Ass.wr.wb.
Maambiak contoh pemimpin cukuik Nabi Muhammad. Kalau seniman nan diambiak
contoh, mako jauh dari role model. Contohlah kepemimpinan Nabi. Jan diambiak
contoh Nero, nyo baka kota Roma, sudah tu inyo basajak sambia mamandang kota
Roma dalam lautan api.
Sutan Sinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum.w.w.
... Komentar snek pak.
Kalil Gibran ko kapia ko pak. Awak suko maambiak sesuatu filosofi dari urang
tanpa mancaliak urang ko baiman atau indak.
Sudah tu ciek lai, teori kepemimpinan ko diambiak dari buku Asing nan indak
jaleh apo agamo pengarangnyo, sudah tu nan indak lamak lai mensiter ayat Qur-an
di ujuangnyo.
Ndak Nyeleneh ko pak ?.
Wassalam
St. Sinaro
suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pelajaran Pertama Kepemimpinan
Oleh : K Suheimi
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya
mendengar Radio Classy dengan judul Jangkrik dan uang logam.
Ceritra ini di olah oleh Yanti, dia rajin, sebulan yang lalu kebetulan
melahirkan di Rs Bunda. Dan saya minta izin untuk ini disampaikan pada pembaca
saya, semoga ada hikmah dan manfaatnya, selamat menikmati.
Dan saya tersentak sewaktu mendengar resonansi jiwa dari Radio Classy. Yanti
dengan manis mengubah satu kisah, dan kisah ni disampaikan oleh Adi dengan
penuh perasaan. Saya kira ceritra ini bagus untuk kita simak bersama, begini
kisahnya
Seorang raja yang sudah memasuki usia senja sedang mempersiapkan putranya
agar suatu ketika kelak dapat menggantikan dirinya,, Ia mengirim putranya pada
seorang bijak untuk belajar mengenai kepemimpinan,,
Setelah menempuh perjalanan panjang, bertemulah putra mahkota ini dengan si
orang bijak,, ''Aku ingin belajar padamu cara memimpin bangsaku,'' katanya,,
Orang bijak menjawab, ''Masuklah engkau ke dalam hutan dan tinggallah disana
selama setahun,, Engkau akan belajar mengenai kepemimpinan,,''
Setahun berlalu,, Kembalilah putra mahkota ini menemui si orang bijak,, ''Apa
yang sudah kau pelajari?'' tanya orang bijak,, ''Saya sudah belajar bahwa inti
kepemimpinan adalah mendengarkan,'' jawabnya,, ''Lantas, apa saja yang sudah
engkau dengarkan?'' ''Saya sudah mendengarkan bagaimana burung-burung berkicau,
air mengalir, angin berhembus dan serigala melonglong di malam hari,''
jawabnya,, ''Kalau hanya itu yang engkau dengarkan berarti engkau belum
memahami arti kepemimpinan,, Kembalilah ke hutan dan tinggallah disana satu
tahun lagi,'' kata si orang bijak,,
Walaupun penuh keheranan, putra mahkota ini kembali mengikuti saran
tersebut,, Setahun berlalu dan kembalilah ia pada si orang bijak,, ''Apa yang
sudah kau pelajari,'' tanya orang bijak,, ''Saya sudah mendengarkan suara
matahari memanasi bumi, suara bunga-bunga yang mekar merekah serta suara rumput
yang menyerap air,, ''Kalau begitu engkau sekarang sudah siap menggantikan
ayahmu,, Engkau sudah memahami hakekat kepemimpinan,'' kata si orang bijak
seraya memeluk sang putra mahkota,,
Syarat utama kepemimpinan adalah kemampuan mendengarkan,, Manusia diciptakan
dengan dua telinga dan satu mulut,, Ini adalah isyarat bahwa kita perlu
mendengar dua kali sebelum berbicara satu kali,, Mulut juga didisain tertutup
sementara telinga kita dibuat terbuka,, Ini juga pertanda bahwa kita perlu
lebih sering menutup mulut dan membuka telinga,,
Prinsip dasar inilah yang sebetulnya perlu dipahami oleh seorang pemimpin
dimana pun ia berada, apakah ia memimpin negara, perusahaan, organisasi, rumah
tangga maupun diri sendiri,, Semua masalah yang terjadi di dunia ini senantiasa
bermula dari satu hal: Kita terlalu banyak bicara tapi kurang mau mendengarkan
orang lain,, Kita memiliki terlalu banyak statement (pernyataan), tetapi
terlalu sedikit statesman (negarawan) yang ditandai dengan kemauan untuk
mendengarkan pihak lain,,
Tetapi, mendengarkan dengan telinga sebenarnya baru merupakan tingkat pertama
mendengarkan,, Seperti yang ditunjukkan dalam cerita di atas, seorang pemimpin
bahkan dituntut untuk dapat mendengarkan hal-hal yang tak bisa didengarkan,
menangkap hal-hal yang tak dapat ditangkap, serta merasakan hal-hal yang tak
dapat dirasakan oleh orang kebanyakan,,
Seorang pemimpin perlu mendengarkan dengan mata,, Inilah tingkat kedua
mendengarkan,, Dalam proses komunikasi ada banyak hal yang tidak dikatakan tapi
sering ditunjukkan dengan tingkah laku dan bahasa tubuh,, Orang mungkin
mengatakan tidak keberatan memenuhi permintaan Anda, tapi bahasa tubuhnya
menunjukkan hal yang sebaliknya,,
Seorang karyawan yang merasa gajinya terlalu rendah mungkin tidak
menyampaikan keluhannya dalam bentuk kata-kata tetapi dalam bentuk perbuatan,,
Seorang yang merasa bosan dengan lawan bicaranya juga sering menunjukkan
kebosanan itu lewat gerakan tubuhnya,, Nah, kalau Anda tidak dapat menangkap
tanda-tanda ini, Anda belum memiliki kepekaan yang diperlukan sebagai pemimpin,,
Tingkat ketiga adalah mendengarkan dengan hati,, Inilah tingkat mendengarkan
yang tertinggi,, Penyair Kahlil Gibran menggambarkan hal ini dengan mengatakan:
''Adalah baik untuk memberi jika diminta, tetapi jauh lebih baik bila kita
memberi tanpa diminta,,'' Kita memberikan sesuatu kepada orang lain karena
penghayatan, rasa empati dan kepekaan kita akan kebutuhan orang lain,, Disini
orang tak perlu mengatakan atau menunjukkan apapun,, Kitalah yang langsung
dapat menangkap apa yang menjadi kebutuhannya,, Komunikasi berlangsung dari
hati ke hati dengan menggunakan ''kecepatan cahaya'',,
Sayang, amat jarang pemimpin di Indonesia yang memiliki kepekaan ini,,
Jangankan di level ketiga, untuk sampai ke level pertama yaitu mendengarkan
dengan telinga saja masih banyak yang belum mampu,, Lihatlah apa yang terjadi
pada masyarakat kita,, Berbagai bencana yang dialami masyarakat, mulai dari
banjir, gempa bumi, flu burung, hingga demam berdarah tidak ditanggapi
pemerintah dengan serius,,
Bahkan himbauan dari berbagai kelompok masyarakat kepada para politisi
tertentu agar tidak mencalonkan diri karena tergolong politisi busuk dan pelaku
KKN dianggap sebagai angin lalu,, Orang-orang ini - bahkan yang sudah terbukti
tidak mampu sekalipun - masih ngotot mencalonkan dirinya sebagai presiden,,
Karena itu, marilah kita berdoa agar negara ini tidak lagi dipimpin oleh orang
yang ''tuli'', ''bisu'' dan ''buta'',, Apalagi oleh orang yang ''buta'' hati
nuraninya dan hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri,,
Oleh: Arvan Pradiansyah, pengamat kepemimpinan dan penulis buku You Are A
Leader!
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu
sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu
dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang
menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang
demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (QS. 3:186)
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---