Teknologi Orang Kampung

Oleh Firdaus LN
Dosen FKIP unri, Karyasiswa S3 di ENSA Montpellier, Prancis

Kemajuan peradaban dunia hingga setakat ini ditandai oleh perkembangan
Ilmu  Pengetahuan  dan  Teknologi (Iptek) yang lesat dan pesat. Tujuan
utamanya  tentu  saja  membuat  hidup  manusia  menjadi lebih baik dan
mudah.  Pergulatan  manusia  terhadap  teknologi  canggih  dewasa  ini
menyebabkan  seakan-akan  jasa  Teknologi  Orang  Kampung  (TOK)  yang
bersifat  tradisional  semakin jarang dibicarakan meskipun setiap hari
kita  lebih  banyak  memanfaatkan  hasil  teknologi  itu bagi memenuhi
kebutuhan hidup.

Pada  sisinya  inilah  perlu  adanya  suatu upaya bagaimana  mengorek 
nilai-nilai  ilmu  pengetahuan  (sains) yang terpendam dalam teknologi
 tahan   banting   yang  dipakai  oleh  orang  kampung  itu,  sehingga
menjadikan  dia  lebih bernilai guna dan berdaya guna bagi pengetahuan
orang   banyak.   Bila   kita   berhasil   mentransformasi  pengetahun
orang-orang   kampung  melalui  teknologi  tradisionalnya  yang  belum
terdokumentasi  menjadi Ilmu Pengetahuan, maka pekerjaan ini sekaligus
merupakan  salah  satu  upaya  nyata dalam mengangkat dan melestarikan
nilai  pengetahuan  akal  budi  orang  kampung  yang sekaligus menjadi
warisan berharga dan kekal bagi generasi selanjutnya.

Pengetahuan  yang tidak terdokumentasi (budaya lisan) yang sudah mulai
banyak   ditinggalkan,   disamping   tidak   abadi  juga  sulit  diacu
sebagaimana lazim kita mengacu atau  mengutip  sumber-sumber referensi
atau kepustakaan ilmiah yang merupakan acuan kerja ilmuan. Orang-orang
di  zaman  purbakala  menuliskan  daftar  pustakanya  pada  daun-daun,
batu-batu,  kulit kayu, kulit binatang atau apa saja yang bisa ditulis
sehingga  menjadikan  acuan  atau referensi. Tanpa itu kita tidak akan
memiliki ilmu dan teknologi seperti sekarang ini.

Beranekaragam   teknologi   tradisional  Negeri  Segantang  Lada  yang
menghasilkan   bahan-bahan   untuk   keperluan  hidup  sekaligus  mata
pencarian  orang-orang  kampung  yang  merupakan kegiatan ekonomi yang
telah  mendarah  daging  atau  mengampung  (merakyat) serta membudaya,
semisal  Teknologi:  (1)  Pengkapan  dan  Pengolahan  Ikan  Bilis, (2)
Pembuatan  Belacan,  (3)  Pembuatan Cincalok, (4) Pengawetan Ikan Asin
dan  lain  sebagainya.  Bagi  sebagian masyarakat, mungkin merasa geli
atau  aneh  membaca  gagasan  ini  karena  memang  kita belum terbiasa
membaca  atau  mendengar  meskipun telah sangat terbiasa memakan hasil
dari teknologi kampung sendiri ini.


Meski dihasilkan melalui teknologi yang sederhana, namun mutu komoditi
bahan  makanan  tersebut  tidak  diragukan. Hal ini dapat dilihat dari
nilai  jualnya  di  pasaran  di  kota-kota daerah Kepulauan Riau. Akan
tetapi  hasil  analisa  kualitatif  yang  dinyatakan melalui kompisisi
protein,  lemak,  karbohidrat  dan  asam-asam amino serta mineral yang
terkandung  dalam  bahan makan tersebut, sejauh ini memang belum dapat
dibaca.  Fakta  tersebut  dapat  kita amati melalui produk-produk yang
dijual   di  pasar  tanpa  mencantumkan  label  kompisisi  kimia  yang
terkandung di dalamnya.

Masih  belum  adanya  label  komposisi  bahan  makanan  pada  komoditi
tersebut,  tidaklah  berarti  bahwa bahan makanan ini berbahaya, namun
lebih  berpengaruh  kepada  nilai  keunggulan  komparatif penjualannya
terhadap   produk   yang   sama  di  pasaran.  Teknik  pengemasan  dan
pencantuman  komposisi  kimia  bahan makanan merupakan dua hal penting
yang  dapat  meningkatkan nilai kompetitif penjualan jenis makanan ini
di  pasaran.  Dua  hal  ini  agaknya  perlu  mendapat  perhatian  dari
pemerintah  setempat,  terutama  dalam upaya menjadikan komoditi hasil
teknologi  sederhana  itu  menjadi  komoditi ekspor, atau paling tidak
mampu  bersaing  dengan  produk-produk  negara  lain,  terutama dengan
Thailand  dan  Vietnam  dalam Era Perdagangan Bebas yang akan memenuhi
pasaran kita dalam waktu yang tidak telalu lama lagi.

Survey  terhadap beberapa jenis makanan utama orang kampung (Ikan tri,
Belacan,  Cincalok, Cumi-Cumi Kering) di toko-toko eksotik di beberapa
kota  besar  Prancis  menunjukkan  bahwa  semua produk-produk tersebut
diimpor  dari Negara Thailand,Vietnam, Malaysia dan Singapura ) dengan
harga  jual  yang  hampir  5  kali  lipat  dari  harga  yang dijual di
pasar-pasar  kota  Kepulauan  Riau.  Namun sayangya, tidak ada satupun
yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Riau (Indonesia) walau dari segi
rasa   dan   penampilannya  masih  kalah  dibandingkan  dengan  produk
orang-orang  kampung  kita.  Kelebihannya hanya pada teknik pengemasan
dan pencantuman label komposisi bahan makanan, karena dua hal tersebut
merupakan  syarat utama yang diwajibkan oleh Negara Prancis agar suatu
produk  bisa  diperjualbelikan  di  pasaran  bebas,  terkeculi seperti
produk-produk  nabati  segar  seperti  Serai,  Kunyit,  Lengkuas, Cabe
Rawit,  Sayur  Kangkung,  Pandan,  Rambutan,  Durian, Ubi Kayu, Keladi
Serawak  (Talas),  Telur Asin, Belimbing Besi, Jeruk Nipis, Jambu Biji
(Jambu  Perawas) yang semuanya itu juga diimpor terutama dari Thailand
dan Vietnam.

Pemaparan  di  atas  dimasudkan  sebagai informasi bahwa produk-produk
orang-orang   kampung   kita   (Negeri  segantang  Lada)  --  walaupun
dihasilkan  melalui  teknologi  tradisional    namun nilai ekonomisnya
sangat  tinggi  di  pasaran  negara-negara  maju bila mendapat sedikit
sentuhan  teknologi  moderen,  seperti Teknologi Fabrikasi (Pengemasan
dan/atau  Pengalengan)  dan Teknologi Analisa Komposisi Bahan Makanan.
Buah-buahan  hasil  kebun orang-orang kampung seperti Rambutan, Nangka
Muda,  Santan  Kelapa  semuanya  diimpor  dari  Thailand dalam kemasan
Kaleng.

Melihat kenyataan inilah, maka nilai-nilai pengetahuan teknologi orang
Kampung  Melayu  Kepulauaun  Riau  perlu  dilestarikan  melalui  suatu
kegiatan  pendokumentasian  secara ilmiah. Kegiatan ini dapat ditempuh
melalui   berbagai   cara,  semisal  menggalakkan  kegiatan  penulisan
buku-buku  Seri  Teknologi Tradisional Negeri Segantang Lada, terutama
para  guru-guru  SD,  SMP  dan  SMU di Kepulauan Riau. Penulisan karya
ilmiah ini sekaligus juga dapat meningkatkan kualitas profesional para
guru   sehingga   lebih  kompetitif  dalam  pemerolehan  angka  kredit
(meskipun  bukan  tujuan utama) untuk promosi jenjang kepangkatan yang
kiat  sulit  diraih.  Juga  sebagai ajang tunjuk kebolehan kepada anak
murid  yang  sering  kita  himbau  agar  gemar  mengarang atau menulis
cerita, sementara sang guru sendiri tak mampu menulis.

Koleksi  buku-buku  perpusakaan  sekolah dan perpustaan daerah kampung
melayu  pun dapat bertambah (Seri Ilmu dan Teknologi Tradisional Negri
Segantang  Lada). Dengan demikian nilai Ilmu pengetahuan dan teknologi
Melayu  dapat  diwariskan  kepada acak cucu sepeninggalnya kelak. Pada
gilirannya,   ilmu   dan  teknologi  ini  dapat  dikembangkan  menjadi
Kurikulum  Muatan  Lokal  sebagi  mata  pelajaran  di  sekolah-sekolah
Kampung Melayu Negeri Segantang Lada. Akan lebih baik lagi jika setiap
buku  tersebut  dilengkapi  dengan perangkat media audio-visual (media
pembelajaran)  yang  dapat  mempermudah  pemahaman anak didik terhadap
teknologi tradisional kita ini. ***
 
Artikel ini telah terbit di Harian Nasional SIJORI POS 8 Januari 2001




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke