Assalamu'alaikum,wr,wb. Dunsanak kasadonyo, dari pado kito badebat masalah topik nan ciek ko : Subject: [EMAIL PROTECTED]:13080] Re: [EMAIL PROTECTED] JAN MAOTA PULO LAI, MANG! Rancak kito simak berita nan tamuek di koran Singgalang di bawah ko.
Alah tacoreang bana kaniang awak dek urang nan di ranah dek ulah mereka mambuek hal2 nan dilarang agama seperti : Koropsi bajamaah, dan kini urang Mabuak bajamaah, ratusan urang nan mabuak bahkan ado nan maningga bagai. Apo solusi nan harus kito sampaikan ????? Apo Norma2 adat tu bana nan indak diindahkan lai dek urang di ranah ????? Atau tuntunan Al-Qur'an dan Hadist tu bana nan alah di tingga kan ????? Kalau saroman itu nan tajadi, kato Tuhan : "Tunggu lah, azab ku amat pedih". Wassalam, HM Dt.MB (50+) Nan baru pulang dari Ranah mahadiri SSM2007 Ujung Gading Menyesali Petaka Miras Sabtu,20 Oktober 2007 Pasbar, Singgalang Rasa gundah dan tanya masih menyungkup Ujung Gading, Pasaman Barat. Korban pesta mabuk-mabukan di keramaian Idul Fitri telah mencapai tahap memilukan. Pihak medis tidak hanya kewalahan, tapi sudah mengkategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa Minuman Keras (KLB-Miras). Berbagai pihak, menyebut korban kali ini sudah merupakan petaka terbesar sepanjang sejarah kejahatan minuman keras Sumatra Barat. Hampir di setiap warung, pasar, dan lokasi umum, warga kota mini berjulukan penghasil salak manis berbicara soal tragedi tersebut. Berbagai wacana pun mengedepan soal pencegahan minuman keras (miras.) Yang paling membuat warga gundah adalah kesimpulan dan tindakan pencegahan pasca tragedi itu. Mereka masih bertanya-tanya, apa hasil pemeriksaan labor di Balai POM Padang . Bahkan mereka sempat mempertanyakan, apakah memang ratusan korban ini murni disebabkan minuman keras pabrik bercampur tuak? Kalau memang miras campuran itu diolah bahan sejenis, kenapa di kawasan lain tidak berjatuhan korban sebanyak ini. Tidakkah ada unsur lain, oplosan tersendiri yang masuk ke Ujung Gading ini? Inilah yang kita tunggu kepastiannya sampai pekan depan, timpal Syahdil, sesepuh warga sambil menengahi perbincangan hangat tersebut. Berkenaan dengan itu, sampai kemarin polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjual minuman. Masih terus diselidiki apakah minuman yang ditenggak mengandung racun, sehingga menimbulkan korban jiwa. Bahkan polisi telah mengirim sampel miras ke Balai POM Padang . Namun lembaga itu baru akan buka Selasa depan. Demikian dikatakan Kapolres Pasbar, AKBP Drs. Mahavira Zen, MM. Hukum adat Dalam rapat koordinasi ninik mamak, alim ulama, pemerintahan nagari, Muspika bersama Kapolres di Gedung Pertemuan Kecamatan Lembah Melintang, Kamis (18/10), juga telah dirancang sejumlah langkah antisipasi. Salah satu rumusan paling mendesak adalah penerapan hukum adat. Lantaran proses hukum pidananya sebatas sitaan dan pemusnahan, maka perlu langkah paling ampuh untuk membasmi kehadiran miras di nagari sekaligus sebagai efek jera. Alasannya, hukum adat mampu mengeliminasi pecandu maupun penjual miras dalam status sosial kemasyarakatan. Namun langkah itu akan tetap tumpul, sebagaimana diapungkan beberapa tahun silam, jauh sebelum KLB ini. Hukum adat hanya sebatas kesepakatan, tapi sulit diterapkan di lapangan. Pokok persoalannya selama ini adalah tidak didukung dengan kebersamaan. Walinagari Ujung Gading, Drs. Ahmad Thamrin bersama ninik mamak dan ulama setempat sependapat, bila memberlakukan hukum adat perlu kerja serentak lima unsur, yakni ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, pemuda, termasuk cerdik pandai di pemerintahan nagari dan Muspika. Imbauan Belum lagi imbauan, Hentikan meminum tuak, qamar, atau miras, di setiap masjid. Seperti di hadapan jemaah Salat Jumat Masjid Raya Ujung Gading kemarin, pengurus beserta khatib mengingatkan agar KLB tak terulang. M. Soib, Imam Nagari yang juga Pengurus Masjid Raya Ujung Gading mengimbau seluruh anak nagari kembali ke tuntunan, yakni Alquran dan Hadis. Sebab, bila mendekati miras, bakal menjauhkan hati nurani dari tuntunan. Menjelang khatib naik mimbar, Imam Nagari juga membacakan imbauan Dinas Kesehatan Pasbar, bagi yang pernah mencicipi minuman beralkohol segera memeriksakan diri ke Puskesmas. Sementara Mustafa, MA., yang bertindak sebagai Khatib Jumat mengupas habis miras dari sisi agama maupun sisi kesehatan. Ia merujuk firman Allah yang diturunkan dalam tiga tahap. Pertama, Allah mengingatkan, meminum qamar lebih besar mudarat daripada manfaatnya. Tahap kedua, Allah berkata, siapa yang meminum miras jangan hampiri tempat salat. Berarti komunikasi ia dengan Allah terputus. Dan ketiga ketika pemeluk Islam makin besar dan suasana kian stabil, Allah mengingatkan lagi, agar umat menjauhi minuman memabukkan. Peringatan Allah itu sangat berkaitan dengan tinjauan medis. Selain merusak otak, lambung, hati, akal pikiran penenggak miras juga tidak berjalan normal, sehingga ia sukar menerima kebenaran yang ada dalam tuntunan. o 416 > Amiin ya rabbal alamin, Jan diulang juo lai, kecek si Sabai ka Mangkutak > ----- Original Message ----- > From: Madahar (madahar) > To: [email protected] > Sent: Monday, October 22, 2007 2:24 PM > Subject: [EMAIL PROTECTED]:13080] Re: [EMAIL PROTECTED] JAN MAOTA PULO LAI, > MANG! > > > ya Allah, ampuni lah kami nan lah babuek riya. amiiin. > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
