Assalamualaikum ww
   
  Dunsanak kasado alahe...
   
  Alhamdulillah, akhirnya Radio Nederland dari Kantor Pusatnya di Belanda 
menyetujui juga bantuan sebuah "FM Radio Station in A Box" lengkap dengan 
Antenenya senilai hampir Rp.1 milyar berbentuk sebuah kontainer untuk Sumbar 
yang akan kita tempatkan di Padang Panjang. Di dalam komplek SMAN1 Padang 
Panjang. Menurut informasinya, peralatannya sudah computerized dan 
programmable. Untuk siaran langsung dan lip service, bisa dilakukan langsung 
dari dalam kontener tsb. Kontener ukuran 20 feet tsb, setengahnya utk tempat 
peralatan dan setengahnya ruang siaran.
 
   
  Survey lokasi, terakhir kita lakukan dengan orang dari perwakilan Radio 
Belanda di Indonesia, Pak Saaf, Pak DR. Nevi Imran dan saya sendiri. Di Padang 
Panjang kita didampingi Kepala Sekolah dan Badan Pembina Sekolah yang 
dikoordinir oleh Chairul Alfie.  Kita ketemu juga dengan Wakil Walikota, beliau 
sangat mendukung niat baik ini. Padang Panjang kita pilih, karena lebih 
strategis secara geografis dan coverage yg bisa lebih luas utk sebuah daya 
pancar Radio FM. Disamping itu, Alat Pencatat Gempa (Seismograf) juga berada di 
Padang Panjang, disebelah kolam renang Lubuk Mata Kucing. Keputusan dari 
Belanda ini termasuk dengan pertimbangan lokasi ini. Sehingga kalau ada usulan 
dipindah ke daerah lain, mesti direview lagi dari awal dengan berbagai aspeknya.

   
  Tujuan utama bantuan Stasiun Radio ini adalah untuk edukasi masyarakat 
mengenai Mitigasi Gempa & Bencana Alam agar masyarakat kita lebih siap dan 
diharapkan bisa menurunkan resiko bencana. Disamping itu juga akan kita gunakan 
untuk edukasi yang lain utk ikut membantu, mendorong & memajukan pendidikan, 
agama, seni & budaya, kerajinan lokal, Kereta Api & Pariwisata, dll. Sekaligus 
akan kita jadikan sebagai ajang pelatihan tenaga trampil dibidang keradioan. 
Bbrp mata acara yang kita rasa perlu, juga akan didukung dari Radio Nederland 
ini for free. Untuk mendukung aktifitas ini nanti, kontener tsb akan kita 
tempatkan bersebelahan dengan ruang/aula agar bisa kita lakukan "siaran 
langsung" dengan jumlah orang yang lebih banyak.


  Terima kasih pertama untuk bantuan ini, perlu kita sampaikan kepada orang tua 
kita Ayah Saafroedin Bahar. Berkat jejaring beliau dg Mas Imam Prasodjo, 
Stasiun ini akhirnya bisa kita "tarik" dari Aceh ke Sumbar. Di Aceh sudah ada 4 
unit sejak Tsunami, tetapi 1-2 unit dianggurin tidak dipakai lagi dg berbagai 
alasan. Mungkin sudah terlalu banyak bantuan sehingga kurang terperhatikan dg 
baik. Sehingga Stasiun Radio ini tadinya sudah akan ditarik dan dikirim ke 
Afrika. Untung Mas Imam 'membocorkan' info ini ke Pak Saaf, lalu Pak Saaf tanya 
saya. Jawab saya cepat saja: "Ambil Pak, sayang kalau kita lepas. Sumbar yang 
rugi nanti...!". Saya cukup paham operasional sebuah radio krn pernah terlibat 
secara tidak langsung cukup lama di dunia radio dulunya. Dan kita masih punya 
bbrp mantan orang-orang radio disini. Konsekuensinya, saya harus melakukan 
followup untuk itu. Alah batambah pulo karajo ciek lai... KA Wisata ajo alun 
beres lai do...:) 
  
Proses untuk sampai ke status hari ini ternyata tidak sesederhana itu. Cukup 
panjang, mulai dari akhir Maret hingga mid September ini. Hampir 6 bulan...! 
Tadinya Stasiun Radio ini kita harapkan awal April lalu sudah bisa sampai di 
Sumbar. Mas Imam minta agar segera kita followup dan proses secepatnya agar gak 
keburu lepas dan keluar dari Aceh. Krn tujuan awalnya memang untuk membantu 
edukasi akibat bencana gempa Maret lalu. Dalam proses ini, malah sempat membuat 
Ayah kito yang biasanya sangat penyabar, "agak luruih abuak" beliau krn 
tiba-tiba sempat dibatalkan komitmennya dari Belanda. Pada hal pernah juga 
kirim surat ke mereka dengan kop surat Komnas HAM. Kurang kuat apalagi coba..? 
Tiba-tiba batal karena Radio mesti ditarik dari Aceh ke negara lain yang 
memerlukan katanya...

Dapat dipahami kegundahan Ayah kita ini. Saya pun juga sudah berbusa-busa juga 
menerangkan tentang aspek geologi dan peluang terjadinya gempa di daerah 
Sumbar. Terakhir, Chairul Alfie pun sudah dapat komitmen dana utk startup. 
Kalau April dulu langsung jadi, malah ada yang mau mendukung dana yang lebih 
besar lagi sehingga umur radio menjelang 'sustain' bisa lebih panjang lagi. .. 

Gempa September muncul, tidak juga serta merta turun keputusannya dari sono. 
Masih ada juga lobby lanjutan sedikit lagi. Semoga surat terlampir tidak 
berubah lagi statusnya...:D Ternyata memang tidak mudah meyakinkan orang lain 
dari jarak jauh... SMS pun juga ikut memainkan peranan sangat penting dalam 
proses ini..:)

Status stasiun Radio ini "dipinjamkan" dan bisa diperpanjang. Belanda 
mensyaratkan, jika Stasiun ini tidak dioptimalkan, mereka akan tarik kembali. 
Tetapi kalau terlihat aktifitasnya memang bermanfaat buat masyarakat banyak dan 
"tidak dianggurin", mereka akan perpanjang terus. Biaya pengiriman dari Aceh 
sampai ke Padang Panjang dan engineer yang akan didatangkan dari Belanda untuk 
setup dan training penggunaannya ke tenaga lokal, semua ditanggung oleh Radio 
Nederland. Unit-unit yang di Aceh tsb sekarang sudah memasuki tahun ke-4 
dipinjamkan dan masih diperpanjang terus. Entah sampai kapan...

Surat terlampir bukan berarti dipinjamkan ke saya. Tolong jangan disalah 
artikan. Ini hanya konfirmasi saja. Krn mereka berharap ada badan atau lembaga 
yg lebih berorientasi ke isu gempa dan bencana alam ini. Kita tidak berharap 
akan ada bencana besar lagi, tetapi sudah perlu kita pikirkan juga sekalian 
tentang Masyarakat Peduli Bencana Alam Sumbar seperti telah disampaikan Pak 
Saaf. Kita sudah perlu melibatkan bbrp ahli bencana alam dan paham cara 
penanganannya untuk menurunkan resiko. Saya bukan ahli dalam hal ini.
 
  
Satu hal yang mendesak saat ini, kita belum mendapatkan Crane atau Forklift utk 
menurunkan kontener seberat 4,5 ton ukuran 20 feet tsb dari truk/trailer 
pengangkutnya di Padang Panjang nanti. Kemaren PU Sumbar sudah dikontak, tidak 
punya crane utk itu, tapi ada semacam forklift katanya. Tapi apakah cocok utk 
ini, sedang di cek dulu. KAI Sumbar juga tidak punya crane, malah disarankan ke 
Semen Indarung. Hari ini akan coba kita kontak. Kalau ada dunsanak yang tahu, 
mohon kami dikabari. Kontener ini diperkirakan sampai di Padang Panjang tanggal 
5 atau 6 Oktober minggu depan. Kalau tidak ada hambatan yang cukup berarti.

Baik sekian dulu. Bagaimanapun juga, "spirit" dan "motivasi" dalam mendapatkan 
bantuan ini, tak lepas dari peranan milis RANTAUNET yang telah melahirkan 
banyak aktifitas seperti MPKAS, rencana Pulang Basamo Sedunia 2008, MAPPAS, dan 
banyak lagi sebelumnya dan seterusnya. Kita tidak sekedar berdiskusi dan 
bersilaturrahmi saja, tapi juga diharapkan ada hasil nyatanya buat kampung 
halaman kita Sumatera Barat...! Semoga berkelanjutan. Amin.

Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Terima kasih.

Wassalam,
Nofrins / 47

Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
Kpd yth Bpk Yulnofrins Napilus,

Bersama dengan ini kami memastikan peminjaman kontener Radio Station in A Box, 
Prinses Catharina Amalia untuk kepentingan mitigasi bencana alam di wilayah 
Sumatra Barat. Kontener ini menrut rencana akan ditempatkan di Padang Panjang.

Untuk tahap pertama kami akan meminjamkan kontener tersebut untuk jangka waktu 
1 (satu) tahun, dengan kemungkinan perpanjangan selama satu tahun berikut.

Saat ini kami sedang melakukan persiapan untuk memindahkan kontener tersebut 
dari Banda Aceh ke Padang Panjang.

Terimakasih.

Hormat kami,

 
Han Harlan
Regional Manager Indonesia
Radio Nederland Wereldomroep
www.rnpartner.nl <http://www.rnpartner.nl/>  | www.ranesi.nl 

Cc:
Bpk. Dr. Saafroedin Bahar
Bpk. Chairul Alfie



--- End Message ---

Kirim email ke