dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  To: [EMAIL PROTECTED]
From: "dutamardin umar" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 4 Oct 2007 18:02:01 -0400
Subject: [MinangUSA] Fwd: [Imsa] Ramadhan di Amerika Oleh: DR. Amir Faishol Fath

        Ramadhan di Amerika
Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Mimpi Di Pagi Hari

Tidak pernah terlintas dalam mimpi, bahwa aku akan sampai ke sebuah
negeri yang kita kenal dengan Super Power ini. Negeri tempat
bertumpunya harapan dan cita-cita banyak manusia. Setiap hari di depan
keduataan Amerika di Jakarta, sejak pagi dini hari nampak pemandangan
ratusan orang berbaris antri untuk mendapatkan visa. Tidak kalah
dengan antrian orang-orang untuk mendapatkan visa umrah atau haji di
depan kedutaan Saudi Arabia. Pada hari itu aku selesai shalat subuh
langsung berangkat ke kedutaan. Karena kata sebagian kawan yang pernah
punya pengalaman mengurus visa, sepagi itu sudah banyak yang antri.
Tadinya aku kurang percaya, tapi ternyata benar, di pagi itu aku sudah
termasuk antrian yang agak kebelakang. Dalam benakku terlintas
pertanyaan: Apa yang mereka cari di Amerika? Ada apa di Amerika? Kalau
aku memang karena mendapatkan undangan ICMI North America untuk safari
Ramadhan, mengisi pengajian di tengah masyarakat muslim Indonesia di
Amerika.

Dan ternyata aku banyak menyaksikan orang-orang yang mendapatkan visa
di hari itu wajahnya cerah ceria, penuh kegembiraan. Wajahnya
berbinar-binar, seperti diguyur air hujan yang segar. Aku masih tetap
antri, menunggu giliran yang tidak kunjung habis. Dalam hati aku
berdoa semoga perjalanan ini -jika Allah mengizinkan- benar-benar
membawa berkah seperti berkahnya bulan Ramadhan. Kepada istri aku
kirim SMS agar selalu mendoakan yang terbaik. Ayah-ibu pun mendoakan
semoga niat yang baik ini tetap dalam lindunganNya. Aku tidak lupa
mengontak Bapak Kiyahi di Pondok Pesantren tempat aku belajar dulu.
Beliau mendoakan semoga segalanya lancar. Kawan-kawan dan anggota
pengajian tafsir di Jakarta, tidak luput aku mintai doa. Mereka semua
mengharapkan kebaikan dan keberkahan dari perjalanan yang akan aku
lalui.

Sepanjang aku mengantri ternyata tidak semua orang mendapatkan visa.
Banyak dari mereka yang kembali dengan tangan kosong. Rata-rata yang
mendorong mereka untuk pergi ke Amerika karena bekerja, belajar atau
jalan-jalan, menghabiskan dollar yang mereka punya. Sebab kata mereka
ada kebanggaan tersendiri jika di rumahnya terpampang foto berdiri di
depan gedung Capital Hill yang megah itu. Amerika adalah Amerika.
Orang-orang merasa bangga ketika pernah mengunjungi negeri itu. Dan
aku sering mendengar dari sebagi kawan yang pernah belajar di sana,
bahwa Amerika memang enak. Kemapanan hidup duniawi terpancar di
mana-mana. Sringkali -lanjutnya- orang-orang yang pernah merasakan
kenyamanan hidup di sana tidak akan mau kembali ke negerinya. Dan
ternyata benar, aku banyak menemukan orang-orang dari berbagai Negara
-bukan hanya orang Indonesia - yang berusaha mendapatkan green card
(kartu hijau untuk tinggal permanin). Sebab memang di Negara maju
seperti Amerika kebutuhan dasar seperti: kesehatan dan pendidikan
sangat terjamin. Anak-anak mereka benar-benar mendapatkan pendidikan
berkwalitas secara gratis. Orang-orang yang tidak punya tempat tinggal
(homeless) ditanggung oleh Negara. Tetapi karena mereka suka
mabuk-mabukan, di sebagian tempat kadang aku jumpai di sebagain pojok
lampu merah jalan raya mereka ngemis. Ngemis untuk minum-minuman,
sebab segala kebutuhan makanan dan tempat tinggal bagi mereka
sebenarnya sudah ada.

Aku melihat kenyataan itu, teringat beberapa ayat dalam Al Qur'an yang
menekankan pentingnya membangun ruhani. Di antaranya ayat: qad aflaha
man zakkaahaa (berbahagialah orang yang membersihkan jiwanya). Benar,
bahwa manusia tidak hanya membutuhkan makanan fisik, melainkan di saat
yang sama membutuhkan makanan ruhani. Dari banyak obrolan aku temukan
data bahwa delapan puluh persen rakyat Amerika pencandu alkohol. Jika
data ini benar, sungguh tidak bisa dipungkiri bahwa sudah saatnya
manusia bertaubat dari kemaksiatan dan dosa-dosa. Sebab tidak mungkin
dosa-dosa bisa memberikan ketenangan terhadap jiwa. Allah Sang
Pencipta, Dialah yang mengetahui hakikat manusia. Dalam banyak surat
Al Qur'an, Allah swt. tidak pernah bosan mengulang-ulang tentang
pentingnya iman dan amal saleh. Dalam surat Al Ashr dengan tegas Allah
swt menggambarkan bahwa semua manusia pasti celaka dan menderita bila
tidak beriman, beramal shaleh, saling menasihatti dalam kebenaran dan
saling menasihati dalam kesabaran.

Perhatikan betapa kemapanan sebuah negeri secara materi, belum tentu
memberikan segalanya bagi kemanusiaan. Manusia bukan hanya mahluk
materi, melainkan lebih dari itu ia mahluk ruhani. Karena itu Allah
swt. tidak pernah meninggalkan satu kaumpun sepanjang sejarah kecuali
diutus kepada mereka nabi-nabi yang akan memberikan bekal ruhani.
Mengapa? Karena Allah swt tahu bahwa manusia tidak akan pernah bisa
menacapai kebahagiaan jika hanya berbekal materi. Itulah yang sempat
aku saksikan di pojok-pojok kota besar di Amerika, orang-orang tidak
tahu apa yang harus mereka berikan kepada kemanusiaannya. Mereka
mengira bahwa dirinya membutuhkan uang yang banyak, tetapi ternyata
setelah semua itu ditangan, mereka masih mencari lagi, sebab
kebahagiaan yang mereka kejar tidak mereka dapatkan. Sebagian mereka
mengira bahwa itu terdapat dalam pergaulan bebas tanpa batas, namun
ternyata segala kebebasan yang mereka capai justru telah membuat
mereka terjatuh dalam jurang kebinatangan yang sangat mengenaskan.
Sebagian mereka mengira bahwa kebahagiaan terdapat dalam dunia hiburan
dengan cara mabuk-mabukan dan sebagainya, tetapi ternyata semua itu
justru kian membuat mereka sengsara.

Ibarat Kapal Besar

Melihat semua itu, aku tertegun. Seketika muncul di benak sebuah
perumpamaan yang pernah aku baca di sebuah buku. Bahwa peradaban
materialisme yang demikian mapan dan canggih ini ibarat sebuah kapal
besar yang indah dan mengagumkan. Setiap orang yang memandangnya
terpesona, karena segala dekorasi dan desainnya benar-benar ditangani
oleh orang-orang paling ahli pada bidangnya. Lalu orang-orang
berlomba-lomba masuk ke dalamnya. Tetapi setelah mereka di dalam,
mareka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Pun juga mereka tidak
tahu mau dibawa ke mana kepal tersebut. Akhirnya mareka hanya
berputar-putar di tengah laut. Di dalam kapal pun mereka tidak punya
pekerjaan, kecuali hanya tertawa-tawa, minum-minuman, dan
mabuk-mabukan, menunggu kapan kematian harus menjemput mereka.

Memang bila kita teliti lebih mendalam lagi, nampaknya memang benar
bahwa di Amerika jumlah orang yang stress karena kekeringan jiwa
sangat banyak. Sebagian data mengatakan bahwa penyakit jiwa di Amerika
mirip dengan penyakit influenza. Kawan-kawan yang sempat menemani saya
menceritakan bahwa pelarian mereka untuk melawan stress selain
minum-minuman dan tempat-tempat hiburan adalah makanan. Karenanya
banyak orang di mana-mana seringkali aku temui kegemukan. Berat
badannya tak terkendalikan. Karena itu bisnis mengurangi berat badan
sangat merebak dan laku di Amerika, kata kawan yang lain lagi.

Memang dari perjalanan safari ini banyak keluhan di mana-mana, tentang
kekeringan jiwa yang mereka alami. Karenanya mereka sangat gembira
ketika disebagian tempat di adakan pengajian. Mereka berlomba datang,
terutama ketika mereka mendengar bahwa ada seorang ustadz datang dari
Indonesia untuk memberikan siraman ruhani. Banyak cerita yang aku
temui bahwa mereka justru semakin kuat mengamalkan Islam setelah
sampai di Amerika. Tadinya saat masih di Indonesia, mereka kurang
berminat belajar untuk memahami Islam, tetapi setelah sampai di
Amerika minat untuk memahami Islam justru semakin kuat. Mereka
merasakan bahwa tanpa iman, kehidupan yang mereka jalani benar-benar
kering. Ini kesimpulan dari pengalaman yang mereka saksikan langsung
di tengah masyarakat sekitar mereka.

Salah seorang mengatakan kepadaku: "Pa Ustadz, semasih aku di
Indonesia, aku merasa tidak perlu belajar Islam. Tetapi setelah aku di
sini aku baru sadar bahwa Islam benar-benar kebutuhan ruhani. Aku
benar-benar tersiksa tanpa iman. Semua kegiatan yang aku lakukan
hanyalah kesia-kesiaan. Waktuku habis hanya dengan permainan tanpa
makna. Aku benar-benar merasa haus dengan siraman keimanan. Karenanya
di mana ada pengajian aku kejar. Sebab dengannya jiwaku benar-benar
menjadi hidup".

"Memang tidak ada pilihan bagi manusia kecuali harus segera kembali
kepada Allah" jawabku segera. "Apapun kemewahan yang bisa ia lakukan,
kecanggihan teknologi dan kemapanan fasilitas yang ia punya, itu tidak
akan pernah memberikan kebahagiaan secara lengkap, bila ruhani kita
kering. Bahkan bisa jadi itu akan menjadi bumerang yang akan
menghancurkan kemanusiaan itu sendiri. Perhatikan di sekitar kita,
betapa banyak yang kehilangan kemanusiaan, hanya karena tidak punya
iman. Mereka tidak tahu bagaimana cara hidup menurut Allah swt. Semua
cara hidup yang mereka lakukan adalah karangan otak mereka sendiri.
Itulah kesibukan pokok mereka hanyalah bekerja keras untuk mencari
makan dan minum. Allahu A'lam. (bersambung)


-- 

-------------------------------------------
Mari kita bantu korban musibah gempa Sumatera Barat.

Alam Terkembang Kalam Ilahi
www.west-sumatra.com


__._,_.___   Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new 
topic 
  Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
  Motto: CINTA PERTIWI PEDULI NAGARI

Mission: To express our unending love to home-country, Indonesia, by 
involvement in the West Sumatra’s human development program in a quest of 
achieving basic, well deserved human prosperity under the blessing of God, the 
Almighty.

Programs: 1. Endowment in Education 2. Arts and Cultural Promotion
3. Inter Local-government Cooperation.

Check our web-page
http://groups.yahoo.com/group/MinangUSA
http://groups.google.com/group/pulangbasamo/web 
   
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 

    Visit Your Group 
      Y! Messenger
  Instant hello
  Chat over IM with
  group members.

    Fitness Challenge
  on Yahoo! Groups
  Get in shape w/the
  Special K Challenge.

    Yahoo! Groups
  Join a yoga group
  and take the stress
  out of your life.



  .

 
__,_._,___                         



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke