SISIR  TANDUK
  Oleh : K Suheimi 
   
   
  Urang awak pedagang kaki lima itu asyik menjajakan sisir tanduk dagangannya 
sambil berteriak memanggil-manggil pembeli menyatakan keunggulan sisir yang 
dijualnya. “Sisir tanduk- sisir tanduk, tidak bisa patah walaupun terjatuh, 
sekalipun di banting, sambil menjatuhkan sisir dan memanting sisir yang 
ditangannya. Juga sisir ini tak bisa patah kalau di bengkokkan katanya sambil 
membengkokkan sisir itu untuk di demonstrasikan. Tapi ketika dia sedang 
membengkokkan sisir itu tiba-tiba “Toes” sisr itu patah. Seharusnya dia 
terkejut, seharusnya dia malu, seharusnya ditutupnya kedainya, namun dia orang 
minang  yang tak pernah kehilangan akal. Dengan segra dia berfikir dan dengan 
cepat dialihkankan perhatian orang yang sedang menonton dagangannya. 
  “Lihat bapak-bapak , lihat ibu-ibu, saya tidak dusta  yang saya jual ini 
betul-betul sisir dari tanduk, lihatlah dari luar sampai kedalam sisir ini 
terbuat dari tanduk” sambil memperlihatkan bagian dalam dari sisir yang patah. 
  Penontonpun yakin bahwa sisir tanduk memang terbuat dari tanduk, tapi soal 
tak bisa patah itu hilang tertelan “ota” , dan hari itu sisir itu banyak laku 
terjual.
  Dalam situasi genting dan terpojok orang minang itu tak kehilangan akal, 
justru dia berkelit dan selamat serta sukses. Kesuksesan orang minang yang 
tadinya jadi pkl            (pedagang kali lima) berubah jadi saudagara yang 
kaya raya, kerna dia menjalankan akalnya. 
  Nah dalam temu saudagar minang di Hotel Pangeran kemarin. Banyak 
saudagar-saudagar sukses itu pernah  berusaha sebagai  PKL, kerna dia sukses 
dalam dagangannya dia jadi pedagang gesar. Dan sebagai penghormatan padanya dia 
di beri gelar Saudagar , kerna saudagar itu berasal dari kata sangsekerta 
artinya seribu akal, kata Yusuf Kala, yang Sumando orang minang  dan banyak 
tahu tentang kakobeh dan kurenah orang minang.
  Bermodalkan seribu akal yang dimilikinya dia merintis dan menmpuh hidup ini, 
sehingga  nomor mobilnya pun BA (Banyak Akal) Dengan akalnya yang banyak dan 
panjang itulah dia pergi merantau, bukan karena benci kekampung tapi sebagai 
pertanda sayang pada kampung halaman. Kerna kata orang minang “ Sayang ka anak 
dilacuik-i, sayang kakampuang di tinggakan”. Dia akan pulang bila sudah 
berhasil dan hasil itu dipersembahkan kekampung halaman. Walaupun dirantau  
rumahnya sederhana dan kecil, tapi dia akan membuat rumah yang besar dan bagus 
di kampung halaman, sebagai bukti keberhasillannya di rantau. Dan satu saat dia 
akan pulang, kerna setingi terbang bangau surutnya kekubangan”, “Hujan emas di 
negeri orang , hujan batu di negri kita, namun kampung selalu diingat dan di 
cintai dan dia akan kembali pulang kampuang”
   
  Sejarah minang  yang panjang tentang  pengusaha sukses dihargai dengan 
memajang foto-fotonya didinding kantor, dirumah-rumah. Mereka  banyak yang maju 
karena  ingin maju . Semua tokoh yang di pajang  karena ilmu pengetahuannya, 
karena banyak akalnya. Dialah yang tokoh nasional. Banyak daerah-daerah lain 
memanjang tokoh-tokohnya dengan pedang terhunus, karena dia jadi pahlawan 
dengan berperang. Tapi orang minang merantau dan sukses di negri orang bukan 
dengan perang tapi dengan dagang sebagai suksesnya Nabi Muhammad adalah karena  
Nabi Muhammad juga seorang perantau dan pedagang. Berdagang di dalam negri, ke 
regional kemudian go Internasional, Nabi Muhammad sebagai pedagang sukses dan 
bisa di gelari Saudagar.
   Dimana bumi di pijak disana langit di junjung. Kerna kemampuannya menjalin 
tali silaturrahim maka orang minang diterima di seantero nusantara. Kemanapun 
kita pergi disana ada orang minang, dan dimanapun orang minang berada disana 
ada masakan Padang. Masakan Padang yang bisa merubah selera nasional.  selera 
nasional yang bisa merubahnya  hanya orang minang, Selera adalah sesuatu yang 
terpenting bagi manusia, maka  orang minang  sudah berhasil merubah selera, 
apalagi yang tak bisa di rubahnya.
  Akibatnya dimanapun orang minang berada dia jadi panutan. Sebagai guru dan 
ulama dan sebagai pedagang, dikembangnya dirinya dengan dakwah dan dagang, 
tanpa menghunus pedang..
  Disaat orang lain menyediakan makan butuh waktu berjam-jam, lalu orang minang 
muncul dengan makanan siap saji. Dalam tempo 3 menit makan sudah bisa di lahap, 
keunggulan inilah yang menyebabkan banyak orang tertarik melahap makanan minang 
, disamping rasanya cocok dengan selera nasional. “Kalau enak katakan pada 
teman, kalau tak enak katakan pada kami” demikian terpampang semboyan di rumah 
makan Padang.
  Cepat saji dan langsung makanan ini, kalau di kaji menyalahi adat istiadat. 
Kalau orang makan beradat, ada pidato persembahan yang kadang-kadang 
bertele-tele dan lama. Kerna lama tentu makanan akan jadi dingin dan tak sedap. 
Maka orang minang berani merubah adat itu. Maka kita lihat ada orang maju 
dengan  Menuruti adat yang berlaku, sebaliknya ada juga orang yang maju ketika 
sedikit  melanggar adat  dagangannya jadi laku, laku semua, artinya orang 
minang jika perlu bersedia merubah dan sedikit melanggar adat demi ke majuan.
  Orang minang boleh mengenang ke jayaan masa lalu, tapi tak larut , dia harus 
mampu berubah sesuai kemajuan zaman.
  Tentu bila kita ingin maju lihat neraca adakah kemajuan?
   
  Sistem bagi hasil yang di terapkan dalam pengelolaan Rumah Makan sangat adil 
semuanya dapat pembagian termasuk tukang parkir yang mengarahkan orang untuk 
masuk mencicipi makanan. Dan system ini banyak yang di jadikan contoh dalam 
setiap pelatihan managerial.
   
  Namun pada akhir ini orang minang merasa malu dan terkesampingkan, Banyak 
diantaranya jadi PKL  Dagangannya di jejal diatas trotoar jalan yang sebetul 
trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki habis diduduki pedagang kaki lima. 
Bahkan banyak badan jalan yang diduki seperti dikampung saya Padang. PKL ini 
merajai jalan-jalan yang seyogianya jalan umum dan berlalu lalang mobil dan 
memudahkan semua orang  mencapai pasar telah terhambat oleh ratusan PKL. 
Sehingga PKL ini dianggap sebagai penganggu, sedih hati saya kerna petugas 
terpaksa membongkar dan mengusirnya. Kerna dia tak memberi kenyamanan dan 
menganggu ketertiban. Agaknya perlu di carikan jalan agar dunsanak kita PKL itu 
juga dihormati dan terhormat sebagai pedagang. Duduak sama randah, tagak samo 
tinggi.
   
  Terlebih lagi di era perdagangan bebas seperti sekarang ketika siapa saja 
boleh berniaga di negeri ini. Pelayanan buruk dan mutu buruk, produknya akan 
masuk keranjang sampah. Dan pada gilirannya akan menjadi kuburan bagi bangsa 
ini.
   
  Saya senang menghadiri acara silaturrahim keluarga minang, ketemu dengan  
teman lama. Ketemu dengan  tokoh yang berhasil dan sukses dalam menggeluti 
usahanya. Saya kenang saat-saat indah itu mudah-mudahan tahun depan kita bisa 
ber silaturrahim kembali.
   
  Padang  21 Oktober   2007  
     
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke