dunsanak ambo Rangkayo Mulia

Barangkali dunsanak akan sepaham kalau kito sakik kapalo ubrk sakik kapalo tu 
dulu sebelum panyakik marembet kanan lain apakah berbebtuk indak mau manarimo 
takuu atau ka panyakik lain
Baitu juo dengan masalah pariwisata di  Sumatra Barat Kalau dalam banyak hal 
Gayuang tu indak basambut Apo yang harus dilakukan 

Chaidir N Latief Dt Bandaro



----- Original Message ----
From: Rangkayo Mulia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; Milis MAPPAS <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, September 21, 2007 9:54:40 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Usulan untuk buat FGD di MAPPAS (ga da yg tertarik 
tuh??)

Assalamu'alaikum W W...

Terlepas dari kekhilafan Bung Bobby Lukman tidak menyebut BAPAK dalam bertutur 
terhadap yang terhormat Bp H Chaidir Nien Latief, SH, CN, Dt Bandaro Kayo. Ambo 
meng appreciate tulisan dan usulan Bung Bobby mengenai FGD pariwisata SUMBAR. 
Rasanya memang sudah sangat kita butuhkan pembicaraan yang fokus tentang wisata 
ini. Tak perlu lah apakah orang di kampuang itu tertarik atau tidak, tapi 
ketika mereka lihat bahwa ternyata potensi wisata adalah PITIH MASUAK, rasanya 
mereka akan mau juga terlibat. Siapa yang tak mau berurusan dengan PITIH???

Bung Bobby baru bergabung di MILIST ini dan secara pribadi pun ambo baru 
mengenal ajo ko. Tapi apa yang di tuturkan Bobby tentang Pariwisata SUMBAR, 
serta polah para PEJABAT SUMBAR memandang potensi pariwisata indak aneh bagai 
doh. Lah banyak contoh nan pernah dilewakan di milist ko tentang polah para 
PENJAHAT tersebut. Namun beliau para PENJAHAT itu tak bergeming. 

Namun kemudian, setelah ambo amati beberapa posting nan masuak setelah 
postingan BOBBY tentang FGD ko, ternyata tingkat ketertarikan para milister pun 
sangenek. Para dunsanak ambo nan terhormat malah lebih tertarik mencaci maki 
para PENJAHAT SUMBAR yang tidak kompeten mengurus kerjaan nya.  Daripado 
memberikan  usulan tambahan terhadap  rencana FGD..... 

Apokah memang sabananyo awak nan di milist ko hanya tertarik untuak bakomentar 
nan dak paralu daripado ingin mencari sebuah SOLUSI? 
Menjadi pertanyaan besar bagi ambo. 
Nan tertarik baru satu orang, SEKJEN MAPPAS. 
Itupun antah dek sagan atau memang ingin mengagendakan FGD dilakukan??

Pertanyaan besar ambo....
APAKAH PENGURUS MAPPAS HANYA SEORANG SEKJEND SAJA?
dan kemudian 
APAKAH YANG PEDULI TENTANG WISATA SUMBAR HANYA MAPPAS? 
(he he he, urang bih puaso iah, jadi dak takao manulih tentang masalah wisata 
doh. Kalau tantang gunjiang nan lain lai takao di urang mah)

Mohon maaf, ambo pun ikut mempertanyakan tentang diri ambo di MAPPAS, karano 
ambo adalah bagian dari struktur pengurus tersebut. Namun apo nan jadi buah 
pikia BOBBY jadi pemikiran pulo di ambo dan bebarapa kawan lain. Bahkan kami 
ingin agar FGD itu terlaksana nan kemudian bisa kito jadikan acuan untuak 
manggarik. 
Jadi bilo bob wak diskusikan TOR dan Mapping wisata tu?

Oh iyo BOB...., sabalun lupo
Jan baketek ati dak.....jika usulan nan sangat tajam ttg FGD tu indak banyak 
nan tertarik. Soalnyo FGD kan bukan gunjiang, tapi bakarajo. Di palanta ko kan 
sabalun bakarajo harus bagunjiang dulu. Kalau paralu badebat abis kemudian 
dimentahkan inti masalah, sudah tu lupo. 

Mungkin sabanta lai akan ado pertanyaan ka bobby ....
Ado nan bantanyo masih BIAS lah dengan usulan FGD, atau ado nan batanyo biodata 
BOBBY lah.
Atau malah ado nan ingin memperpanjang masalah rasa hormat dalam tutur kata 
BOBBY nan indak memanggil BAPAK terhadap Pak H. Chaidir Nien Latief, SH, CN, Dt 
Bandaro Kayo. 

Mudah2 an Bobby capek mangarati dengan dinamika urang Minang di milist RN ko.
Jan baibo ati dak jo??

Wassalam W W


ABS, Rangkayo Mulia
(Mudo Talampau, gaek alun) 




Pada tanggal 20/09/07, Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Assalamualaikum...
 
Soal pariwisata di Sumbar, sebenarnya ini sudah kai lama, maksud saya, kita 
hanya bisa memberi masukan kepada pemerintah Sumbar, namun mana realisasi dari 
masukan kita itu, jangankan menindaklanjuti masukan yang kita berikan, 
membacapun (maaf) mungkin hanya sekilas mereka lakukan. 
 
Sejak zaman dahulu (Pak HBD sampai saat ini GF) yang duduk di dinas pariwisata 
bukanlah orang yang tepat. Seharusnya yang dijadikan kepala dinas adalah mereka 
yang punya visi bagus untuk memajukan pariwisata. 
 
Bahkan seperti yang sudah disebutkan, di beberapa kabupaten, yang jadi kepala 
dinas adalah mereka mereka yang tidak memiliki kompetensi dan kapabilitas untuk 
itu. 
 
Satu lagi, apakah SUMBAR (dengan huruf besar) punya peta dan kalender 
pariwisata..?? ini pertanyaan besar untuk kita semua...saya pernah berbicara 
dengan Bupati Agam soal kalender dan peta pariwisata di Agam...dia bilang 
banyak, namun belum dipetakan dan belum dijadikan sebagai even rutin. seperti 
Ngaau Kamang, Pantai Mutiara Agam, Ikan Jinak SUngai Janiah, Obyek wisata 
pertanian dan rafting di batang ANtokan serta yang paling gress Danau Maninjau 
(dengan festival maninjaunya dan terbang Layang di Lawang)... 
 
Lalu bagaimana dengan daerah lain..antahlah yo...mungkin satali tiga uang 
dengan Agam..(maaf Pak Bupati)..Dinas pariwisata di daerah, termasuk di 
propinsi sibuk dengan urusan yang tidak ada urusannya dengan kedinasan. Contoh, 
dari dulu saya mengkritik acara bazar bazar dan pemilihan uda/uni Sumatera 
Barat. 
 
seperti halnya putri indonesia, apa hasilnya, mereka menyandang gelar (pers 
dipaksa untuk memberi gelar) kepada mereka (para bujang/gadih nan mangamek je 
karajo e itu) dengan sebutan DUTA WISATA SUMATERA BARAT...Namun apa 
kerjanya...NOL KOMA NOL saja... 
 
Siapa yang membuat ini, ya para birokrat yang kehilangan ide tadi, yang latah 
dan tidak punya visi. 
 
Saya mengusulkan, sebaiknya kita buat FGD (dengan izin pak Syaf sebagai Ketua 
MAPPAS dan Ibu Nur yang jadi Sekjend-nya) yang melibatkan praktisi, pemikir dan 
kita kita yang pedulki dnegan wisata. Beberapa waktu lalu saya berbicara dengan 
salah seorang perantau, saya sampaikan usulan ini, bagaimana Pak Syaf...apa 
Mappas mau ambil peran disini. kalau mau mari kita buat...Banyak program yang 
bisa kita adopsi..Kita khan pernah ke Malaysia, berdiskusi dengan mereka, 
bahkan ke Eropa sekalipun... 
 
FGD bisa saja kita lakukan di Jakarta, saya melihat moment buka puasa dapat 
kita jadikan sebagai langkah awal...kalau perlu kita undang pak James tu 
ha...apa visinya, kita ajak pula ketua ASITA, PHRI dan banyak orang lain.. 
 
bagaimana dengan usulan saya...??
 
Sekian dulu...
 
Wassalam.
 
BLP


Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 






      
____________________________________________________________________________________
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/ 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke