Ketika kita tidak cocok lagi
  SUAMI Sita adalah seorang insinyur , Sita mencintai sifatnya yang alami dan 
menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika bersender di bahunya yang 
bidang,, Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu sampai sekarang, dua tahun 
dalam masa pernikahan , Sita mulai merasa lelah dengan semua itu,,
  Alasan mencintainya pada waktu dulu , telah berubah menjadi sesuatu yang 
melelahkan,, Karena memang Sita adalah seorang wanita yang sentimentil dan 
benar-benar sensitif serta berperasaan halus, sementara sang suami … rasa 
sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang 
romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan Sita tentang cinta,,
  Hingga Suatu hari, wanita itu memutuskan untuk mengatakan keputusannya kepada 
sang suami , ya…. Sita menginginkan perceraian, sebuah hal yang mungkin akan 
menyakitkan, tapi bisa juga menjadi awal kehidupan baru bagi Sita sendiri ,,
  Dan … saat keputusan itu ia sampaikan , betapa terkejut suaminya mendengar 
permintaan yang tak pernah disangka-sangka selama ini ,, namun yang keluar 
adalah sebuah pertanyaan singkat … yaitu "Mengapa?" ,,
  "Saya lelah…Terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini", jawab Sita spontan,,
  mendengar hal itu , sang suami hanya terdiam dan termenung sepanjang malam 
dengan rokok yang tidak putus-putusnya,, 
  tapi itu membuat kekecewaan saya semakin bertambah… “seorang pria yang bahkan 
tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan 
darinya?” , Sita berbicara pada dirinya sendiri,,
  Dan akhirnya si suami pun bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk 
mengubah pikiranmu?"
  “mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit , saya pikir…saya mulai 
kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya,, Saya menatap 
dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu,, 
Jika kamu dapat menemukan jawabannya yang ada di dalam hati saya, mungkin saya 
akan mengubah pikiran,, Seandainya, katakanlah saya menyukai setangkai bunga 
yang ada di tebing gunung, dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu 
kamu akan mati,, Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" ,,
  mendengar pertanyaan istrinya , si suamipun berkata, "Saya akan memberikan 
jawabannya besok",,
  Keesokan paginya saat Sita terbangun dari tidur , dia tidak mendapati 
suaminya di rumah, namun hanya melihat selembar kertas dengan coret-coretan 
tangannya, di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat, yang bertuliskan:
  "Sayang, Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu,, Tetapi izinkan saya 
untuk menjelaskan alasannya,,"
  Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya saya mencoba untuk kuat 
melanjutkan membacanya kembali…
  "Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di 
PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor,, Lalu saya harus memberikan 
jari-jari saya untuk memperbaiki programnya,,
  "Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya 
harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu 
untukmu,,
  "Kamu senang diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi 'aneh',, 
Lalu saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon dan 
cerita-cerita untuk menyembuhkan kebosananmu,,
  "Kamu selalu menatap komputer dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu,, 
Saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih dapat 
menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu,, Saya akan memegang 
tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah,, 
Menceritakan warna-warna bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu,,,,
  "Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih 
dari cara saya mencintaimu,, Tapi saya tidak akan mengambil bunga itu lalu 
mati…”
  Sambil membaca surat itu , Air mata Sita jatuh ke atas tulisannya dan membuat 
tintanya menjadi kabur , dan ia pun membacanya kembali…
  "Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya,, Jika kamu 
puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang 
sedang berdiri di sana dengan susu segar dan roti kesukaanmu…”
  Selesai membacanya, wanita yang masih terlihat cantik itu segera membuka 
pintu , dan melihat wajah suaminya yang dulu sangat dicintainya,, Sita 
merasakan sebuah rasa penasaran yang sedang melanda sang suami , sambil 
tangannya memegang susu dan roti,, Dan Sita hanya mampu memeluknya dan rebah 
dibahunya yang bidang sambil menangis…,,
  Classy people , Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah 
berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita
  merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka 
cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita 
bayangkan sebelumnya,,
  Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, 
dan bukan mengharapkan wujud tertentu,,
     
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke