Yth., Pak Saaf dan rekan-rekan MAPAS,
Ass Wr Wb.,
Seperti Upi sms kan ke pak Saaf bahwa Saudagar Bugis mengadakan acara Diskusi
Pariwisata di Gedung Deparsenibud, maka walaupun bukan bidang Upi, Upi mencoba
juga datang kesana karena ingin tahu kaya apa temu usaha Pariwisata itu. Sayang
pak Saaf sakit, sehingga tak jadi datang.
Namun walaupun begitu untuk pak Saaf, Upi telah mintakan 1 kit seminar yang
memuat informasi tentang keparowosataan Indonesia termasuk pidatonya Menteri
Pariwisata. InsyaAllah hari selasa Upi titipkan di kantor Komnas Ham, siapa
tahu ada gunanya bagi MAPAS.
Makalah dari beberapa tokoh sudah ada dalam kit tersebut, namun Upi mencoba
juga meramu hasil pembahasan yang disampaikan oleh ahlinya Pariwisata dari
Bali dan Sulse, antara lain pengalaman nya tentang pariiwisata di daerahnya.
Tentang Sulsel yang juga termasuk DTW ( Daerah tujuan wisata unggulan 2007 ).
Disampaikan bahwa sejak diberitakan Garuda tidak termasuk dalam pesawat yang
boleh mengangkut penumpang khususnya dari Eropah, maka turis di Sulsel turun
85%, karena umumnya turis dari Eropah lah yang datang ke Sulsel.
Sulsel senang termasuk DTW, tetapi sangat disesalkan DANA yang tersediia
untuk Sulsel lebih dimanfaatkan oleh Pusat untuk pelatiha, pembinaan, bukan
diserahkan langsung ke Sulsel untuk dimanfaatkan sesuai dengan keperluan yang
sesungguhnya.
Untuk diketahui dana untuk 5 DTW unggulan termasuk Sumbar adalah 90 milyar.
Kalau dibagi 5, maka katanya Sulsel itu kebahian 16 milyar. (Mungkin Sumbar
juga dapat sebesar itu pula ).
Oleh karena itu dalam seminar tersebut Sulsel mengusulkan agar dana yang 16
milyar itu langsung dianggarkan ke daerah saja. Dia mengatakan punya 21
kabupaten, kalau per kabupaten dapat 500 juta, kan banyak yang dapat
dikerjakan. Misalnya sebesar 450 juta dipakai untuk membenahi sarana
pariwisata, dan yang 50 juta dipakai untuk promosi bersama, artinya dengan uang
1 milayr lebih maka dapat diharapkan terjadi kemajuan pariwisata di daerahnya.
Usulan itu diamini oleh NTB ( termasuk dari 5 DTW unggulan pula ), juga dari
Bali.
Uni pikir tentu saja kalau Sumbar pun pasti setuju dengan usulan ini.
Barangkali salah satu sebab Pariwisata Sumbar belum seperti yang diharapkan,
adalah Sumbar tak punya DANA yang cukup untuk memajukan Pariwisata di daerah
kita itu.
Hal ini disampaikan oleh Pak Nico namanya.
Menurutnya untuk memajukan Pariwisata dibutuhkan :
1. SDM yang berkualitas. ( salah satunya dibukan SMK jurusan Pariwisata ).
2. Anggaran, disamping diminta APBD diperbesar, juga yang di APBN untuk
daerah diharapkan langsung dananya di manfaatkan oleh daerah ( bukan ada di
Pusat ).
3. Pembenahan obyek pariwsata yang harus dibenahi, terutama harus higinis (
maksudnya toilet ) harus bersih, makanan harus higinis dan akomodasi harus
terlihat rapih ( bukan mahal/lux tapi bersih ).
4. Pemasaran / promosi biaya harus mencukupi untuk bisa menarik turis datang.
Karena sangat susahnya mendapatkan turis asing, maka program dialihkan
menjaring turis lokal dengan nama WISATA MUDIK, diharapkan melalui program ini,
para perantau Sulsel dapat dijaring 5% saja setiap tahun pulang kampung, maka
industri pariwisata disana bisa hidup.
Kemudian Bali pun menyampaikan pengalamannya. ( Bapak Jero Karang ) kalau tak
salah namanya itu.Walaupun Bali mendapat predikat " The Best Distination
Island", namun tak ada dampaknya untuk Bali.
( Padahal kita selalu beranggapan Pariwisata Bali adalah sangat sukses, tapi
mereka ternyata masih menganggap belum berhasil - luar biasa ). Karenanya
mereka mengadakan berbagai terobosan.
Bali mulai mengeliat soal pariwisata sejak tahun 1967 ( pantas saja dia
berjuang sudah sangat lama, maka setelah 40 tahun baru dia bisa menikmatinya ).
Peristiwa Krisis 1997 berlanjut Peristiwa Bom Bali telah membuat industri
pariwisata Bali terpuruk. Maka pak Jero Karang dengan pak Luther Barung
langsung mengadakan Recoveri dengan mengundang seluruh usahawan travel dunia (
yang tadinya membatalkan perjalanan para turis ke Bali ) dengan acara Bali Art
Festival dimana mereka meyakinkan para biro perjalanan bahwa Bali dijamin aman.
Alhamdulillah berkat kerja keras mereka kepercayaan itu dapat diraihnya kembali
dan hunian hotel kembali meningkat.
Mereka (para pelaku bisnis pariiwisata ) merasa bosan dengan "gaya lama"
yaitu dengan keseniaan dan kebudayaan yang dijualnya. Maka dicari terobosan
baru, yakni 'PARIWISATA PEDESAAN BALI", dimana mereka mencoba memanfaatkan
jalur hijau dijadikan "hotel ala rumah desa" dan agro wisata dijadikan
unggulannya termasuk wisata baharinya. Mereka benar-benar memperhatikan soal
kebersihan ( toilet) dan perumahan untuk turis. Hotel dibangun oleh masyarakat
lokal ( akibatnya harga tanah jadi naik ). Masyarakat merasa memiliki program
ini, sehingga berkembanglah industri pariiwisata termasuk cendera mata dll.
Barangkali ide WISATA MUDIK ini bisa juga diterapkan oleh MAPAS. Karena
sesungguhnya banyak sekali orang Minang di Rantau yang barangkali mau
memanfaatkan WISATA MUDIK ini. Kita koordinir, mulai dari tiket, nginap dimana,
kemana saja tujuan wisatanya, mungkin acara 3 hari biaya sekian dan lain
sebagainya. Jangan terlalu lama, sebentar tapi padat.
Bisa juga WISATA MUDIK ini dengan MALAYSIA dan BRUNEI.
Bercermin dari mereka yang sukses dibidang Pariiwisata ini, tampaknya
Saudagar Bugis mencoba mendiskusikan apa yang terbaik dilakukan di Sulsel
supaya bisa se sukses Bali. Itu sebabnya diadakan diskusi usaha pariwisata yang
diadakan di Jakarta tetapi diikuti oleh para pelaku bisnis pariwisata Sulsel
dan Jakarta.
Barangkali ide ini dapat juga di tiru oleh MAPAS.
Itulah yang bisa Upi sampaikan, karena Upi pun hanya ikut sebentar saja acara
ini, karena ada pekerjaan bidang Upi yang juga harus diselesaikan hari itu.
Acara ini berlangsung dari jam 10 pagi sampai dengan buka puasa.
Jadi memang benar, kalau acara buka puasa MAPAS dari jam 4 sore, tak cukup
untuk membahas soal Pariwisata Sumbar.
Mudah-musahan berita ini ada gunanya.
Wass
Upi - 64 tahun
---------------------------------
Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---