Assalammualaikum Wr Wb

Pak Chaidir, Pak Saaf,Da Nof,Mak Darul,Sanak Miko,Rekan 
Hadi,Adinda Ronal,Sanak Ephi Lintau,Ni Sri,sarato dunsanak2 
kasadonyo,

Dalam kesempatan yang baik ko, ambo pun ingin mengucapkan 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, minal aidin wal faizin, 
mohon ma’af lahir dan bathin.Semoga pada hari raya ini kita 
semua kembali dalam keadaan fitrah,amin yarrabal’alamin.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------
Info Status tentang KA Wisata Sumbar sebagaimana ditulis oleh 
Da Nofrin dibawah, ambo raso sudah sangat komprehensif sekali.
Tetapi walaupun demikian,dalam kesempatan ini izinkanlah ambo 
ingin memberikan sedikit tambahan catatan mengenai status KA 
wisata Sumbar yang ambo koleksi sendiri sebagai bahan pemahaman 
kita bersama sbb:

1.      KA Wisata Padang- Pariaman Pp dan KA pembawa semen dari 
Indarung ke Teluk Bayur,merupakan dua jalur yang masih aktif di 
Sumbar sampai saat ini. Dengan 2 jalur aktif ini, PT.KAI Pusat 
masih mempunyai kewajiban untuk menghidupi PT.KAI Divre II 
Sumbar dengan lebih kurang 1000 karyawan dengan biaya anggaran 
sekitar Rp.2-3 Milyar/bulan,untuk biaya operational dan gaji 
karyawannya.

2.      Asset yang dimiliki PT.KAI Divre II Sumbar,berikut 
lokomotif,gerbong,perumahan karyawan,Stasiun,Rel,jembatan, 
tanah dsb,lebih kurang Rp.5 Triliun 

3.      Dari pandangan secara ekonomi PT.KAI Pusat, Divre II 
Sumbar merupakan salah satu Divre yang tidak sehat dan dianggap 
menjadi beban berat perusahaan, karena biaya operasionalnya 
harus selalu disubsidi dari Divre2 yang sehat2 lainnya. 
Sehingga muncullah ide di awal tahun 2006 lalu, untuk menutup 
total operasional Divre II Sumbar ini.

4.      Kemunculan MPKAS dengan ide mengaktifkan KA wisata dari 
Padang ke Padang Panjang dan terus ke Sawahlunto,telah membuka 
mata PT.KAI Divre II Sumbar,PT.KAI Pusat,Pemprov 
Sumbar,Pemkab,Pemko Sumabar, bahwa Divre II Sumbar sangat 
potensial sekali dan masih layak untuk dipertahankan bahkan 
boleh jadi akan dapat menjadi salah satu produk unggulan wisata 
Sumbar,yang merupakan satu2nya Provinsi tujuan Wisata utama 
Indonesia yang terletak di Barat Indonesia. Sementara 4 
Provinsi kunjungan wisata utama Indonesia lainnya,terletak di 
bahagian timur Indonesia.

5.      Approach dan loby2 tingkat tinggi serta pencerahan yang 
telah dilakukan MPKAS sebagai penggagas KA wisata Sumbar selama 
ini, Alhamdulilah mendapat sambutan hangat. Hal ini terbukti 
dengan keluarnya Task Force Gubernur, dan Penandatanganan MOU 
pembiayaan revitalisasi Kereta Api Wisata Sumbar antara PT.KAI 
Pusat,Dirjen Kereta Api, Pemprov Sumbar,Pemkab,Pemko,yang siap 
mengeluarkan dana APBD daerah untuk pembiayaan revitalisasi 
Kereta Wisata Sumbar itu,yang besarnya +/- Rp.12.5 Milyar

6.      Kebulatan tekad dan keseriusan dari Pak Gubernur, 
Kadivre II,Sumbar, MPKAS,Pemkab,Pemko, sangat jelas terlihat 
dengan ditetapkannya  Tanggal 8 April 2007 yang baru lalu 
sebagai hari peresmian KA wisata Sumbar dari Padang ke Padang 
Panjang dan terus ke Sawahlunto.

7.      Tetapi Allah berkehendak lain, malang tidak dapat 
ditolak, mujur tak dapat diraih, tepat sebulan sebelum KA 
Wisata diresmikan, Sumbar dilanda gempa hebat pada tanggal 7 
Maret 2007. Gempa hebat Sumatera Barat ini membuat perhatian 
semua pihak menjadi terpecah. Apalagi ditambah lagi dengan 
terjadinya gempa susulan hebat 12 September 2007 baru2 ini, 
yang pada kemudian hari membuat perhatian terhadap isu Gempa 
menjadi isu yang jauh lebih mendapat perhatian ketimbang Kereta 
Api wisata. 

Kesimpulan

1.      Manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah lah yang 
memutuskan.

2.      Mungkin Allah belum mengizinkan KA Wisata di launching 
secepat ini, karena mungkin perlu waktu untuk pengecekan teknik 
secara seksama,semua sarana dan prasarana yang telah berumur 
uzur (+/-115 tahun ini),demi keselamatan kita semua juga, 
mengingat banyaknya sarana dan prasarana KA yang telah uzur 
yang menyebabkan seringkalinya terjadi KA Api yang anjlok yang 
menyebabkan korban jiwa. Karena minimnya perawatan dan 
kurangnya tenaga SDM yang handal dari jajaran PT.KAI kita saat 
ini.

3.      InsyaAllah ketulusan niat dan keikhlasan rekan2 MPKAS 
semua, akan mendapatkan nilai ibadah dan pahala yang berlipat 
ganda dari Allah.

4.      Kata Allah “ Boleh jadi,sesuatu itu baik dalam 
pandanganmu,tetapi sesungguhnya buruk dalam pandangan Allah,dan 
boleh jadi sesuatu buruk dalam pandangan mu,padahal 
sesungguhnya itulah yang terbaik dalam pandangan Allah, karena 
sesungguhnya Allah lah yang Maha tahu dan engkau tidak tahu.

5.      Sebetulnya banyak pihak yang akan diuntungkan apabila 
KA wisata Sumbar ini sukses, dan akan terangkat namanya ke 
permukaan secara politik, tetapi yang jelas bukan MPKAS. Hal 
itu jelas sekali terlihat pada acara peresmian KA Si Binuang 
dan penandatangan MOU pun, Pak Chaidir orang tua kita yang 
telah jauh2 dari Jakarta dengan biaya sendiri pun tidak 
diberikan kesempatan untuk tampil dalam acara tsb.

6.      Tetapi coba dibayangkan sebaliknya, jika terjadi 
ma’af “kecelakaan KA wisata” nantinya karena memang sarana dan 
prasarananya yang telah  uzur, maka MPKASlah yang paling 
bertanggung jawab secara moril dan yang pertama dicari Polisi.

7.      Nasib MPKAS tak obahnya dengan nasib seorang 
guru,bilamana anak muridnya sukses dalam UMPTN,maka murid 
itulah yang disebut2 orang sebagai murid yang hebat dan 
pintar,tetapi bila si murid itu gagal, makanya gurunyalah yang 
disalahkan orang karena tidak pandai mengajar. 

8.      Mungkin inilah salah satu ujian KEIHKLASAN DAN 
KETULUSAN kita terhadap Allah yang ingin berbuat sosial atas 
nama perantau minang tanpa mengharapkan pamrih apa-apa untuk 
kemajuan kampuang Ranah Minang yang tercinta.Jadikanlah ini 
pelajaran beharga dari Allah dalam hidup kita ini,karena begitu 
banyak sekali sebetulnya pelajaran yang dapat kita petik dalam 
kegiatan MPKAS selama ini.  

9.      Dan manusia yang IKHLAS inilah sebetulnya yang sangat 
langka sekarang ini di Indonesia. Dan ambo sangat yakin,hanya 
orang2 yang IHKLAS inilah yang akan bisa memperbaiki Negara 
Indonesia ini nantinya, dan yakinlah bukan hanya kereta Api 
saja yang bisa kita Revitalisasi, bahkan akan banyak hal yang 
dapat diperbuat oleh orang2 Ihklas ini nantinya, seperti 
pemasangan Pemancar Radio Netherland oleh Pak Saaf & Da Nofrin 
di Padang Panjang, Pariwisata oleh MAPPAS, Saudagar dan 
Perdagangan oleh SSM2007,sektor 
kesehatan ,pendidikan,telekomunikasi,dsb. Karena hanya orang2 
yang Ihklas (Muklis) itulah satu2nya manusia yang dijamin oleh 
Allah yang tidak akan bisa digoda syetan.

10.     Mungkin strategy ke depan MPKAS tidak cukup hanya 
sebagai penggagas dan konseptor saja, tetapi harus menjadi 
semacam  “Quality control” yang akan terjun langsung ke 
lapangan mengawasi proses revitalisasi itu sendiri, mengawasi 
secara langsung proses perbaikan dan kelayakan sarana dan 
prasaran teknis penunjang KA wisata Sumbar ini nantinya.


Sekian saja dulu,mohon ma’af baribu ma’af karena tulisan ini 
juga ternyata cukup panjang.


Sekali lagi selamat Hari Raya Idul fitri 1428 H buat semua 
saudara2 ku yang telah Ihklas berbuat selama ini,mohon ma’af 
lahir dan bathin semoga kita semua keluar pada hari raya ini 
menjadi manusia yang fitrah dan bertaqwa, Amin yarraba’alamin.

Wassalam,
Kurnia Chalik




Date: 10-Oct-2007 14:35:53 +0900
From: "Yulnofrins Napilus" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: "Asita Sumbar" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Info Status ttg KA Wisata Sumbar
Assalamualaikum ww
 
Dunsanak kasadonyo,
 
Sekedar menginformasikan kembali agar tidak misperception ttg 
KA di Sumbar. Terutama yang "kemungkinan" tidak mengikuti 
perkembangannya di milis ini dan bbrp milis lain ttg isu KA 
ini. Setidaknya utk me-refresh kembali perhatian kita thd Mak 
Itam ini. Apalagi sekarang ada "dorongan" dari ASITA Sumbar 
yang sangat berharap thd hidupnya kembali KA kita ini. Maaf 
agak sedikit panjang. Kalau anda peduli dg Sumbar silahkan 
dibaca. Kalau tidak ya skip aja.
 
Sejak MPKAS terbentuk 6 Sep. 2007 lalu, misi utama organisasi 
sosial dan non-profit bagi pemeduli KA & Pariwisata yg gak 
punya AD/ART ini, tahap awalnya adalah untuk mencoba membantu 
membangkitkan perhatian semua pihak ke KA. Sayang sekali aset 
triliunan tsb "tidur" begitu saja. Apapun lah alasan 
sebelumnya... 
 
Agar tidak membutuhkan investasi yang sangat
besar, saran dan kesepakatan kita waktu itu adalah untuk 
menjalankan KA Wisata dulu dg rute Padang - Padang Panjang. 
Dan... mulai dulu dg SEKALI SEMINGGU...! Bertahaplah sembari 
baca pasar... Selanjutnya hingga Singkarak, Solok dan akhirnya 
sampai Sawahlunto. KA Wisata yang sudah jalan sekali seminggu 
Padang - Pariaman, tetap diteruskan. Marketnya sudah bagus 
untuk yg ini.
 
Dalam waktu 3 bulan ternyata kita bisa merubah kebijakan Pemda 
Sumbar dan isunya sampai ke SBY sehingga KA Wisata dijadikan 
salah satu unggulan pariwisata Sumbar. Awal Januari dg 
koordinasi oleh Gubernur Sumbar, terjadi kesepakatan dari semua 
Pemda/Pemko yang dilalui KA utk mendukung niat baik ini. 
Sekaligus utk mendukung Sumbar sebagai salah satu propinsi 
unggulan dari 5 propinsi unggulan pariwisata nasional di 
Indonesia (tahun 2008 jadi 10 propinsi). Januari 2007 tsb 
dikebut agar budget tsb bisa masuk ke APBD Sumbar. Dana ini 
diperlukan untuk mengurangi resiko thd
bbrp bantalan rel yang sudah dianggap kurang layak lagi dan 
sudah waktunya diganti. Apalagi sempat kena gempa bbrp kali.
 
Pemda Sumbar untuk menunjukkan keseriusan mereka sampai merasa 
perlu mengeluarkan semacam SK Task Force yang sempat juga jadi 
perdebatan di milis ini. Walaupun buat saya secara pribadi, ada 
SK tsb atau tidak, tidak lah penting. Krn walaupun pernah 
dijemput mobil plat merah ke BIM krn diminta hadir rapat KA ke 
Padang, tetap saja uang tiket, uang Hotel, uang Sewa mobil 
setiap ke Sumbar tidak diganti juga oleh Pemda kok... Setelah 
itu, tidak diundang pun, masih tetap aja bolak balik ke Sumbar 
dg uang pribadi. Begitu juga bbrp anggota MPKAS lainnya, 
termasuk Ketumnya yang sudah berumur hampir 80 tahun masih aja 
memaksakan diri bolak balik ke ranah... 
 
Ternyata dalam proses tidak semudah membalikkan telapak tangan. 
Kita sebagai pemeduli, memang tidak bertindak
sebagai operator atau pun regulator tentunya. Eksekusi bukan 
ditangan kita. Dan memang bukan utk itu. Sehingga tidak semua 
hal bisa kita kontrol begitu saja. Namun begitu, 8 April 2007 
sudah diagendakan peresmian KA Wisata ini oleh Pak JK. Tapi 
malang tak dapek ditulak, untuang tak dapek diraiah, Sumbar 
tertimpa bencana gempa besar Maret 2007. Rel KA pun juga 
mengalami dampak di bbrp tempat. Sehingga peresmian tsb 
tentunya harus kita batalkan.
 
Pada awal Februari 2007 terjadi pergantian Kepala Divisi 
Regional II KAI Sumbar. Kadiv yang baru ini, dengan "kaca mata 
kuda"nya, main hajar bleh aja... Beliau langsung koordinasi dg 
Pemda Sumbar TANPA melibatkan MPKAS yang sebelumnya TELAH 
MEMBANGUNKAN KEMBALI" KA di Sumbar. Hasilnya ya Si Binuang yang 
skrg lagi "kebinuangan" eeh kebinguangan... Di kota-kota besar 
umumnya, mass transportation kalau pagi selalu menuju masuk ke 
pusat kota, tetapi Si Binuang justru dari dalam kota menuju 
keluar kota.
Entah apa dasar pertimbangannya. Belum ada proses Awareness dan 
publikasi thd masyarakat, sudah langsung di launching begitu 
saja. Promosinya pun baru dilakukan setelah launching. Itu pun 
hanya bbrp hari saja. Yang kita khawatirkan, image thd KA 
bisa "hancur" lagi thd KA. Membangun image kembali akan jauh 
lebih susah dibanding menjaganya... Oleh sebab itu, kita dari 
MPKAS pernah menyampaikan agar KA Sibinuang tsb dipertimbangkan 
lagi operasionalnya...! Mulai dululah sekali seminggu ke Padang 
Panjang, melewati the Amazing View di Lembah Anai...
 
Kenapa MPKAS membiarkan seperti itu...? Mestinya harus 
memainkan peran sbg kontroler? Sebetulnya tidak kita biarkan. 
Bahan-bahan presentasi dinda Kurnia yang sangat impresif tsb 
juga sudah sampai ke Kadiv. Tetapi dalam hidup dan kehidupan 
ini, selalu saja ada orang yang mencoba memberi kejutan-
kejutan... Apapun lah alasannya... Sayangnya kejutan yang ini 
tampaknya kurang
berhasil.
 
MPKAS masih selalu melakukan lobby kiri kanan. Tetapi tentunya 
tidak setiap saat bisa kita lakukan. Krn "asap dapur" kita 
bukan datang dari aktifitas MPKAS. Apalagi kita semua juga 
manusia biasa yang juga punya berbagai keterbatasan dan 
kemampuan, baik waktu maupun materi. Sampai-sampai Bendahara 
MPKAS ngomel-ngomel: "Lah, trus apo karajo ambo...? Indak ado 
pitih masuak dan indak ado pulo pitih kalua nan ambo catat...? 
Tapi kegiatan MPKAS jalan taruih...? Baa lo ko...?". Secara 
berorganisasi, memang agak kurang sehat cara-cara seperti ini. 
Tetapi sejauh ini, memang baru sampai disitu kemampuan dan 
keterbatasan waktu kita yg ada di organisasi MPKAS, trus mau 
apa..? Kalau tidak di short cut dari niat dan dana pribadi-
pribadi, akan lebih lama lagi prosesnya...! 
 
Bulan Juli lalu juga hampir KA Wisata diresmikan lagi dg 
rencana kunjungan Pak JK ke Sumbar ketika meresmikan peletakan 
batu pertama
pembangunan kembali Istana Pagaruyung. Saya dan Ketum MPKAS 
sudah sampai hadir rapat koordinasi dg protokoler di Setwapres 
Jl. Kebon Sirih. Juga Direktur KAI dan Kadiv KAI Sumbar 
lengkap. Tetapi dg bbrp alasan tertentu, akhirnya batal lagi 
diresmikan. Selalu saya katakan ke bbrp rekan-rekan bahwa niat 
baik belum tentu cukup dan pas dg dunia politik yang melibatkan 
berbagai kepentingan dan aspek serta dampak-dampak tertentu ke 
masyarakat. Jika kita dalam posisi tsb, belum tentu juga 
bisa "bermain" dg mudah... Maklumlah, kita penonton biasanya 
selalu merasa lebih pintar dari pemain...:)
 
Seperti yang terjadi bbrp minggu lalu. Kadishub Sumbar telpon 
saya setelah membaca Harian Singgalang dan nada seperti orang 
hampir menangis. Sudah berusaha berniat baik membantu KA Sumbar 
yang notabene bukan tanggungjawab langsung Dishub, ternyata 
malah dihujat melalui media massa. Beliau habis presentasi di 
DPRD Sumbar memperjuangkan dana perbaikan
bantalan KA agar KA Wisata bisa segera terwujud. Dana yang 
diminta agar segera disetujui dan bisa dicairkan itupun masih 
10% dari yang telah disepakati sebelumnya. Itupun dananya 
diserahkan ke KAI Sumbar. Bukan jadi proyek Dishub. Mungkin si 
wartawan JUGA tidak mengikuti sejarah perkembangan "hidup lagi" 
nya KA di Sumbar ini, sehingga main hajar bleh saja... Main 
sikat aja...
 
Disisi lain, mengembangkan organisasi yg berbau KA ini dan 
membuat orang tertarik bergabung, ternyata tidak mudah juga. 
Umumnya sudah agak keder duluan dg alasan gak ngerti ttg KA. 
Walaupun di MPKAS yg tahu KA itu hanya 2 orang, Ketum dan salah 
satu koordinator wanita. Tapi ya sudahlah... Jalan sebisanya 
aja dulu...
 
Lobby terakhir yang kita lakukan dengan Direksi KAI yaitu 
terjadinya pergantian Kadiv KAI Sumbar. Bagaimana hasilnya 
nanti kedepan? Waktulah nanti yang bisa menentukan...
 
Skl lagi mohon
maaf agak panjang. Ini bukan pledoi atau pembelaan diri. Tetapi 
terpaksa ini saya lakukan melihat perkembangan di milis ini 
yang agak kurang kondusif akhir-akhir ini. Perdebatan apapun di 
palanta ini, namanya aja palanta, tidak berpengaruh besar buat 
saya. Saya tetap akan jalan dengan niat dan sebatas kemampuan 
yang saya miliki. 
 
Ambo tahu persis, masih banyak nan sangat potensil di palanta 
ini dari kita-kita. Tapi mungkin "alun satageh" kito mentalnyo. 
Sehingga akhirnya mereka lebih mengambil posisi pasif saja...! 
bak kecek urang Medan: "Untung kagak, kena hujat pula' awak 
nanti...!". 
 
Secara pribadi, saya sangat mendukung munculnya wajah-wajah dan 
potensi-potensi baru untuk peduli dan melibatkan diri lebih 
jauh. Makanya saya ORANG PERTAMA yang mendukung inisiatif 
terbentuknya MAPPAS yg dilemparkan oleh Ajo Duta pertama kali 
di palanta ini. Saya pun sampai terpaksa berbenturan di 
internal MPKAS
agar MAPPAS walaupun dilahirkan dari MPKAS, dan saya yang ketok 
palu nya utk itu, tetapi tidak dibawah MPKAS. Tetapi harus 
menjadi DUO...! Kito bakarajo samo ajo udah susah, apalagi 
kalau harus diminta menjadi bawahan yang satu dari yang 
lain...? Apalagi ini karajo sosial... 
 
Jadi mari kita kasih kesempatan seluas-luasnya dan kita bantu 
mendorong mereka untuk bisa muncul dan berkiprah juga sebatas 
yang bisa mereka lakukan. Bahwa mereka juga punya "interest" 
masing-masing, as long as dalam batas-batas kewajaran, kenapa 
tidak? Kita tidak menggaji mereka untuk bisa MURNI hanya 
berbuat sosial itu saja... Para Saudagar Minang pulang ke Ranah 
untuk membangun kampung, tetap harus kita apresiasi dengan 
positif. Tidak berbisnis ke Ranah pun, mereka juga sudah hidup 
nyaman dg keluarganya kok di Rantau... Tetapi bahwa mereka 
perlu ambil untung sedikit untuk membiayai gaji para 
karyawannya, jelas dong... Mana bisa mereka kerja sendiri...! 
Walaupun,
mungkin.., ado juo nan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya 
untuk keuntungan pribadi... kabaa juo lai...
 
Jadi, saya menghimbau, mari kita sama-sama menjaga silaturrahmi 
kita di palanta ini. Jangan langsung main hakim sendiri 
tanpa "praduga tak bersalah"...:) Walaupun kita juga tidak 
punya hak untuk itu...! Pertanyaan saya, kenapa kita tidak 
selalu memulai sesuatu dengan BERTANYA sebelum menyimpulkan...! 
 
Kalau tidak ada atau kurang potensi-potensi baru yang muncul, 
siapa yang rugi...? Secara pribadi, kita-kita yang mungkin 
sudah merasa "lebih settle" hidupnya di rantau, mungkin tidak 
rugi. Tapi kampuang awak, anak ponakan, dunsanak, dll... lambek 
bana mereka bisa maju, lambek peningkatan ekonomi di ranah... 
Apakah kita sanggup kirim wesel terus menerus? Atau apakah kita 
minta mereka keluar dari Sumbar semua agar bisa hidup dan 
mendapatkan kesempatan spt kita? Bahwa sudah banyak juga yang 
hidup enak di
Sumbar, iya. Tapi baru berapa persen dibanding propinsi 
lain...? Tapi mudah-mudahan pandapek ambo iko salah atau kurang 
tapek. Mohon maaf skl lagi...
 
Apapun persepsi yang muncul akhirnya dari tulisan saya diatas, 
itu adalah hak dunsanak kasadonyo yang tidak bisa diganggu 
gugat...! Tapi sekali persepsi tsb kita lempar ke public area, 
itu akan berdampak ke banyak pihak. Apakah dunsanak mau 
merespon atau tidak, itupun juga hak dunsanak semua...:) Dan 
hak saya juga utk tidak merespon akibat tulisan saya yang ini 
jika ada perdebatan stlh ini, kecuali di forum rapat MPKAS...:) 
Kalau memang peduli, mari kita duduk sama-sama face to face. 
Tidak berdebat dan menilai-nilai orang lain secara terbuka di 
palanta ini...
 
Mari kito renungkan dan pahami basamo kato-kato pak Chaidir N. 
Latief bbrp minggu lalu di rumah Bang Fahmi Idris: "Nof, ambo 
stlh ini mungkin tidak bisa bergerak sebebas sebelumnya lagi...
Ambo baru jatuah dirumah kapatangko... Agak taganggu jalan ambo 
saketek. Anak-anak jo minantu indak mengizinkan ambo untuk pai 
bajalan acok-acok dan sorang-sorang lai do. Sudah harus ado nan 
mangawal taruih...". Raso katitiak aie mato ambo ditangah urang 
banyak mandanga penuturan Ayah ambo iko...
 
Talabiah takurang, kok ado nan talantuang kanaiak, tasingguang 
katurun, maaf baribu maaf, mohon ampun kajunjuangan Allah swt. 
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Terima 
kasih.
 
Wassalam,
Nofrins/47

haidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Elthaf dan para dunsanak di melis 
 
Ado nan barangkali bermanfaat bagi adiak adiak atau anak anak 
ambo di melis ko ( ambo lah 79 lewat ) Adalah nasehat alm pak 
Hugeng Kok nio umua panjang indak pikun pikiakan baa membunuh 
waktu ( to kill the time ) masaro diri masih bermanfaat Kalau 
pisau diasah taruih indak akan bakarek Bermanfaat bagi diri 
sendiri dan bermanfaat bagi urang banyak ( memenuhi ajaran 
agamo )
 
Chaidir N Latief



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke