saya cukup terkesan dengan terobosan yang dilakukan polda metro dalam hal pelayanan SIM berjalan/mobil. hal ini menggelitik fikiran saya untuk adanya terobosan baru dalam hal hukuman buat para koruptor yang memberi rfek jera, khususnya yang sudah mengambil uang negara "rakyat" yang kebanyakan hidup miskin.
kalau di cina sana udah disiapkan 1 peti mati buat sang presidannya kalau terbukti korupsi, kiranya kalau presiden kita serem dengan peti mati tsb...cukup sediakan saja sebuah ruangan dari kaca transparan anti peluru diteras istana buat RI 1, RI 2 dan anggota kabinet yang terbukti korupsi. dan ini dijadikan gerakan anti korupsi, disemua institusi pemerintahan dan legislatif ada ruang pamer untuk koruptor. Antahlah.... Salam Deddy. S Tanjung - Tapian Maninjau- ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [email protected] Sent: Tuesday, October 30, 2007 9:28 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: URL Filtering: [EMAIL PROTECTED] Re: MM Anatomi Korupsi 2 - Sebuah Pengantar Sanak Arnoldison, Topik iko awalnyo di bahas dunsanak kito di milis wong banten, di forward ka milis kampung UGM. dan ambo alah minta ijin pulo ka baliau untuak forward ka RN, Sebagian nan di forward ka milis Kampung UGM alah ambo jadikan ciek file, mudah2 dapek pulo jadi pencerahan bagi awak di milis RN ko. (Insya Allah sacaro keseluruhan beko akan ambo file di www.cimbuak.net), Sacaro langkok diskusitu dapek di liek di attachment (maaf pakai attachment, filenyo lai ndak gadang doh) Salam Is St. Marajo 38+ www.cimbuak.net Kampuang nan jauah dimato dakek dijari Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: <[email protected]> 30/10/2007 23:47 To <[EMAIL PROTECTED]> cc Subject URL Filtering: [EMAIL PROTECTED] Re: MM Anatomi Korupsi 2 - Sebuah Pengantar ----- Message from Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> on Tue, 30 Oct 2007 08:47:53 -0800 ----- To: "[EMAIL PROTECTED]" <[email protected]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: MM Anatomi Korupsi 2 - Sebuah Pengantar Ambo sato sakaki, Manuruik ambo, selain bahwa perbuatan korupsi diselesaikan secara refresif yaitu penyelesaian atas apa yang telah terjadi (tindak korupsi), maka perlu pula ada usaha-usaha preventif. Usaha preventif itu ialah pembentukan mentalitas dan pandangan hidup yang benar , disinilah peran agama sangat menentukan. Motif sebagai besar orang-orang yang melakukan korupsi adalah bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang pangan dan kebutuhan dasar lainnya, tetapi kebanyakan karena berkeinginan hidup mewah. Bagaimana agar masyarakat tidak berperilaku demikian (memilki pandangan kebahagiaan hidup ada dalam hidup berkemewahan), ini perlu ketauladanan dari para pemimpin, public figur, orang-orang kaya, dan orang yang mampu berkehidupan mewah. Karena banyaknya percontohan dan tontonan tentang kehidupan orang-orang mewah sehingga menimbulkan kecemburuan sosial. Pada waktu orde baru orang yang hidup berkemewahan sudah banyak, tapi tidak berani menampilkan didepan publik, tapi dengan era sekarang yang lebih liberal maka tampaknya kemewahan menjadi sekedar suatu hak azazi yang tidak bisa diganggu gugat oleh orang lain. Arnoldison Monday, October 29, 2007, 5:14:57 PM, you wrote: DNpci> Dunsanak di Palanta DNpci> Sahubungan jo topik korupsi, ado tulisan dunsanak kito dari lembah Elbe di DNpci> milis Kampung UGM, Ferizal Ramli ( Baliau alah ambo ajak masuak RN, DNpci> samantaro jadi pandangase dulu keceknyo, paniang baco tulisan bahaso DNpci> minang), baliau gadang di Yogya. DNpci> Sanak Ferizal, terima kasih atas izin tulisannya di forward ke RN DNpci> Salam DNpci> Is, St Marajo 38+ DNpci> www.cimbuak.net DNpci> Kampuang nan jauah dimato dakek dijari DNpci> ----- Message from "Ferizal Ramli" <[EMAIL PROTECTED]> on Sun, 28 Oct 2007 DNpci> 13:37:00 -0000 ----- DNpci> To: DNpci> [EMAIL PROTECTED] DNpci> Subject: DNpci> [kampung-ugm] MM Anatomi Korupsi 2 - Sebuah Pengantar DNpci> Mencoba membedah anatomi Korupsi DNpci> Rekän, DNpci> Mohon maaf jika ditulis agak panjang lebar... DNpci> Dari hasil kajian yang saya ikuti ternyata ada 5 kelompok penting DNpci> aktor korupsi. Maaf pembagian ini cuma untuk menyederhanakan model: DNpci> (1) Aparat Penegak Hukum (Jaksa, Hakim, Polisi dengan karakteristik DNpci> agak berbeda) DNpci> (2) Aparat Birokrasi (PNS sipil dan dengan karateristik tertentu DNpci> polisi juga termasuk disini) DNpci> (3) Politisi (Parpol dan DPR) DNpci> (4) Masyarakat Umum (yang tidak masuk dalam golongan memiliki yang DNpci> kekuasaan) DNpci> (5) Korporasi DNpci> Korupsi yang paling sulit diberantas adalah Korupsi Korporasi. Negara DNpci> majupun saat ini masih berperang dengan para aktor korupsi korporasi. DNpci> Ingat kasus ENRON yang menyebabkan skandal besar Wallstreet. Atau di DNpci> Jerman kasus VW, Deutsche Bank, Telkom, dsb, dsb. Dampak dari korupsi DNpci> korporasi jauh lebih hebat dan lebih susah diatasi. Kenapa? karena DNpci> mereka lebih lihai. Apakah Indonesia tidak ada korupsi korporasi? DNpci> Jelas banyak, kasus Exxon, Freeport, Pertamina, BLBI, adalah contoh-2 DNpci> korupsi korporasi. Economic Hitman-nya John Perkins, merupakan cerita DNpci> gamblang tentang korupsi korporasi. Hanya jangan mimpi kasus korupsi DNpci> bisa diatasi saat ini. Itu tahap yang paling sophisticated! Harus DNpci> dimulai dari tahap yang paling gampang... DNpci> Tapi bisakah korupsi diberantas? Jawabnya bisa, bahkan kita harus DNpci> jihad untuk memberantas itu. Bagaimana caranya? DNpci> Dari hasil studi kasus beberapa Negara yang sukses memberantas korupsi DNpci> dalam waktu relative "singkat" biasanya mengikuti pola berikut: DNpci> Tahap I: Memberantas korupsi pada level Aparat Penegak Hukum. Ini yang DNpci> paling mudah, karena aparat penegak hukum itu tidak memiliki DNpci> "kekuasaan" nyata di masyarakat. Korps mereka (kecuali polisi) tidak DNpci> bisa melawan. Kekuasaan Jaksa dan Hakim itu cuma dipersidangan jadi DNpci> kalau mereka memboikot karena melawan terhadap arus pembersihan DNpci> korupsi, dampak perlawan mereka tidak terlalu mengganggu masyarakat. DNpci> Mestinya Presiden harus memulainya dari sini. DNpci> Thailand adalah contoh sukses pada tahap I ini. PM-nya yang dulu DNpci> pernah mengeluarkan kebijakan semua hakim dan jaksa yang sudah berumur DNpci> 40 tahun (kalau tidak salah) harus pensiun. Harus diganti dengan DNpci> Hakim-Jaksa lain yang masih fresh belum pernah terlibat kolusi jual DNpci> beli kasus atau mafia peradilan. Jadilah, peradilan saat itu begitu DNpci> bersih dipenuhi hamkim-2 muda ala Judge Bao. DNpci> Tahap II: memberantas korupsi di birokrasi dan polisi. Ini agak DNpci> sedikit sulit karena birokrasi itu terkait langsung dengan pelayanan DNpci> masyarakat. Jadi, kalau korps aparat birokrasi melawan maka masyarakat DNpci> akan terkena dampak langsung. Cara pemberantasannya: dengan sistem DNpci> pengawasan internal yang lebih baik dan bila bersalah akan menghadapi DNpci> pengadilan yang angker buat koruptor karena hakim dan jaksa-nya DNpci> semuanya bersih seperti Judge Bao. DNpci> Tahap III: memberantas korupsi di Politisi. Apabila birokrasinya tidak DNpci> korup maka peluang politisi untuk korup langsung menguap. Mereka ndak DNpci> punya kesempatan berkolusi. Disisi lain dukung pers terbuka untuk DNpci> melakukan investigasi berita. Politisi itu karakteristiknya kalau DNpci> terpukul langsung jatuh K.O. hanya masalahnya sulit untuk kena pukul. DNpci> Investigasi pers tentang kasus korupsi politisi adalah cara efektif DNpci> untuk langsung membunuh karir si politisi tsb. Sisanya diselesaikan DNpci> oleh aparat hakim model Judge Bao. DNpci> Tahap IV adalah pemberantasan korupsi di masyarakat. Ini hanya bisa DNpci> dilakukan melalui proses pendidikan. Harus dikasih tahu bahwa nyontek DNpci> itu perilaku korupsi misalkan, dsb., dsb. Tapi cara pendidikan ini DNpci> menjadi tidak efektif jika anak didik dan masyarakat melihat bahkan DNpci> tidak bisa menghindari aktivitas korupsi dalam keseharian. Seperti di DNpci> pengadilan kalau menang harus melalui mafia perkara ataupun dengan DNpci> birokrasi seperti sogok KTP, SIM bahkan lebih canggih seperti DNpci> penggelapan pajak, imigrasi, dsb. DNpci> Artinya, tahap IV baru bisa berjalan efektif jika tahap I, II, III DNpci> terlampaui. Masyarakat Eropa Barat (Khususnya Jerman, Inggris, DNpci> Perancis dan Skandinavia) DNpci> adalah contoh keberhasilan mereka mengatasi korupsi sampai tahap IV. DNpci> Bisa dilihat masyarakat Eropa itu taat hukum. Kasus sederhana, kalau DNpci> ujian pasti deh yang paling sering DNpci> nyontek itu orang-2 India, China, Arab, termasuk orang Indonesia. DNpci> Orang Eropa seperti Jerman secara umum paling ndak sudi yang namanya DNpci> nyontek meskipun peluangnya besar dan tidak beresiko untuk melakukan itu. DNpci> Tahap V adalah mengatasi korupsi di level korporasi. Ini yang saat ini DNpci> menjadi tantangan terbesar untuk semua negara maju. "Korruption ist DNpci> über alles". Korupsi diatas segalanya, sepertinya slogan ini menjadi DNpci> masalah bersama. Kasus Enron, atau skandal VW di Jerman dan berbagai DNpci> skandal lainnya adalah kejahatan korporasi yang sangat sulit untuk DNpci> diatasi. DNpci> Akhirnya, kesadaran kita untuk tidak korup dan ketabahan kita untuk DNpci> mau hidup halal adalah modal awal untuk melawan perilaku korupsi. Tapi DNpci> lebih dari itu harus ada pressure bersama bahwa untuk memberantas DNpci> korupsi aparat penegak hukum harus benar-benar direformasi secara DNpci> radikal. Ini langkah awal yang bersifat mutlak. Ibaratnya, agar DNpci> sholat-nya sah maka wudhu-nya juga harus sah. Tanpa itu usaha DNpci> pemberantasan korupsi hanya berupa pengorbanan yang sia-2. DNpci> Salam, DNpci> Ferizal Ramli DNpci> __._,_.___ DNpci> Messages in this topic (0) Reply (via web post) | Start a new topic DNpci> Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar DNpci> http://kampung-ugm.org kumpulan blog Alumni Kampus nDeso DNpci> Change settings via the Web (Yahoo! ID required) DNpci> Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format DNpci> to Traditional DNpci> Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe DNpci> Recent Activity DNpci> 4 DNpci> New Members DNpci> Visit Your Group DNpci> Dog Zone DNpci> on Yahoo! Groups DNpci> Join a Group DNpci> all about dogs. DNpci> Real Food Group DNpci> Share recipes DNpci> and favorite meals DNpci> w/ Real Food lovers. DNpci> Best of Y! Groups DNpci> Check out the best DNpci> of what Yahoo! DNpci> Groups has to offer. DNpci> . DNpci> __,_._,___ DNpci> Disclaimer Message: DNpci> eTrust SCM for SMTP has analyzed the attached email and, based on its DNpci> content, has determined that it is including a link to a nonproductive DNpci> site. DNpci> The company policy is to identify the message as spam and attach it to DNpci> this email. In the future, these types of messages may be blocked. If you DNpci> believe this message has been incorrectly identified as spam, please DNpci> contact your system administrator. DNpci> The following information may be used by your system administrator to DNpci> evaluate the message: DNpci> From: DNpci> [EMAIL PROTECTED] DNpci> URL: DNpci> http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jg1e2gf/M=493064.11292562.11840176.8674578/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1193585822/A=4836044/R=0/SIG=11o19ppl5/*http://advision.webevents.yahoo.com/dogzone/index.html DNpci> URL Category: Web Ads DNpci> Host name: mail.prima.co.id DNpci> Thank you, DNpci> eTrust SCM for SMTP. DNpci> -- Best regards, Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED] Disclaimer Message: eTrust SCM for SMTP has analyzed the attached email and, based on its content, has determined that it is including a link to a nonproductive site. The company policy is to identify the message as spam and attach it to this email. In the future, these types of messages may be blocked. If you believe this message has been incorrectly identified as spam, please contact your system administrator. The following information may be used by your system administrator to evaluate the message: From: [EMAIL PROTECTED] URL: http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jg1e2gf/M=493064.11292562.11840176.8674578/D=groups/S=1705079605:NC/Y=YAHOO/EXP=1193585822/A=4836044/R=0/SIG=11o19ppl5/*http://advision.webevents.yahoo.com/dogzone/index.html URL Category: Web Ads Host name: mail.prima.co.id Thank you, eTrust SCM for SMTP. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
