CINTA DUNIA Hasil Didikan Para Pemimpin Sekular
 
Website : KAJIAN ISLAM <http://nurmanzahri.blogspot.com/>  
 
Begitu banyak manusia yang lalai terhadap tujuan penciptaan-Nya, hidup
bagaikan hewan ternak. Mari kita simak ayat-ayat Allah agar kita
senantiasa Istiqomah untuk menggapai ridlo Allah SWT.
 
(QS Ali Imran : 14)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali
yang baik (surga). 
 
(QS Al Fajr : 20)
…dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. 
 
(QS At Takaatsur : 1-3)
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam
kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu
itu) 
 
(QS Al A’raaf : 179)
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari
jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya
untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi)
tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. 
 
1. Panjang Angan-angan pada Dunia         
 
Tak diragukan lagi bahwa panjang angan-angan adalah pengaruh psikologis
cinta dunia. Karena apabila seorang men cintai dunia akan selalu
bergantung padanya. Dan dengan demikian dia akan terus
mengangan-angankannya. Inilah pre mis pertama dalam masalah ini. Premis
keduanya ialah bahwa orang yang panjang angan-angannya kepada dunia,
akan lupa pada kematian. Konklusinya, persiapan amal salehnya buat
akhirat semakin berkurang. Silogisme ini telah disinggung dalam beberapa
nash keislaman.
 
Imam Ali as berkata: ''Tidaklah panjang angan-angan seorang hamba,
kecuali jelek perbuatannya".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn31>
 
Imam Ali as berkata: "Orang yang paling banyak berangan-angan, paling
jarang mengingat kematian".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn32>
 
 
Imam Ali as berkata: "Manusia yang paling panjang angan-angannya adalah
yang paling jelek perbuatannya".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn33>
 
 
2. Merasa Tentram dengan Dunia dan Condong Padanya 
 
Ini, sebagaimana yang telah saya jelaskan, adalah akibat dari panjangnya
angan-angan pada dunia dan cinta dunia atau rela kepada dunia. 
 
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan
(tidak percaya akan) pertemuan dengan Karni, dan merasa puas dengan
kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidapan itu dan
orang-orang yang melalai kan ayat-ayat Kami. Mereka itu ternpatnya ialah
neraka, dise babkan apa yang
selalu mereka kerjakan..." Q.S. Yunus:7-8. 
 
Keadaan tenteram seperti itu bersifat palsu dan tidak hakiki. Dengan
ketenteraman itu, manusia akan merasa bahwa dunia adalah tempat abadi
baginya. Padahal dunia bukan tempat abadi. Kesenangannya cepat sirna,
rusak dan hancur. Dan sesungguhnya tempat yang abadi hanyalah surga. 
 
Allah berfirman: "Mereka bergembira dengan kehidupan dunia itu
(dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang
sedikit)..." Q.S. Ar-Ra'd
26. 
 
Allah berfirman: "Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah
kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal
... Q.S.
Al-Mukmin:39. 
 
Dunia hanya merupakan kesenangan yang lenyap sementara alam akhirat
tempat yang kekal berlawanan dengan sangkaan orang yang condong kepada
dunia. Kecintaan dan ke relaan terhadap dunialah yang menyebabkan
manusia memi liki waham yang demikian itu. 
 
Imam Ali as pernah meriwayatkan sebuah hadis qudsi yang demikian
bunyinya: "Aku heran pada orang yang melihat dunia dan menyaksikan
perubahannya dari satu
keadaan ke keadaan yang lain, tapi dia bisa merasa tenang dan tenteram
padanya".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn34>
 
 
Dalam hadis qudsi lain Allah berfirman kepada kalimullah, Musa as:
"Wahai Musa! Jangan condong pada dunia seper ti kecondongan orang-orang
zalim dan kecondongan orang- orang yang menjadikannya sebagai ibu dan
ayahnya. Cukup-cukupkanlah dirimu darinya".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn35>
 
 
Ungkapari hadis tersebut sangat jernih dan dalam. Sebagian manusia ada
yang condong pada dunia, padahal dunia itu hanyalah kumpulan
keadaan-keadaan yang
terus-menerus berubah, seperti kecondongan bocah pada ibu dan bapaknya.
Sementara sebagian lain ada yang melihat dunia hanya sebagai gelimang
lahwu dan
permainan yang diperlombakan manusia secara batil. Kemudian, dia
mengetahuinya dan tidak tertipu olehnya. Bahkan dia menggantikan dunia
dengan kehidupan hakiki yang indah, yaitu kehidupan ukhrawi. 
 
Allah berfirman: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda-gurau
dan main-main. Dan sesungguhnya akhir nya itulah yang sebenarnya
kehidupan, kalau
mereka mengetahui..." Q.S. Al-?Ankabût:64. 
 
3. Mengutamakan Kehidupan Dunia daripada Akhirat 
 
Bila manusia sangat cinta dunia, dia pasti akan mementingkan urusan
duniawi daripada urusan ukhrawi. Allah telah menyebutkan dalam Alquran
tentang perihal
pengutamaan urusan duniawi di atas urusan ukhrawi. 
 
Allah berfirman: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran
Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka
sesungguhnya surgalah
tenipat tinggal (nya)" Q.S. Al-Nâzi'ât:40-41. 
 
Dan Allah juga berfirman: "Tetapi karnu (orang-orang kafir) memilih
kehidupan duniawi padahal kehidupan akhirat lebih baik dan kekal." Q.S.
Al-A'lâ:16-17. 
 
Pada hakikatnya, mereka menginginkan dunia belaka. Sikap mengutamakan
dunia atas akhirat itu muncul jika terjadi benturan antara dunia dan
akhirat. Yakni
ketika manusia di tuntut memilih 'dunia tanpa akhirat' atau 'dunia -
akhirat', maka mereka akan memilih dunia tanpa akhirat. Kalau begitu,
sebetulnya mereka
semata-mata ingin kehidupan dunia. 
 
Allah SWT berfirman: "Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang
berpaling dari peringatan Kami, dan tidak menginginkan kecuali kehidupan
duniawi..."
Q.S. An- Najm 29. 
 
Bahkan, lebih dari itu mereka tidak segan-segan menjual akhirat demi
mendapat dunia.
 
Allah SWT berfirman: "Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia
dengan (kehidupan) akhirat ". Q.S. Al-Ba qarah:86.
 
Berkenaan dengan masalah ini Rasulullah SAWW bersabda: "Barangsiapa
dihadapkan dua pilihan; dunia dan akhirat, lalu ia memilih dunia
daripada akhirat, maka
ia akan bertemu Allah SWT tanpa membawa kebaikan yang bisa mencegahnya
dari neraka. Dan barangsiapa yang mengambil akhirat dan menolak dunia ia
akan menemui Allah di hari kiamat dalam keadaan diridhai-Nya". [36]
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn36>
 
Imam Ali as berkata: "Barangsiapa yang menyembah dunia dan
mengutamakannya di atas akhirat, akan mendapat akibat yang buruk".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn37>
 
Imam Ali as juga berkata: "Tidaklah manusia meninggalkan urusan agamanya
untuk memperbaiki urusan dunianya, kecuali Allah bukakan mereka sesuatu
yang lebih
mem bahayakan dirinya."
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn38>
 
Imam Ali as berkata pula: "Orang yang tidak peduli terhadap bencana yang
menimpa urusan akhiratnya, asal saja urusan dunianya selamat, maka orang
itu akan
benar-benar celaka".
<http://www.al-shia.com/html/id/books/hawa-nafs/05.htm#_edn39>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti (unsubscribe), kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke