Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Mungkin sebagai gambaran sulitnya kontroversi permasalahan sejarah
(dan penarikan kesimpulannya) bisa kita lihat dari sikap terhadap
perjuangan Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab. Masalah ini sepertinya
juga mempengaruhi alur pemikiran Mudy Situmorang. Dapat dilihat bahwa
dalam alur waktu mengenai Syaikh Muhammad bin 'Abdil Wahhab disebutkan
bahwa Syaikh menulis "buku kontrovesial" namun tidak dijelaskan buku
apa yang dimaksud dan bagaimana kontroversialnya. Padahal buku-buku
Syaikh yang populer cukup mudah didapatkan dan banyak yang telah
diterjemahkan ke Bahasa Indonesia seperti Kitab at-Tauhid, al-Ushul
ats-Tsalasah, dan Kasyf asy-Syubuhat.

Sampai saat ini masih hidup berbagai tuduhan terhadap Syaikh termasuk
yang luar biasa anehnya seperti bahwa beliau mengaku-ngaku nabi atau
beliau adalah agen Inggris. Permasalahannya serupa yang di antaranya
adalah penggunaan sumber-sumber yang tidak jelas. Walaupun
sumber-sumber itu sudah ada bantahannya sejak lama namun tetap saja
tuduhan itu berputar-putar.

Permasalah sejarah ini juga dapat kita lihat berkenaan konflik yang
terjadi di masa para shahabat radhiyallahu 'anhum. Ada banyak riwayat
mengenainya baik yang shahih maupun yang tidak jelas asal usulnya.
Banyak upaya untuk menyeleksi riwayat-riwayat itu namun tetap saja
banyak riwayat lemah dan tidak jelas yang beredar sampai sekarang dan
mewarnai pemahaman umat Islam. Padahal telah ada ayat-ayat yang memuji
para shahabat serta riwayat-riwayat shahih yang mengingatkan agar
berhati-hati dalam membicarakan shahabat Nabi apalagi sampai mencela
mereka.

Masalah ini bisa jadi bersumber adanya kepentingan tertentu.
Kepentingan itu bisa berbentuk hubungan emosional misalnya di sini
Mudy Situmorang sebagai orang Batak mungkin tidak suka dengan
perjuangan kaum Paderi. Belum jelas apakah yang bersangkutan muslim
atau bukan. Namun sepertinya ada upaya untuk juga menarik emosi umat
Islam dengan menyatakan kerajaan Pagaruyung sebagai kerajaan Islam.
Lalu menarik emosi nasionalisme dengan menyalahkan Paderi atas
kemenangan Belanda di tanah Batak.

-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke