dalam kota macet
memang karena sudah gak kuat nampung pertumbuhan mobil kita alias gak kuat 
nampung pertumbuhan orang kaya
di negeri kita. Di Singapore, jumlah mobil bisa dikontrol, tapi di Indonesia 
mana bisa, bisa-bisa didemo melanggar
HAM dan demokrasi. Mau bikin jalan tol baru lagi?

Masalahnya lagi-lagi klasik, pembebasan lahan jadi kendala. Harga tanah di 
tempat jalan tol tiba-tiba naik drastis.
Ini yang gila dan bikin negara bangkrut. Masak jalan tol Cikunir dulu mau 
diduitin per m2 itu 1,5 juta rupiah lebih?
Aturan dari mana? Sialnya katanya banyak oknum Jasa Marga yang bermain. Mereka 
tau daerah ini itu mau dijadikan
jalan tol. Lantas mereka beli tanah-tanah di situ tapi atas nama orang lain. 
Begitu proyek keluar, harga tanah di mark up,
kan gede banget tuh untungnya. Trus bayar deh orang kampung buat demo dan 
blokir jalan. Atau juga bersama-sama
orang kampung, demo dan blokir jalan. Enak gak tuh bisa dapat duit banyak tanpa 
usaha keras. Walah yang kayak
gini sumpahin aja biar masuk sinetron Hidayah.

Rakyat kita sendiri juga gak mau jujur. Saya sendiri bar menyadari ketika beli 
rumah di kawasan Cipulir. Rumah dengan
luas sekian harganya sekian. So kita tau kira-kira per meter persegi berapa 
nilai tanah dan bangunan. Trus tanya
orang-orang di situ pasaran harga tanah berapa. Di Cipulir katanya kini harga 
tanah sudah sampe 2 juta per m2. Tapi
yang saya bingung di NJOP nilainya cuma 800 ribu. Timpang banget. Dari situ 
saya ngerti disparitasnya. Rakyat
maunya tanahnya dihargai sesuai harga pasar, misalnya di Jatikunir itu, sekitar 
1,5 juta-an. Kalau memang harga
pasar segitu, harusnya NJOP nya juga ditulis segitu, dan pajak ke negara 
nambah. NJOP di situ mungkin cuma 300 ribu.
Tapi rakyat maunya, NJOP dihitung berdasarkan nilai 300 ribu, biar pajaknya 
kecil, tapi ketika minta ganti rugi,
maunya diganti yang gede jadi 1,5 juta. Siauww banget dan bokis. Kalau di 
Singapore, Pemerintahnya tegas, harga
tanah dinilai layak, tapi kalo digusur ya segitu, gak ada lagi protes ini itu. 
Jadi rakyat dapat hak dan kewajibannya,
dan gak seenak udelnya bikin aturan menurut versi mereka.

Naiknya jalan tol adalah suatu keniscayaan dan hal yang wajar. Tapi Jasa Marga 
memang harus memperbaiki kualitas
dan pelayanannya, dan itu dilakukan sambil jalan. Yang dikuatirkan kita semua, 
tarif naik, pelayanan sama, terus lari
ke mana uangnya? Emang gue mau gitu ngasih duit buat nebelin kantong para 
penggede mereka yang sebagian mungkin
koruptor juga. Susahnya di sini, masing-masing gak ada rasa saling percaya 
malah yang ada saling curiga. Akhirnya
permasalahan bangsa secara keseluruhan adalah mmbluet hasilnya. Semua pada 
bokis dan gak mau rugi, trus kalo
disuruh berkorban, takut duit yang dikorbankan itu dikorupsikan. Tapi kalo gak 
ada yang berkorban buat negara,
negara mana punya duit buat membangun dan membetulkan. Jadinya ribet kan tuh, 
kayak ayam dan telur dan mbulet
melulu jadinya tanpa ujung pangkal dan solusi.

Solusinya ya cuma satu, sang pemegang otoritas harus tegas tapi tidak 
menyalahgunakan kekuasaannya. Apa yang
diamanatkan ke mereka, harus dikelola untuk rakyat dan hasilnya dikembalikan 
serta dapat dinikmati oleh rakyat.
Kalo ada yang gak setuju dengan kebijakan, biarin aja, asalkan kita sudah punya 
perencanaan matang dan dapat
mempertanggungjawab kannya. Pro kontra atas suatu tindakan adalah hal biasa, 
apalagi, meski rambut sama hitam
kita adalah individu yang berbeda dari semua sisi. Kembar identik sekalipun gak 
akan punya kesamaan persis.
Jadi biarkan aja pro kontra dan itu hak mereka. Yang penting kita go ahead 
untuk kemashlahatan umum karena
sudah mempertimbangkan manfaat dan mudharatnya. Kita gak bisa hidup dan punya 
perencanaan berdasarkan
apa kata orang. Masukan dari luar bagus, namun bukankah yang menentukan 
keputusan akhir haruslah pemerintah
juga, karena mereka yang punya otoritas dan diamanatkan. Sama seperti di 
tingkatan individu. Kita perlu mendengarkan
nasehat orang. Namun keputusan akhir ada di tangan individu ybs, karena hidup 
itu adalah hidup dia, jadi dia lah
yang paling berhak menentukan dan dia yang paling tau kemana jalan hidupnya 
nanti.

Hanya sekedar opini, mohon maaf kalau gak berkenan.

Wassalaam,

Papa Fariz
Web Blog: http://papafariz. blogspot. com
FS Account: [EMAIL PROTECTED] com

[Non-text portions of this message have been removed]


__._,_.___ 
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
*****************************************************************
Untuk kirim file, foto, lagu, isi database dsb silakan klik:
http://groups.yahoo.com/group/imas_sg/

Untuk subscribe, kirim e-mail kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Pemohon akan menerima formulir pendaftaran yang harus diisi lengkap

Untuk unsubscribe, kirim e-mail kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED]
*****************************************************************



 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Visit Your Group 
Yahoo! Finance
It's Now Personal
Guides, news,
advice & more.
Yahoo! Groups
Cat Zone
Connect w/ others
who love cats.
HDTV Support
on Yahoo! Groups
Help with Samsung
HDTVs and devices. 
__,_._,___


      
____________________________________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!   
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke