SEMINAR NASIONAL "MENCARI TITIK TEMU ANTAR GERAKAN DAKWAH" TAUHIDUL UMMAH
Bertempat di Masjid Mardhiyah Yogyakarta, Ahad 16 September 2007 kemarin
diadakan sebuah diskusi yang cukup menarik mengenai persatuan antar gerakan
dakwah di Indonesia. Pada kesempatan itu hadir 3 orang pembicara, yaitu Irfan S
Awwas dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ismail Yusanto dari Hizbut Tahrir
Indonesia (HTI) dan seorang da'I dari Yogyakarta Ustadz DR. Mu'in sebagai
pegamat dari perkembangan gerakan dakwah di Indonesia. Berikut akan saya
tampilkan kepada pengunjung yang berbahagia.
Sesi I Pemaparan Pembicara
Ismail Yusanto (HTI)
* Problem dakwah adalah keterpurukan umat yang jauh keadaan umat terbaik
sebagaimana yang digambarkan Alqur'an (Kuntum khairul ummah, ukhrijat linnas
ta'muru na bil ma'ruf wa tanhawna 'anil munkar).
* Persoalan dakwah adalah mencari akar masalah utama umat, dimana umat Islam
saat ini terpuruk dalam kemiskinan, kerusakan akhlak, ketinggalan sains,
tertindas, diserang kristenisasi, pembodohan dan sebagaimana.
* Menurut Hizbut Tahrir persoalan utama adalah bagaimana mengembalikan hokum
Allah kembali tegak di dunia. Saat ini tidak ada simpul yang mengikat umat
Islam secara global (khilafah).
* Visi dan Misi Perjuangan
Dakwah untuk menghidupkan kembali kehidupan Islam secara social yang dulu
pernah ada saat Rasulullah hidup sampai runtuhnya Turki Usmany.
Mengajak umat Islam untuk kembali memakai hokum-hukum Islam.
Cara mewujudkan ini adalah melalui thariqah dakwah Rasulullah dengan menelaah
teks hadist dan sejarah (sirah). Dimana dalam siroh kita temukan perjuangan
dakwah Rasulullah dalam menagajak manusia mentauhidkan Allah yang
berkonsekuensi sebuah ketaatan total terhadap aturan Allah, tidak hanya secara
individu tapi harus kolektif.
* Perbedaan gerakan dakwah di Indonesia saat ini adalah buka pada dataran
gagasan (fikrah), tapi lebih kepada metode (thariqah).
* Hasil Konfrensi Khilafah Internasional di Jakarta Agustus 2007 yang lalu,
salah satunya adalah adanya kesamaan perpsepsi dalam gagasan perlunya khilafah
tapi beda dalam bagaimana jalan merealisasikannya.
* Persatuan gerakan dakwah dapat dilakukan jika dipenuhi syarat-syarat, antara
lain:
- Niat baik
- Komunikasi
- Kedewasaan memahami persoalan dan perbedaan
- Kesabaran
Irfan S Awwas (MMI)
* Ajakan bersatu "omong kosong", jika masing-masing gerakan dakwah menyeru
kepada kelompoknya dan mengutamakan penafsiran "persatuan menurut saya..."
* Perlu sebuah "berterus terang" dan merasa "tidak lain dari organisasi lain"
dalam mencapai persatuan umat.
* Allahlah yang menyatukan umat Islam, sebagaimana QS. AL Anfal 63, dengan
mengajak manusia ke jalan Allah dengan hikmah.
* Berbeda pendapat bukan berarti bermusuhan.
* Melihat perkembangan gerakan dakwah saat ini, perlu koreksi total dalam
banyak hal, jika memang persatuan umat akan diwujudkan. Karena tidak mungkin
berkumpul orang yang berkumpul orang yang berselisih dan tidak mungkin
berselisih orang yang sepaham.
* Hal yang mungkin dilakukan saat ini adalah bekerjasama antara gerakan dalam
hal yang sepaham, sementara hal yang berbeda dibawa dalam dialog yang
kontruktif.
* Dalam dialog, harus siap dikoreksi dan menerima gaya koreksi yang
bermacam-macam. Sehingga siap menerima kebenaran dari saudara yang lain. Titik
temu akan diraih dengan hujjah yang paling kuat.
* Umat Islam bersaudara oleh karena itu biasakan hidup saling tolong-menolong
dan saling memperbaiki.
* AlQur'an telah mengindikasikan adanya pertikaian di antara umat Islam,
sehingga yang penting adalah bagaimana cara menyelesaikannya.
* Hindarilah mengajak orang kepada organisasi, tapi ajakan umat kepada agama
Allah.
* Solusi Islami adalah dengan tidak memusuhi.
DR. Mu'in
* Manusia sering didominasi perasaan (70%) daripada logikanya (30%).
* Yang sulit disatukan adalah perasaan dan kecendrungan.
* Dakwah, ada lembut dan ada tegas.
* Organisasi dibuat kembali karena ada sesuatu yang berbeda.
* Nabi Yusuf, hidup di zaman penguasa orang Kafir (sebuah legalisasi parlemen).
* Perlu dibangu fiqh beda pendapat.
* Perbedaan di antara sahabat ibarat timur dan barat (dasyat), tapi mereka
berkasih sayang.
* Perbedaan merupakan qadariyah dan sunnatullah.
* Bentuk kekafiran baru adalah wala' wal bara' di antara orang Islam.
* Konsep Jahl wa ta'dil diberlakukan dalam konteks menyelamatkan hadist dari
kekaburan dan pendustaan.
* Penguasa Islam dapat berupa Amirul Mu'minin, Khalifah dan Sultan.
* Untuk mewujudkan persatuan di antara gerakan dakwah perlu dilakukan:
- Kaderisasi masing-masing jama'ah dijadikan satu.
- Ustadz antar jama'ah berceramah di tempat lain (rotasi ustadz)
- Bersatu dalam hal-hal yang tsawabit (hal-hal pokok) terlebih dulu.
- Ada satu Lajnah sebagai media bersama untuk memecahkan masalah umat.
- Manage hati di antara jama'ah.
Sesi II Jawaban Pembicara atas Pertanyaan Peserta
Ismail Yusanto (HTI)
* Persatuan umat beda dengan persatuan harokah.
* Penting menyamakan istilah-istilah di antara gerakan dakwah.
* Unsur yang menyatukan umat adalah Institusi (khilafah) dan Pemimpin (khalifah)
* HT tidak pernah menyatakan Pemilu dan Parlemen "Haram" (bisa dirujuk di situs
HTI berkaitan dengan seruan saat pemilu 2004).
* Kemaksiatan terbesar adalah Sekularisme.
Irfan S Awwas (MMI)
* Persatuan harus dibangun di atas Islam bukan di atas nama jama'ah yang
beraneka ragam.
* Presiden Rusia, Putin memiliki perhatian kepada Indonesia bukan karena
Indonesia menganut pancasila dan melaksanakan demokrasi, tetapi karena
Indonesia mayoritas masyarakat beragama Islam.
* Jangan mendewakan persatuan tapi utamakanlah kebenaran.
* MengIslamkan Indonesia adalah melalui penegakan syariah.
* Nama-nama kelompok jangan menjadi penghalang untuk bersaudara.
* Jangan biasakan memanggil dengan kata-kata "Ustadz HT, Ustadz Salafi, Ustadz
MMI dan lain-lain".
* Jangan membesar-besarkan kelompok.
DR. Mu'in
* Imam Malik menyatakan sikap I'ttiba' kepada Ulama bukan karena taklid tapi
karena kebenaran yang ada padanya.
* Jangan menjadikan hal-hal poko menjadi relative dan sebaliknya.
* Jadilah politikus sejati bukan hanya sekedar pemain politik dengan selalu
menyuarakan Islam dalam setiap momen.
* Persatuan di antara tokoh-tokoh gerakan akan berimplikasi kepada persatuan
dengan para jama'ahnya.
* Perlu sebuah lembaga fatwa dari perwakilan dari setiap gerakan dakwah, dimana
saat ini kita tidak mempunyainya.
Akhirnya, penulispun mendambakan sebuah Islam yang dibangun untuk rahmatan
lil 'alamin. Tiada saling kecurigaan di antara sesame muslim, tidak ada lagi
sikap bermuka masam di antara yang berbeda jama'ah dan pertikaian karena
memperebutkan masjid. JAYALAH ISLAM...
Mersi, Senin 17 September 2007
Lihat juga artikel filsafat, minangkabau, islam, psikologi lainnya di
http://grelovejogja.wordpress.com
http://anggun.cjb.net
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---