Assalamualaikum ww

Sesuai saran Ayah Saaf utk meneruskan berita tentang "kontener Radio Nederland" 
ke bbrp media, iko jawaban dari Kantor Berita Antara walaupun ada "sedikit" 
info yg kurang pas.

Liputan Foto proses Survey dan Penurunan Kontener di Padang Panjang, insya 
allah akan ambo posting beko malam di Jakarta. Kini ambo sedang mencoba "Hot 
Spot" di Bandara Int'l M'kabau.

Semoga berkenan. Terima kasih

Wassalam,
Nofrins/47 

Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount 
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
Ass WR WB, Bang Nofrins ini info Bang Nofrins yang sudah lidia jadikan berita 
dan sudah siar di VSAT ANTARA.  

        RADIO NEDERLAND PINJAMKAN ALAT PEMANCAR RADIO FM PADA SUMBAR            
    Padang, 6/10 (ANTARA) - Radio Nederland meminjamkan satu unit alat pemancar 
radio FM lapangan kepada Pemprov Sumatera Barat 
untuk digunakan kegiatan mitigasi bencana alam.            "Peralatan radio 
untuk mitigasi bencana itu dioperasikan agar  masyarakat lebih siap menghadapi 
bencana sehingga resiko bencana dapat ditekan, " kata Sekjen Masyarakat Peduli 
Kereta Api Sumbar (MPKAS) Yulnofrins Napilus kepada ANTARA di Padang, Sabtu.    
        Peralatan bernilai Rp1 miliar lebih dengan bobot 8,5 ton dan ukuran 20 
feet yang dilengkapi antena tersebut dijadwalkan sudah bisa dipasang di Padang 
Panjang 6 Oktober.            Alat pemancar Radio FM yang pengoperasiannya 
berbasis komputer  tersebut akan dipasang di komplek SMAN 1 Padang Panjang. 
Alat tersebut dapat dioperasikan langsung dari dalam peti kemasnya yang 
separuhnya digunakan seagai ruang siaran dan separuhnya lagi untuk penempatan 
peralatannya.            Menurut dia,  peralatan tersebut nantinya akan 
dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program-program edukasi di bidang agama, 
seni dan budaya, pengembangan industri barang-barang kerajinan
 lokal, perkereta-apian dan pariwisata.      
    "Radio tersebut sekaligus dapat dijadikan sebagai ajang pelatihan tenaga 
terampil dibidang keradioan. Sejumlah acara yang dibutuhkan juga akan didukung  
Radio Nederland secara gratis," katanya.            Untuk mendukung aktivitas 
tersebut, kata Napilus, kontainer tersebut akan ditempatkan bersebelahan dengan 
aula, sehingga bisa digunakan siaran langsung dengan jumlah pemirsa yang lebih 
banyak.            Setelah didukung hasil survei, ia mengatakan, dipilihnya 
Kota Padang Panjang sebagai lokasi penempatan peralatan milik Radio Nederland 
tersebut, karena  daerahnya lebih strategis secara geografis dan setiap 
pemancar bisa menjangkau kawasan lebih luas.             Disamping itu, alat 
pencatat gempa (Seismograf) juga berada di Padang Panjang, yakni disamping 
kolam renang Lubuk Mata Kucing.             "Keputusan Pemerintah Belanda sudah 
termasuk dengan pertimbangan lokasi, sehingga kalau ada usulan dipindah ke 
daerah lain, mestinya penempatannya akan diulang kembali dari
 awal dengan berbagai aspeknya," katanya Walikota Padang Panjang serta kepala 
sekolah terkait menyatakan mendukung.       
                       pindah dari Aceh 
     Pada bagian lain Napilus mengemukakan, status stasiun Radio tersebut 
dipinjamkan ke Pemerintah Sumbar selama setahun dan bisa diperpanjang.          
   "Pemerintah Belanda mempersyatatkan, jika  pemakaiannya tidak optimal, 
seperti pengalaman di Aceh sebelumnya, mereka akan menariknya kembali, tetapi 
jka memang dinilai bermanfaat bagi masyarakat, waktu penggunaannya akan 
diperpanjang.              Biaya pengiriman unit pemancar radio tersebut dari 
Aceh sampai ke Padang Panjang,  juga biaya bagi teknisi yang akan didatangkan 
dari Belanda untuk setting dan pelatihan cara mengoperasikannya ke tenaga 
lokal, ditanggung Radio Nederland.              "Yasng mendeask, kita belum 
memiliki crane atau forklift untuk menurunkan kontainer seberat 8,5 ton itu 
dari truk atau trailer pengangkutnya di Padang Panjang," katanya.              
Padahal Dinas Prasarana Jalan dan Jembatan Sumbar yang  dikontak mengemukakan 
bahwa mereka tidak memiliki crane, hanya forklift yang akan dicek dulu
 apa cocok untuk digunakan menempatkan kontainer berisi pemancar radio 
tersebut.       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

--- End Message ---

Kirim email ke