Ass ww TARIMO KASIH BANYAK ado respons positif Apo yang kami lakukan di Bandung INDAK ADO HUBUNGANNYO dengan anggaran Untuk diketahui kawan kami nan di Bandung tu SAKIK dan DENGAN ONGKOS sendiri menemui Pejabat terkaut di Sumbar Di Padang sulit ketemu Kep Dinasnya Dengan bantuan SEKDA menemui langsung beberapa Bupati dan Wali Kota Beliau diberi bahan yang diperlukan Tapi kan tidak hanya beberapa daerah sajo Iko menyangkut Sumatra Barat Selain iti kan ado tata cara administratif Pemerintahan Sekurang kurangnyo ado MoU Itupua alah kami buekkan konsepnyo Alah hampia 6 bulan DIAM indak ado tanggapan Bukankah untuk suatu perjalanan yang panjang harus dimulai dengan KM Pertama Untuk Bandung itu mulai seadanya dulu Untuk itu kami dari Jabar TIDAK MINTA UANG Kami hanya butuh kesepakatan MULAI Banyak Bupati dan Wali Kota nan PROGRESIF yang alah merespons tapi kami tidak bisa berhubungan langsung seperti itu Kalau lah jalan, kito evaluasi. Jawa Timur akan mengikuti Singapur ado di melis minta pengalaman Jawa Barat Pengalaman apo nan akan diberikan
Maaf kami di rantau kan mitra memajukan pariwisata ko Jaanlah mitra dibuek jengkel kalau sinergi kemitraan mau menghasilkan sesuatu tang besar Chaidir N Latief ----- Original Message ---- From: Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, September 25, 2007 10:00:45 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Fw: Surat (IMAJINER) dari Prof James Hellyward, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar..2 Assalamualaikum Dunsanak Anggota Milis Alhamdulillah, kita bertemu kembali.. Terima kasih, atas beberapa masukan dan sentilan-sentilan kecil yang disampaikan kepada saya. Baiklah kita urai sedikit masukan yang sampai kepada saya soal Pusat Informasi Pariwisata di Bandung. Sudah pernah saya sampaikan, bahwa apa pun inisiatif dari dunsanak-dunsanak ambi di rantau, pasti ambo mendukung. Mungkin di tahun ini belum ada dukungan dalam bentuk materi dari kami pemerintah daerah. Mohon maaf, kembali saya berlindung di balik anggaran yang memang sangat ketat penyusunan dan pengaturannya. Tapi apa pun itu, saya memberikan apresiasi yang tinggi keapda para penggagas kegiatan ini di Bandung, apalagi jika program ini bisa berlangsung baik secara swadaya penuh dari sesama perantau belaka. Bukan kah seperti itu yang kita cita-citakan untuk sebuah gerakan swadaya masyarakat. Ford Foundation bisa menyekolahkan begitu banyak orang, di awal-awalnya justru tanpa ada bantuan dari dana pemerintah. Dunsanak yang saya hormati, maunya saya pariwisata kita memiliki sebuah road map yang akan menjadi acuan kita bersama dalam mengembangkan pariwisata. Banyak contoh daerah yang bisa kita jadi rujukan untuk itu, baik di dalam ataupun di luar negeri. Apakah kita akan mencontoh eropah, yang bebas sebebasnya. Atau kah mencontoh Bali: relatif bebas dan budaya lokal telah bertransformasi menjadi sebuah bisnis belaka. Mungkin ada juga model lain yang lebih sesuai ABS SBK kita. Yang penting, semua kita sepakat mengenai roadmap tersebut. Dunsanak yang terhormat, saya bercita-cita pariwisata kita bukan sebagai jargon lama, sekadar tak mau kalah dengan wilayah lain. Tak kalah dengan Bali, Malaysia atau Antalya misalnya. Inginnya saya pariwisata kita ya adalah pariwisata sumbar. Terserah kita lebih bagus atau lebih kurang indah dibanding daerah lain. Yang jelas, dengan pariwisata kesejahteraan kita semua bisa meningkat. Dunsanak para perantau yang budiman, maunya saya bukan hanya celaan atau dampratan saja yang kita berikan berkaitan dengan pelayanan di kampung kita. Inginnya saya, para perantau ini menjadi tenaga pemasar pariwisata sumbar. Para kerah putih minang di jakarta, mungkin bisa mengusulkan kepada atasannya agar seminar, annual meeting atau bahkan outing kantor diarahkan ke ranah ini, dari pada tiap tahun hanya ke situ-situ saja. Sepuluh persen saja usulan ini bisa diaplikasikan, betapa banyaknya wisatawan yang bisa kita dapatkan. Berapa banyak sopir bis pariwisata yang akan bisa bekerja, para pemandu yang bisa bercerita dan seterusnya. Dunsanak perantau, betapa saya berharap. Jasa tour dan travel kita tak lagi sebatas calo tiket belaka terutama ketika musim lebaran tiba. Betapa saya ingin, lulusan management pariwisata bisa mengembangkan ilmunya di ranah sendiri. Berharap mereka mampu melakukan deal-deal billing komitmen dengan restoran, pengelola handycraft dan seterusnya. Dunsanak, inginnya saya pemerintah daerah bisa memberikan keringanan retribusi kepada para pelaku wisata. Ya semacam tax holiday lah. Kalau perlu pajak daerah untuk makanan dan minuman saya hapuskan sementara, biar harga makanan kita bisa terbilang murah. Biarlah uang pajak dijadikan belanjaan saja oleh para wisatawan, menjadi sebuah efek berganda bagi masyarakat. Daripada sekadar menjadi pemasukan PAD belaka. Tapi itu hanya maunya saya, jujur selain pajak balik nama, PAD kita masih berasal dari pajak restoran ini. Dunsanak yang terhormat, bukannya saya tak mau kita seperti Pak Alex Nurdin atau Syahrial Oesman. Berani menggarap wisata wilayahnya, mengundang setiap konferensi yang ada. Bahkan menyelenggarakan piala asia segala. Saya mau dunsanak. Tapi kita perlu sadar, wilayah kita tak sekaya mereka. Mereka mampu begitu, setelah pendidikan dan kesehatan bisa digratiskan kepada para pelajarnya. Kita berbeda dengan mereka, tak ada yang namanya royalti daerah, PAD kita juga jauh di bawah mereka. Maka dari dunsanak, mungkin lebih baik kita terima saja. Take for granted, bahwa usaha pemerintah daerah sudah maksimum. Mungkin dengan dunsanak berswadaya bersama - tak perlu berharap pada kami dahulu- usaha dunsanak bisa lebih berhasil. Keberhasilan setiap kegiatan swadaya dunsanak, keberhasilan kita semua. Toh muaranya, adalah kesejateraan dunsanak kita di ranah juga. Siapa tahu, justru apa yang telah dunsanak lakukan, akan menjadi model bagi kami para birokrat ini. Sebagai sebuah contoh bukti keberhasilan, ketika saya hendak mengajukan program dan pendanaan kepada DPRD dan pusat tentunya. Saya tunggu bukti itu... Salam Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on Yahoo! TV. ____________________________________________________________________________________ Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos. http://autos.yahoo.com/index.html --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
