Sanak kasadonyo, Pandapek Ayahanda Saaf itu, pas bana ... bahwa kito sacaro basamo kasadoalah e nan ado di milis ko ataupun sakelompok urang nan mambuek grup ketek dari anggota milis, harusnyo selalu masuak ka realita manindak lanjuti ota dunia maya ko, labiah dari sakadar ota. Dengan mawujuikkan ka dalam dunia nyato.
Dek apo ... karano email dan milis sejatinyo hanya alat komunikasi dan penyampaian informasi. Komunikasi dan penyampaian informasi dengan email antaro pengirim dan penerima email ... dengan email japri secara personal dari perorangan ka perorangan lain, sedangkan dengan milis email dari personal ka urang banyak atau komunitas. Itupun hanya terbatas antar anggota komunitas nan ado di milis itu sajo. Bahwa kemudian tajadi diskusi dalam ba komunikasi dan/atau katiko penyampaian informasi ... itu adolah bagian dalam ba komunikasi, kan? Jadi, baharok banyak milis bisa manyalasaikan banyak persoalan ... disitulah pemahaman tantang ba milis nan acok jadi kesalahan. Apo lai sekadar basorak-sorak sajo tapi alah maraso babuek banyak. Padohal setelah informasi atau ba komunikasi sarato diskusi-diskusi nan ado itulah nan subananyo realitas karajo untuak disalasaikan!?!? Ado ciek nan mangganja ambo ... soal urang Rantau dan urang Ranah di Palanta RantauNet ko. Ambo nan sajak 1994 ado di Palanta RantauNet ko rasonyo alun pernah mandanga ado klaim resmi bahwa suaro Palanta RantauNet ko adolah presentatif suaro urang rantau sajo. Mungkin kah dek namonyo Palanta RantauNet!?!?! Padahal itu hanya karena milis ko dulu dimuloi dek urang rantau di Amerika Serikat tahun 1993. Dengan teknologi internet kini, ndak pas lai kito mangecek soal perbedaan 'space and time', apo lai objek nan acok kito komunikasikan itu kan samo. Apo paralu kito tuka namo RantauNet, dek acok jadi masalah tersendiri pulo nampaknyo. MIKO Administrator RantauNet > -----Original Message----- > From: Dr.Saafroedin BAHAR > Sent: 22 September 2007 05:05 > To: Rantau Net > Cc: Warni DARWIS > Subject: [EMAIL PROTECTED] Bagaimana cara mendayagunakan Rantau Net ? > > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, > > Dua hari belakangan ini saya dinas mengajar ke UGM, sehingga > tak sempat mengikuti dinamika wacana dalam RN ini. Sewaktu > saya kembali ke Jakarta, saya mendapati ada topik-topik baru > yang muncul antara lain tentang FGD pariwisata dan tentang > rencana pemindahan ibu kota, yang saya pandang keduanya sama > pentingnya. > > Kali ini saya tidak akan mengomentari substansi dua topik > tersebut, tetapi tentang pendayagunaan RN ini sebagai forum > para perantau untuk secara rill memberikan sumbangan untuk > membangun kampung halaman kita. > > Ada tiga hal yang menarik perhatian saya, yaitu 1) rasanya RN > telah berhasil merupakan 'palanta rantau' untuk membicarakan > segala hal tentang Ranah, 2) di antara peserta RN ada yang > terbatas` dalam menyampaikan pendapat dan ada yang > benar-benar mau menyingsingkan lengan baju berbuat sesuatu; > dan 3) dengan pengecualian beberapa sana yang benar-benar > berpeduli, pada umumnya sanak kita di Ranah praktis sama > sekali tidak ikut, baik dalam wacana maupun dalam tindak > lanjut wacava RN ini. > > Jika pengamatan saya ini benar, maka izinkanlah saya > memberikan sedikit saran untuk mendayagunakan RN ini sebagai berikut. > > a. RN perlu tetap membuka peluang untuk menyampaikan > pendapat para perantau, semacam 'general ledger' dalam > pembukuan [kalau saya tidak salah]; > b. Terhadap topik yang penting, diharapkan sanak yang > meluncurkan wacana siap pula menindaklanjutinya, antara lain > dengan membuat kerangka acuan, mencari pembicara sesuai > dengan kerangka acuan tersebut, dan menyiapkan undangan untuk > pertemuan lebih lanjut, baik secara tertulis, ataupun liwat > SMS` dan e-mail. [Saya telah mencoba melakukan hal itu untuk > MPKAS dan MAPPAS sewaktu saya masih bertugas di Komnas HAM > tempohari]. Menurut penglihatan saya, tidaklah memadai dan > tidaklah efektif kalau kita sekedar menyampaikan gagasan dan > meminta orang lain yang menindaklanjutinya. > c. Perwakilan Pemerintah Sumatera Barat dan atau anjungan > Sumatera Barat di TMII menjadi lokasi pertemuan, dan > menyediakan fasilitas a ala kadarnya. Kalau anggaran > merupakan kendala, kita bawa makanan masing-masing, dan > diserahkan kepada pengelola. > d. Saya mengharapkan agar jajaran Gebu Minang dapat > memanfaatkan RN ini sebagai sarana komunikasi dengan para > perantau, khususnya pak Asril Tanjung, pak Irwan Husein, pak > Sudirman Munir, dan pak Amri Aziz. > > Nah, saya persilakan para sanak yang telah demikian aktif > mengangkat masalah ini untuk ambil langkah lebih lanjut. > Sekedar catatan, saya sedang menghubungi Sdr Ifdhal Kasim, > Ketua Komnas HAM yan g bacu, menanyakan apakah saya masih bis > mempergunakan fasilitas ruangan Komnas HAM atau tidak lagi. > Sekiranya tidak, kita bertemu di Perwakilan Sumbar atau di > anjungan TMII. > > Mudah-mudahan saran saya ini dapat diterima oleh pak Chaidir > Nien Latief, Nanda Z Rangkayo Mulie, dan para sanak lain. > Saya sendiri insya Allah akan tetap membantu semampu saya. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
