Assalamualaikum w.w. sanak sa palanta,
   
  Ambo satuju sakali tantang pentingnyo peran lawatan budaya dalam manyadarkan 
kito taradok kemajukan, saparati nan dikatokan sanak kito dari Jawa Barat ko, 
bukan hanyo antar daerah, tapi juo di dalam tiok daerah sandiri, tamasuak di 
Minangkabau. 
   
  Susah dibantah, bahaso kito urang Minangkabau juo sangaik majemuk. Acok bana 
ambo basuo urang awak nan wawasannyo indak labiah dari nagari atau kampuangnyo 
surang sajo.Jarang nan bana-bana bapikia sacaro lintas-nagari, apolagi nan 
batua-batua tingkek Minangkabau.  Karano itu ado rancaknyo bilo kito pulang 
kampuang, kito datangi juo kampuang atau nagari tetangga. Tantu labiah rancak 
lai kalau para pemuka adat nagari tetangga itu manyiapkan diri pulo manjalehkan 
hal-hal nan khas dari nagari atau kampuang baliau-baliau. 
   
  Baa Unidjan ? Lai bisa diatur ?
   
  Wassalam,
  Saafroedin Bahar
   
             
      Kompas, Senin, 17 September 2007 
       
       
       
      Kekayaan Kultural
Belajar Kemajemukan dengan Lawatan Budaya 
  Tasikmalaya, Kompas - Teori dan konsep tentang masyarakat dan kebudayaannya 
selama ini masih diajarkan di dalam kelas. Jarang pembelajaran tentang budaya 
dilakukan di lapangan dengan obyek studi kampung-kampung adat, misalnya. 
Padahal, langkah inilah yang dapat lebih memberikan kesan dan pengenalan 
terhadap kebudayaan bagi siswa. 
  Hal itu diungkapkam Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional 
(BPSNT) Bandung Toto Sucipto, Minggu (16/9) di Tasikmalaya. 
  "Dengan melihat secara langsung lokasi yang bernilai budaya, seperti kampung 
adat, generasi muda akan terkesan. Inilah yang nantinya diharapkan bisa 
mewarnai perilaku mereka di tengah-tengah masyarakat," tutur Toto. 
  Upaya semacam itu diharapkan bisa mengikis etnosentrisme sempit dan 
meningkatkan pemahaman bahwa budaya yang tumbuh dan berkembang di masing-masing 
etnis merupakan jati diri etnis bersangkutan. Lawatan budaya bisa untuk 
memperkenalkan kearifan lokal masyarakat adat. 
  Undang Suheryawan, guru dari Garut, menjelaskan, kontak budaya yang semakin 
meningkat dan intensif menyebabkan perubahan dalam kehidupan masyarakat, 
terutama generasi muda. 
  Meyrisa Amelia, peserta lawatan budaya dari SMA 26 Bandung, mengatakan, 
terjun langsung ke lapangan lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. (adh) 
             
       
     
     
       

  

   

       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke