Assalamualikum, wr. wbr.
Ambo fowardkan tanggapan subject "SIAPKAH SUMBAR MENJADI TUAN RUMAH SITF 2008,
dgn PENDIDIKAN LEBIH BAIK di masa datang?" di malinglist pakguruonline seperti
di bawah ini.
Salanjuiknyo harapan kami pada sanak di rantau kalau lai iyo bana kampuang
sanak maju tolonglah sampaikan pemikiran konkrit untuk pembangunan kampuang
terutama pendidikan.
Sasuai kecek papatah "karatau madang di ulu babuah babungo balun, karantau
bujang daulu di kampuang baguno balun". Nah, ini artinya kalau sanak nan
marantau yang dulunyo balun baguno, tantu kini alah banyak gunonyo, karano ado
diantaronyo sanak di rantauko manuntuik ilimu atau alah kayo malimpah harato,
mako pulanglah, bantu kami mambangun ranah, kok iyo lai cinto sanak jo ranah !.
Manuruik sajarah nan indak asing lai bahwa, banyak bujang di kampuang awakko
dahulunyo pai marantau kalua nagari diwakatu tu ka nagara Arab Sudi manuntuik
ilimu, kamudian alah banyak ilimu nan didapek mereka pulang, mereka dirikan
surau sikola, kecek urang kini pondok pasanteren. Dari surau atau podok
pasanteren inilah mereka membangun nagari Minangkabau sahinggo tanamolah
diwakatu Minangkabau adolah nagari industri otak yaaaaaaaaa, kan ??????
Banyak maaf wassalam,
Z. Rky. Mulie
(mantan guru STM Muhammadiyah Padang, kini staf di Dinas Pendidikan Prop.
Sumbar 2 th lai pansiun)
Catatan :
Kantua Dinas Pendidikan Prop. Sumatera Barat lai mampunyai mailinglist namonyo
"pakguruonliene' ibuk guru dan para pemerhati pendidikan untuk Sumatera Barat
buliah bagabuang. Mailinglist iko lahia ateh parmintaan sanak awak jou di
rantaunet ko, satalah mailinglist lounching indak bara rang rantau sato
bagabung mambicarakan pendidikan.
Kini anggotanyo kabanyakan urang lua non sumatera barat nan ingin mengintip
sajo perkembangan pendidikan di sumatera barat, mako akhianyo bahaso resmi nan
dipakai di mailinglist ko adolah bahaso indonesia.
----- Original Message -----
From: fekrynur
To: pakguru online
Sent: Friday, September 21, 2007 6:14 AM
Subject: Re: [pakguruonline] Re: [EMAIL PROTECTED] Re: SIAPKAH SUMBAR MENJADI
TUAN RUMAH SITF 2008, dgn PENDIDIKAN LEBIH BAIK di masa datang?
PGOLiners Semuanya,
Saya hanya ingin memproyeksikan ('manyigikan cahayo senter') Pak Saaf, yang
tadinya ke PARIWISATA kini, ke bidang PENDIDIKAN Sumatera Barat.
Menurut hemat saya, apa yang dikemukakan oleh Pak Saaf tentang pejabat di
nagari kita ada benarnya. Oleh sebab itu maka apa yang diharapkan rakyat, dapat
diberikan oleh seorang pejabat melalui layanan publik dari kantornya -- seperti
harapan Pak Muzirman di Amerika, akan sulit terwujud.
Biasanya kalau para pejabat kita diingatkan tentang betapa layanan publik kita
lemah dan masih jauh tertinggal, di banding dengan layanan publik di negeri
lain, mereka berkomentar: "Nagari lain tantu iyo, ...hebat! Negaranyo
kaaayo...! Masyarakatnyo cadiak-cadiak lah terpelajar...! MASYARAKAT AWAK...
baaaaannyieah!?"
Mereka (kebanyakan pejabat kita) tidak mau mengakui kalau, sebenarnya dengan
adanya keberanian mengritik -- dan bahkan protes-protes, dari anggota
masyarakat berarti masyarakat kita ternyata telah lebih cerdik dan paham dari
pejabat sendiri. Cuman itu tadi, seperti kata Pak Saaf mereka sendiri yang
kurang terdidik untuk menerima kritik dan saran, apa lagi untuk bisa berubah
menjadi lebih baik. Mungkinkah mereka, para pejabat itu, yang under-capacity?;
sebagai akibat dari cara promosi dan recruitment pejabat yang salah?
Alasan negeri lain lebih kaya lalu pejabatnya lebih aspiratif dan tanggap
kepada keinginan rakyatnya tentu tidak relefan.
Sebagai seorang pendidik, yang bertugas memberikan pelayanan di satu pihak,
namun juga sekaligus menumpangkan berharapan kepada 'pejabat di bidang
pendidikan' untuk memajukan pendidikan generasi kita ke depan, saya l e b i h
m e r i s a u k a n lagi kepemimpinan yang ada di kantor-kantor yang
menangani pendidikan seperti Dinas Pendidikan di kabupaten kota dan propinsi,
di tanah air kita, di Ranah Minang khususnya.
Pariwisata seperti apa sekarang..., biarkan sajalah dahulu ! Itu hanyalah
potensi yang kalau tidak digali sekarang, kapan-kapan di masa datang masih bisa
digali.
Akan tetapi, akan halnya, pendidikan tidak bisa menunggu. Kalau 'pejabat kita'
mengatakan rakyat kita 'masih bodoh-bodoh' dengan menunggu mereka tidak akan
pintar sendiri. Dus, kita akan semakin tertinggal.
Saya punya pengalaman berulangkali tentang usul-mengusul pembinaan terhadap
guru Sekolah (piloting) Bertaraf Internasional [SBI], dan pembinaan bagi siswa
utusan Sumbar untuk ikut Lomba Debat Bahasa Inggris di Dinas Pendidikan
Propinsi. Saya telah lakukan itu semenjak saya menjadi Pengawas Sekolah,
Februari 2006. Saya selalu tersandung dalam hal-hal yang tidak substantif, tapi
lebih oleh hal prosedural birokratif. Ada pejabat yang mengatakan; usul ini
lahir dan diajukan oleh Subdin TE, atau DJ. Tidak ada jalurnya dari pengawas.
Bahwa usulan ini harus dari pejabat yang berwenang, karena anggaran biaya hanya
mungkin dikeluarkan dari pos yang mencantol kepada jabatannya. Ternyata amat
sulit bagi 'orang kecil' untuk mengusulkan ide atau gagasan sampai berterima.
Yang juga dapat saya petik dari pengamatan saya semenjak mulai bertugas di
Dinas Pendidikan Propinsi [dulu Kantor Wilayah Depdikbud], akhir 1997 lalu,
adalah semakin tahun [semenjak Kakanwil Basri AS, MM] diganti dengan pejabat
berikutnya, semakin tidak jelas kriteria yang dipakai untuk menempatkan seorang
pejabat.
Ketika itu, yang diangkat menjadi pejabat adalah Kepala Sekolah yang sukses,
atau guru/staf yang disekolahkan ke S2 Kependidikan yang tamat dengan Predikat
Memuaskan atau lebih tinggi, di utamakan juga mereka yang pandai berbahasa
Inggris. Barangkali syarat terakhir ini dipasangkan karena kita akan bersaing
dan berusaha menjejal kemajuan setara pendidikan internasional.
Beberapa periode kepemimpinan kebelakang, kecendrungan promosi pejabat atau
staf di Dinas Pendidikan Propinsi terkesan tidak mempunyai kriteria yang
jelas.Hal ini lebih kurang juga terjadi di kabupaten dan kota. Jadi jangan
heran kalau pejabat kita kelimpungan dalam mengusulkan kegiatan yang menggigit
untuk usaha peningkatan mutu pendidikan, dengan diperbesarnya alokasi dana
untuk pendidikan. Akibatnya jumlah dana yang diangggarkan tidak terpakai sampai
dengan akhir tahun, dan kembali.
Kalau dahulu Pak Saaf mengusulkan agar saya mem-print out tulisan-tulisan kita
di milist PGOL untuk diserahkan ke kantor Gubernur..., dan itu telah kami
lakukan! Maukah, sekarang juga, Bapak berbuat serupa untuk saya dan Pak Zul
...; please....!
Mumpung, SOTK baru belum diturunkan oleh Pak Gubernur kita.
Fekrynur
Pengawas Disdik Prov. Sumbar
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 21, 2007 12:59 AM
Subject: Re: [pakguruonline] Re: [EMAIL PROTECTED] Re: SIAPKAH SUMBAR MENJADI
TUAN RUMAH SITF 2008
Menurut saya sistem bernegara dan berpublik institusi kita yg harus di rombak
dan diperbaiki, adanya kesimbangan antara hak2 rakyat dgn hak2 birokrat, mis.
adanya hak hak rakyat utk mendapatkan infomasi kebijakakan publik, dan hak
rakyat utk mem petisi lembaga dan personal lembaga publik, dll., kewajiban
birokrat utk membeberkan kibjakkan nya terutama yg menyangkut rakyta banyak.dll.
Contoh2 yg sangat sederhana saja:
1. Dikelurahan tertulis jelas di baca rakyat, utk pengurusan kartu penduduk
sekian Rp.... dan siap dalam 4 hari dgn syarat2 yg jelas., dan kalau tidak siap
boleh dipertanyakan alasan2 nya, dan malah harus bisa di minta ganti rugi. dan
begitu juga terhadap pengurusan2 besar lainnya di kantor Kota dan Propinsi.
2.Utk Kota dan Propinsi, pemegang kekuassa harus sebaikknya membeberkan
kebijakannya dan program nya, dan rakyat berhak utk mempertanyakan nya, utk di
kritisi dalam2 forum2 pertemuan yg harus dibentuk utk itu. atau istilah pinjam
"town meeting", dan scr legal system harus dilakukan.
Setiap kritisi rakyat dan komunikasi/surat2 keberatan rakyat harus/wajib di
jawab dalam sekian hari /dalam waktu yg tidak terlalu lama.
3. Yg lbh penting rakyat berhak mempetisi (15 %) tanda tangan rakyat setempat
utk merobah dan meng "recall" penjabat dan Anggota Perwakailan (DPRD)yg tidak
menujukkan perforamance yg didinginkan. tentu stlah melalui debat diskusi bg yg
bersangkutan tuk membeberkan argumentasi nya dan membela dirinya.
Wass. Muzirman, semoga bulan amal ini menambah amal2 kita hendaknya , amin.
Utk contoh konrit diskusi2yg saya alami melalui milist yg tidak pernah
direspon para pemegang kekuassan Sumbar akan saya kekmukan nantinya.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
----- Original Message -----
From: Dr.Saafroedin BAHAR
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Wednesday, September 19, 2007 9:53 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: SIAPKAH SUMBAR MENJADI TUAN RUMAH SITF 2008
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Lama saya merenungkan apakah yang menyebabkan para birokrat kita --
termasuk yang bertugas di bidang pariwisata -- koq tidak responsif terhadap
kritik, apalagi terhadap aspirasi dan kepentingan orang banyak ?
Sebagai pensiunan birokrat -- di militer dan di sipil -- selama 39 tahun,
lambat-laun timbul dalam kesadaran saya, bahwa ada dua faktor penyebab
utamanya, yaitu:
1) Jabatan birokrasi tidaklah dirancang untuk memberikan respons
terhadap kritik,aspirasi, dan kepentingan rakyat, tetapi untuk melaksanakan
sekumpulan fungsi yang terbatas, dengan dukungan anggaran yang terbatas pula
seperti tercantum dalam APBN atau APBD. Yang dirancang untuk responsif terhadap
kritik, aspirasi dan kepentingan rakyat adalah para politisi, yang secara hukum
mewakili rakyat. Syukurnya, para politisi dan wakil rakyat ini berwenang untuk
mengawasi dan meminta pertanggungjawaban para birokrat ini, antara lain
melalui rapat kerja dan rapat dengar pendapat umum dengan para birokrat ini.
Dalam bidang pariwisata, hal ini berarti para anggota DPRD Sumbar harus
memanggil Gubernur, Wakil Gubernur, atau Kepala Dinas Pariwisata tentang apa
yang telah beliau-beliau kerjakan, dan tentang penggunaan anggaran yang
dialokasikan kepada dinasnya.
2) Tanggungjawab birokrat bukanlah kepada masyarakat, tetapi kepada
atasan langsungnya. Oleh karena itu, apapun kritik, atau masukan aspirasi dan
kepentingan yang disampaikan kepadanya, selama atasannya tidak menegur, apalagi
kalau memnganggap yang bersangkutan sudah yahud, maka birokrat yang
bersangkutan tidak akan bergeming. Memang akan menjadi masalah kalau atasan
yang bersangkutan itu betul yang menganggap birokrat yang bersangkutan
aman-aman saja. Kalau demikian, maka masyarakat yang berkepentingan bisa
mengajukan 'appeal' kepada atasan yang lebih tinggi dari atasan yang
bersangkutan.
Nah berhadapan dengan kesan dan kritik tentang tidak bergeraknya pembinaan
bidang pariwisata di bawah Sanak Prof Dr James Hellyward, dan tidak adanya
tegoran dari pak Gubernur atau pak Wakil Gubernur, dari kacamata ilmu birokrasi
ya tidak ada masalah apa-apa. Hanya disini sudah nampak ada agenda yang berbeda
antara masyarakat dengan pemerintah, dan mau tidak mau maslah ini sudah masuk
ke ranah politik. Kalau DPRD Sumbar juga mengganggap tidak ada masalah apa-apa,
ya perlu dicari alternatif lain, demi kepentingan orang banyak.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
"Miftah N. Sabri" <sabri.miftah@ gmail.com> wrote:
Ass.
Bung Revalino. Ambo tabayang a nan bung hadapi saat itu.Betapa memalukan!
Ambo gadang di d"objek" pariwisata di SUMBAR. Tempatnyo TAMAN PANORAMA,
NGARAI SIANOK< LUBANG JAPANG Bukik.
ITulah nan manjadi "watak" dan tabiat birokrasi kito, mental nan
rusak,.ndak tahu baa prioritas membangun nagari. HAnya pejabat yang bisanya
mencari rente demi rente.
On 18/09/2007, Ravelino <[EMAIL PROTECTED] net> wrote:
Assalamualaikum Wr Wb
Dunsanak kasadonyo...
--- dihapus----
Mandanga kawan ambo dari Medan mangecek batuak itu, terus terang bukan
Kabid Promosi Pariwisata Sumbar se nan merah mukonyo, tapi ambo sendiri nan
putra asli Minang walaupun tingga di rantau, rasonyo indak dima kadisuruakkan
muko doh...apa lai ado surang kawan nan manbabisiak " BEGINI NYAH MODELNYA
ORANG KAMPUNG MU " ?
Dek karano kaki alah talangkahkan sangkek itu...mako dengan berat hati
pertemuan tetap di lanjutkan dan semua kawan-kawan memberikan informasi
mengenai penyelenggarran SITF... tapi tantu sajo dialog menjadi indak saimbang,
karano cuma 4 urang wakil SUMBAR nan tingga di ruangan dan wakil SUMUT lengkap
15 orang.
Pado akhir pertemuan sekali lagi Kabid Promosi Disbudpar SUMBAR minta
maaf dan berjanji untuk memberikan kabar tentang perkembangan persiapan SITF
tersebut ke BAWISDA Sumut, namun sampai kini alun ado kaba jo barito nan
tadanga lai dari Padang....
Sebagai informasi " Promosi Pariwisata akan lebih baik dan efektif
apabila bersama-sama, most of the tourist will not come only to a single
destination" . Khususnyo untuk Wisatawan Eropa, ambo yakin kebanyakan Wisatawan
Eropa nan datang ke Sumbar adalah merupakan Suply dari SUMUT, kecuali nan
Surfing ke Mentawai.
Wassalam
Yulhendry
.
Synergi
RAVELINO Tours & Travel
JALAN A.R HAKIM / BAKTI NO 175-A Medan
North Sumatra - Indonesia
Phone : +62-61-7352981 / 7323002
Fax : +62-61-7352973
Email : [EMAIL PROTECTED] net.id
[EMAIL PROTECTED] .com
[EMAIL PROTECTED] ravel.com
Mobile : +62-811651399 (24 Hours)
Your Link To The Best Traveling
----- Original Message -----
From: chaidir latief
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Cc: SaudagarMinang- subscribe@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, September 18, 2007 2:18 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: [Wisata Minang] North Sumatra Tourism
Center - Sumbar kpn ya...?
pak Saf yang baik
Sampai kini surat mengenai pilot proyek Pusat Informasi dan Promosi
Pariwisata Sumbar oleh Jawa Barat indak juo kalua Kawan nan alah manyadiokan
tampek dan segala fasilitas SANGAT KECEWA Alah namuah mampromosikan imdak
paralu kalua pitih daerah Indak manggarik juo
Kini ado lagi kawan nan baminat barombongan ka Sumatra Barat untuk
meninjau dan batuka pikiran proyek swadaya masyarakat apakah perternakan sapi,
apo sajo krgiatan atau proyek yang dapat diajukan dan menarik Indak hanyo jalan
jalan Bisa kawan kawan MAPPAS memberikan apo sajo dima dan sia yang dapat
dihubung Tolong pak Saf dan Ibu Sekjen dan kawan kawan
Chaidir N Latiefi
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
INFORMASI :
Informasi terbaru mengenai beasiswa S1, S2 dan S3 ke Universitas terbaik di
luar negeri untuk tahun akademik 2007 ini, silahkan dilihat di :
http://pakguruonline.pendidikan.net
MISI :
Mendidik anak bangsa yang mampu mandiri, menjadikan dirinya dengan potensinya
sendiri, serta berguna bagi bangsa, nusa dan agama
Kirimkan masukan dan saran anda berupa :
1. Artikel, makalah atau tulisan singkat seputar pendidikan.
2. Jurnal pendidikan.
3. Laporan Action Research.
4. Berita dan issue strategis pendidikan, serta
5. Tanggapan anda
Arsip/klipping "artikel pilihan" postingan anggota millist pakguruonline klik
di :
http://pakguruonline.pendidikan.net/posting_artikel_pakguruonlineyahoogroups.html
Alamat moderator :
Sekretariat APSI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Lantai 3 - Jl. Jend. Sudirman No. 52 Padang
Sumatera Barat - Indonesia
Related Link :
http://pakguruonline.pendidikan.net
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe .
__,_._,___
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---