Melampaui Diri Sendiri
Oleh : K Suheimi
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya
mendengar Radio Classy dengan judul Jangkrik dan uang logam.
Ceritra ini di olah oleh Yanti, dia rajin, sebulan yang lalu kebetulan
melahirkan di Rs Bunda. Dan saya minta izin untuk ini disampaikan pada pembaca
saya, semoga ada hikmah dan manfaatnya, selamat menikmati.
Dan saya tersentak sewaktu mendengar resonansi jiwa dari Radio Classy.
Yanti dengan manis mengubah satu kisah, dan kisah ni disampaikan oleh Adi
dengan penuh perasaan. Saya kira ceritra ini bagus untuk kita simak bersama,
begini kisahnya
Ini sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang bijak,, Suatu malam,
seorang laki-laki datang ke rumahnya dan berkata, ''Ada sebuah keluarga dengan
delapan anak yang sudah berhari-hari tidak makan,,'' Mendengar hal itu
bergegaslah orang bijak itu pergi membawa makanan untuk mereka,,
Ketika tiba di sana ia melihat wajah anak-anak itu begitu menderita karena
kelaparan,, Tak ada kesedihan ataupun kepedihan di wajah mereka, hanya derita
yang dalam karena menahan lapar,,
Orang bijak itu memberikan nasi yang dibawanya pada sang ibu,, Ibu itu lantas
membagi nasi itu menjadi dua bagian, lalu ke luar membawa setengahnya,, Ketika
ia kembali, orang bijak itu bertanya, ''Kau pergi kemana?'' Ibu itu menjawab,
''Ke tetangga-tetanggaku,, Mereka juga lapar,,''
Orang bijak itu tercengang,, Ia tidak heran kalau si ibu membagi nasi itu
dengan tetangga-tetangganya, sebab ia tahu orang miskin biasanya pemurah,, Yang
ia herankan adalah karena si ibu tahu bahwa mereka lapar,, Biasanya kalau kita
sedang menderita, kita begitu terfokus pada diri sendiri, sehingga tak punya
waktu untuk memikirkan orang lain,,
Si ibu dalam cerita di atas adalah contoh orang yang telah dapat melampaui
dirinya sendiri,, Ia dapat melepaskan keterikatannya pada kebutuhan fisik dan
secara bersamaan memenuhi kebutuhan spiritualnya yaitu untuk berbagi dengan
orang lain,, Kualitas semacam ini tentu tak dapat diraih dalam waktu singkat,,
Ini memerlukan proses pergulatan batin yang cukup panjang,,
Kehidupan manusia memang senantiasa menjadi tempat pergulatan dua kepentingan
utama: fisik dan spiritual,, Kepentingan fisik adalah hal-hal yang kita
butuhkan untuk bisa hidup di masa sekarang, seperti sandang, pangan dan papan,,
Ini kebutuhan jangka pendek kita,, Sementara, kepentingan spiritual adalah
hal-hal yang kita butuhkan untuk hidup di masa sekarang dan masa yang akan
datang,, Ini adalah kebutuhan jangka pendek sekaligus jangka panjang,,
Pemenuhan kedua macam kebutuhan ini akan menghasilkan kualitas hidup yang
tinggi,, Sayang, banyak orang yang tak menyadari hal ini,, Mereka menghabiskan
hidup mereka hanya untuk mengumpulkan harta benda,, Untuk itu mereka juga tak
segan-segan menggunakan cara yang buruk: menciptakan kebijakan yang
menguntungkan diri sendiri, menguras uang rakyat, mencuri uang perusahaan,
maupun menciptakan konspirasi yang merugikan orang banyak,,
Kalau kita renungkan secara mendalam, semua kejahatan yang ada di dunia ini
berasal dari satu kata: keserakahan,, Dan, akar keserakahan adalah pada cara
kita memandang hidup ini,, Selama kita melihat diri kita semata-mata makhluk
fisik belaka, selama itu pula kita tak dapat membendung keinginan kita untuk
mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya,, Betapa banyaknya dalam kehidupan
sehari-hari kita melihat orang yang berpenghasilan biasa-biasa saja, tetapi
memiliki harta yang luar biasa banyaknya,,
Ada banyak alasan yang dapat dikemukakan untuk merasionalkan hal itu,,
Pertama, semua orang yang mendapat kesempatan pasti akan melakukannya,, Kedua,
penghasilan yang saya dapatkan terlalu kecil dan tidak seimbang dengan
pengorbanan yang saya berikan,, Ketiga, toh kekayaan yang saya dapatkan tidak
saya nikmati sendiri tetapi saya gunakan untuk membantu anak yatim, membiayai
orang tua dan saudara yang sedang sakit, membangun sekolah, dan sebagainya,,
Dengan berbagai alasan tersebut kita mendapatkan ''ketenangan sementara''
karena seolah-olah perbuatan yang kita lakukan telah berubah menjadi legal,
rasional atau paling tidak dapat dimaklumi,,
Namun, ketenangan semacam ini tidaklah langgeng,, Pasti ada sesuatu dalam
diri kita yang kembali mengusik kita, membuat kita resah dan gelisah,,
Perhatikanlah orang-orang yang hidup dengan cara ini,, Mereka sangat rentan
terhadap perubahan yang sekecil apapun,, Mereka sangat jauh dari ketentraman
yang sejati,, Betapapun banyaknya harta yang mereka kumpulkan tak akan pernah
melahirkan perasaan cukup dan puas,, Sebuah pepatah mengatakan, ''The world is
enough for everybody, but not enough for one greedy,,'' Apa yang disediakan
oleh dunia ini sebetulnya cukup untuk semua orang, tetapi tidak akan cukup
untuk seorang yang rakus,,
Sebuah perubahan dramatis akan terjadi begitu kita sadar bahwa kita bukanlah
makhluk fisik tetapi makhluk spiritual,, Kita menjadi makhluk spiritual untuk
selama-lamanya,, Sebelum muncul ke dunia, kita adalah makhluk spiritual, ketika
hidup sekarang kita juga makhluk spiritual, dan ketika kita meninggal kita
tetap menjadi makhluk spiritual,, Kita hanya menjadi makhluk fisik di dunia ini
saja,,
Salah satu cara paling efektif untuk menyadari hal itu adalah dengan
berpuasa,, Dengan puasa kita akan sadar bahwa kebutuhan (ini berbeda dengan
keinginan) kita sebetulnya sangatlah sedikit,, Berpuasa juga akan menyadarkan
kita bahwa dengan mengurangi kenikmatan fisik kita akan mendapatkan kenikmatan
spiritual yang luar biasa,, Dengan berpuasa kita keluar melampaui ''diri
rendah'' kita menuju Diri kita yang lebih tinggi,, Dengan puasa kita lepaskan
keterikatan kita pada gravitasi bumi,, Kita bergerak melesat mengikuti
gravitasi langit,,
Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur'an;
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. 2:183)
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---