Ass wr wb 
  Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT, selalu
  Mumpung badan sy masih di Malaysia, ada patut dan ada yang tak patut telah 
dilakukan oleh Malaysia. Inilah yang saya lihat, dengar dan rasakan selama ini.
  Kalau memang patut dilakukan Malaysia, tentu kita akan puji dan mencontohnya.
  Tapi, kalau sebaliknya, tentu kita perlu menegurnya. Tapi nampaknya Malaysia 
ini seakan 'anjing menggonggong kafilah berlalu saja" atas opini publik ramai, 
utamanya Indonesia.
  Kasus 'lagu rasa sayange' yang dijadikan jingel pariwisatanya, sudah jelas 
itu adalah milik indonesia (baca TEMPO), lengkap dengan data2 yang valid. Apa 
reaksi Malaysia...sy belum dengar...atau sy tak tau informasi lanjutnya....
  Kini, setiap petang sy nonton tv RTM 1, selalu acara kanak-kanak yang 
'mengganggu' saya itu. Bukan karena acara kanak-kanaknya itu yang membuat dada 
saya gemuruh, tapi prihal lagu yang selalu dinyanyikan oleh empat anak Malaysia 
itu adalah lagu asli orang kampungku. Lagu Minang, judulnyo KAMPUANG NAN JAUH 
DI MATO, dipopulerkan dengan  amat rancak dek cik uniang ELLY KASIM. Bahkan 
lagu itu melegenda hingga kini. Seakan jadi LAGU WAJIB bagi  urang awak dimano 
sajo barado di  muko bumi ko.
  Sekarang, dengan enjoy saja Malaysia membawakan dengan judul KAMPUNGKU, hanya 
diubah kata-kata saja. Sedang  tempo dan irama tak ada beda sedikitpun.
  Di antara lirik yang ada dalam lagu KAMPUNGKU versi malaysia itu,
  "Kampungku....malaysia..."
   (kalau dalam lagu aslinya, pada irama "...takana jo kampuang..."
   Sungguh, saya sebagai anak Minang merasa kecolongan dan merasa hal ini tak 
bisa dibiarkan!!!!
  Bukan sekali dua kali lagu itu tayang! Hampir tiap pekan!!! Mohon yang 
terkait tegur dong Malaysia!! please! kalau tak mempan ditegur, disentil, tak  
mempan juga ya udah jewer aja kupingnya...heran dech, kok kayak nggak ada malu 
dalam soal plagiat budaya orang lain gitu loh!! atau hal ini akan kita biarkan 
begitu saja!?
  Dan, kalau mau dilebarkan lagi, sebenarnya banyak banget  budaya, khususnya 
lagu2 Indonesia telah mereka 'tiru' dengan seenak perut, tanpa konfirmasi.
  Yang sekarang sedang diputar di sini:
  Lagu ABANG TUKANG BAKSO dibawakan dengan ciamik oleh penyanyi kanak2 MELISA, 
eh ditiru di sini dengan judul....? (kok saya lupa sih), oleh group 
musik....(sy lupa), ntar sy bongkar data2  sy lagi pasti dapat. Lagu jelas 
banget niru lagu Melisa itu.
  Lagu TAK ADA LOGIKA, dibawakan dg bertenaga oleh AGNES MONICA, eh ditru oleh 
penyanyi malaysia DINA dg judul MALU TAPI MAU. 
  Walau ia mengaku2  tak ciplak irama, setidaknya mendekati, Non!!! Emang 
telinga kita  budek apa?
  Lagu Mas EBIET G ADE, judul UNTUK KITA RENUNGKAN, dijadikan jingle iklan oleh 
PETRONAS.
  Lagu Mbak NOVIA KOLOPAKING--saya lupa judulnya--istrinya Mas EMHA AINUN 
NAJIB, dijadikan soundtrack sebuah drama  Malaysia di RTM 1
  Lagu BIARKAN BULAN BICARA, dibawkan dg syahdu oleh almarhum  BROERY 
MARANTIKA, dijadikan juga sountrack sebuah drama di RTM2
  Lagu BIARKAN AKU MENANGIS, lagu jadul alias jaman dulu, dibawakan dengan 
penuh khidmat oleh TOMMY J PISA, saat lebaran berjalan seminggu kemarin, 
dijadikan soundtrck lagu untuk acara KM/J di TV 3
  Lagu group band TIP X (baca tip eks), judulnya apa si, sy lupa...tapi sy 
hafal  betul lagu ini, karena adik sy punya koleksi kasetnya, eh dijadikan 
jingel promosi jadwal tayangan anak2 di TV 9
  Dalam nuansa Ramadhan kemarin, lagu syahdu nan merdu duet bang HADDAD ALWI 
dan GITA GUTAWA berjudul SALAM RAMADHAN, dijadikan jingle program acara puasa 
di TV 3 dan TV 9.
  Itu  beberapa yang sy amati (kalau ada yang lupa tadi, segera sy akan 
lengkapi), dan saya akan kabari lagi, bila sy dapatkan data-data terbaru 
mengenai meminjam, meniru, menjiplak lagu atau apalah namanya dari Indonesia, 
sy akan informasikan. 
  Ach, apalah artinya sebuah negara yang mengaku lebih maju dari Indonesia, 
tapi bukti berkata, beberapa hasil kreatif anak negeri kita, mereka pakai 
juga....
  Padahal  sesuatu yang maju itu, biasanya akan ditunjang oleh budaya yang maju 
juga, tapi ada apa denganmu, Malaysia.....
  mohon maaf bila ada kata2 sy tak berkenan
  Tiada ada niat atau berbau SARA, hanya sekedar berbagi info, atas apa yang sy 
tangkap.
  Ada kata2 sy yang kurang bisa ditangkap dg baik maksdnya, sy minta maaf  pada 
siapa pun yang membaca nya. 
  saya bukan hendak menuding ini benar-itu salah. sama sekali tidak! (walau 
memang mungkin sudah jelas salah), saya bermaksud, tidakkah kita bisa mencoba 
untuk lebih bijak dan dewasa dalam hal apa jua...apalagi soal cipta karya dan 
kreatifity....oh malaysia...
  sekian sementara
  wassalam
   
   
   
    
   
   
   
   
  

auliah azza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Malaysia Kembali "Bajak" Lagu Daerah Indonesia di 
Osakahttp://antara.co.id/arc/2007/10/25/malaysia-kembali-bajak-lagu-daerah-indonesia-di-osaka/
 


Tokyo (ANTARA News) - Konsulat Jenderal RI di Osaka melayangkan surat protes 
kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali 
lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka 
pada pertengahan Oktober lalu.

Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu kepada Antara di Tokyo, 
Kamis, ketika dikonfirmasi mengenai aksi "pembajakan" tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada 
respon sama sekali dari mereka," katanya.

Pihak Konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar 
Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 
termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur.

"Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak 
lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa 
diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan 
agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin 
memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan 
penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur 
memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia.

"Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, 
tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi.

Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh 
pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan 
penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia.

Asal Sumbar

Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat 
berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, 
termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan 
penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah 
satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal 
dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang".

Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola 
penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa 
lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal 
dari Indonesia.

Guna memastikan, pihak konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta 
dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian 
bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar Ramon, seniman 
musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

"Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita 
miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingati Malaysia," kata seorang warga 
Minang yang tinggal di Osaka.

Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk 
digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu diperkenalkan pertama 
kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah 
Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati 
Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office juga di Osaka pada 19 Oktober 
2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu. 

Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo guna 
mengeRti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

Sebelumnya lagu daerah asal Maluku "Rasa Sayange" juga dibajak oleh Negara 
tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul 
serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim 
di Malaysia.(*)




PS : siapa moderator WEBSITE PORTAL SUMATERA BARAT .... ?

Saya lupa passwordnya, kok ga ada konfirmasi balik lagi, padahal saya sudah 
klik forgot password kemarin ...
-- 
http://auliahazza.com/ 
http://auliahazza.belajar-islam.com/




 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke