Dunsanak di Palanta,
Email dibawah ambo ambiak dari Milis Teknik Kimia UGM, Hubungan langsuang 
jo minangkabau memang ndak ado,
Dari nan ambo danga dari mak Darul dulu, Painan punyo potensi gadang 
untuak pelabuhan kapa menyaingi Singapore.
Mulai juo PEMDA melirik pelabuhan sebagai income daerah.

Salam
Is St Marajo, 38+
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari







----- Message from Suseno Sastrosunarno <[EMAIL PROTECTED]> on 
Tue, 6 Nov 2007 08:33:47 +0800 -----
To:
[EMAIL PROTECTED]
Subject:
[chee-gama] Fw: [Kerabat_Nusantara] Pak Agus di Jawapos.com
Minggu, 04 Nov 2007,
Agus S. Djamil, Pakar Indonesia yang Jadi Staf Ahli di Kantor PM di Brunei

Negara Ber-Income Tertinggi Berorientasi Laut
Sebenarnya Agus S. Djamil sudah nyaman sebagai staf ahli unit petroleum
kantor perdana menteri di negara mungil kaya minyak, Kerajaan Brunei
Darussalam. Namun, sarjana geofĂ­sika dari UGM ini "gemas" melihat bangsa
Indonesia tak kunjung menghadapkan wajah ke laut. Master of science bidang
exploration and development geophysics dari Universitas Stanford, AS, itu
mencoba mengampanyekan betapa ketangguhan bangsa dan kemakmuran bisa
dieksplorasi dari laut.

Sosok kelahiran Banjarnegara (1962) yang pernah bekerja di Caltex
(1988-1998) itu menelaah dan mengkaji spirit kelautan dari sisi religius.
Dia yakin, modal religiusitas akan bisa menggugah semangat kelautan.
Mengingat, bangsa Indonesia adalah negara muslim terbesar. Setelah
pemikirannya bergelut selama 20 tahun, muncul "keberanian" dia menulis 
buku
tebal, Al Quran dan Lautan. "Buku ini langka," komentar cendekiawan Prof 
Dr
Quraish Shihab. Dan, kini sudah cetakan kedua.

Cucu ulama tafsir KRH Hadjid itu berobsesi, bangsa Indonesia mengubah
persepsi sempit bahwa laut identik dengan ikan. Sebab, laut adalah modal
besar untuk kekuatan bangsa. Dia mengingatkan, betapa Indonesia hanya
"menonton" lalu lintas 50.000 kapal lewat Selat Malaka setiap tahun.
Sedangkan sebagian besar rezekinya yang menangguk Singapura dan Malaysia.
Bahkan, Filipina mencoba bersaing dengan membuat pelabuhan untuk 
"menggoda"
kapal-kapal itu singgah di negerinya.

Dalam kunjungan ke Jawa Pos kemarin sore, Agus membeberkan pandangannya.
Sosok yang sedang berkelana ke kampus-kampus di Jawa untuk mengampanyekan
pandangannya itu didampingi Sekjen Departemen Kelautan dan Perikanan Prof
Ir Widi Agoes Pratikto MSc PhD, ilmuwan ITS Daniel M. Rosyid, dan tokoh
Surabaya Sirikit Syah. Paparan itu dilengkapi dengan wawancara panjang
wartawan Jawa Pos. Berikut nukilannya.

Bagaimana mulanya Anda tertarik dengan laut?

Saya sudah tertarik dengan laut sejak saya masih mahasiswa di Universitas
Gadjah Mada (UGM). Mulanya saya tertarik dengan satu ayat dalam kitab suci
yang bunyinya: Dan laut yang di dalam tanahnya ada api (Ath Thur [52:6]).
Saya berpikir, mengapa ada api di situ? Apa itu benar api atau simbol? 
Dari
situlah, saya mulai banyak mencari informasi, banyak membaca.

Sempat pula saya menulis di Panji Masyarakat, majalah asuhan Buya Hamka,
soal laut pada 1986. Saya juga menulis di Kedaulatan Rakyat dan pers
mahasiswa. Setiap seminar yang ada hubungan dengan laut, saya coba 
kirimkan
tulisan saya.

Bidang yang Anda pelajari geofisika, masih terkaitkah?

Setelah lulus kuliah, saya bekerja di Caltex, Riau, sejak 1988-1994,
sebelum saya belajar kembali di Amerika Serikat (AS) dan magang di 
Chevron.
Di Caltex, saya ditempatkan berpindah-pindah. Namun, akhirnya saya
ditempatkan di Nias Exploration. (Selama bekerja di Caltex, Agus mendapat
Management Award dan World Class Award serta sebagai EDAC grantee atau
penerima beasiswa).

Saya memiliki banyak kesempatan untuk menggali kembali potensi laut. Saya
sempat tinggal di rig, saya ke laut. Maka, data saya semakin banyak dan
berkembang.

Tapi, geofisika sebetulnya juga banyak belajar mengenai laut. Masalah laut
itu sangat berkaitan dengan geologi.

Berapa lama proses penulisan buku Anda?

Butuh waktu 20 tahun bagi saya untuk menulis buku itu. Gagasan sudah ada
sejak dulu. Praktis menulisnya hanya sekitar satu bulan. Tentunya, data
yang saya miliki sudah banyak. Buku saya tebal. Tapi, saya yakin, anak SMA
pun bisa baca.

Apa pesan utama Anda dalam Al Quran dan Lautan?

Saya ingin membangkitkan orang Islam Indonesia supaya mengikuti petunjuk
Alquran, memanfaatkan laut. Katanya, kita ini banyak masalah. Kemiskinan,
pengangguran, dan lain-lain. Apa solusinya?

Kita tinggal di kepulauan terbesar di dunia. Pulau-pulau kita letaknya
strategis, penduduk Islam terbesar di dunia, sedangkan Alquran sendiri
lebih banyak membahas lautan daripada daratan (42 dibanding 13 ayat).
Padahal, Alquran diturunkan di padang pasir. Di akhir teks pun mengatakan:
Semoga kamu memikirkannya.

Ada karunia yang apabila kita aplikasikan kita akan mendapatkan sesuatu.
Negara yang sukses income per kapita tertinggi di dunia bukan Arab Saudi,
tapi Norwegia. Negara yang kelautannya berkembang.

Apa saja yang dapat dieksplorasi dari laut?

Banyak hal. Mulai ekonomi, fisik-biologis, peradaban, hingga geopolitik.
Indonesia itu setiap tahun dilewati 50 ribu kapal. Penghasilan minyak kita
hanya satu juta barel per hari. Tapi, berapa yang lewat di laut kita?
Sepuluh juta barel per hari. Sepertiga minyak dunia lewat Selat Malaka.
Jadi, kelancaran pelayaran menentukan ekonomi dunia.

Air laut jangan dipandang sebagai kendala, tapi solusi. Sekarang ini,
misalnya, zaman internet, mau beli buku bukan ke toko lagi, tapi ke
amazon.com. Apa yang dipakai untuk mengirim begitu jauhnya? Pesawat? (Agus
menggeleng). Kapal. Kita ini seperti mempunyai kavling di Tunjungan Plaza
(salah satu mal terbesar di Surabaya, Red). Tapi, apa yang kita bikin? 
Mal?
Hotel? Kita malah jadi (pedagang) asongan. Yang menggarap malah Singapura
dan Malaysia.

Mengapa bisa demikian?

Mindset kita masih mindset darat. PT PAL tidak didukung, IPTN dibubarkan.
Padahal, kita perlu yang semacam itu. Pengetahuan tentang kelautan itu
penting bagi orang Indonesia yang tinggal di dekat laut. Bahkan, 92 persen
masyarakat kita kan tinggal di coastal area.

Lihatlah negara-negara yang maju, pasti memiliki laut. Negara-negara yang
tak memiliki laut, meskipun mempunyai minyak, akan kesulitan (seperti di
daerah Kaspia). Mereka tak bisa jual. Tapi, dengan adanya laut, mengangkat
benda-benda berat cepat sekali. Mindset inilah yang harus dikembangkan.
Orang kita lebih suka membuat jembatan daripada pelabuhan. Laut sebetulnya
menjadi solusi yang ekonomis, efisien, dan ramah lingkungan.

Sudah Anda sebarkan ke mana saja semangat itu?

Buku saya dirilis satu hari persis sebelum peristiwa tsunami, 25 Desember
2004. Karena itu, banyak orang yang bertanya-tanya. Setelah itu, saya jadi
banyak berkeliling. Saya diminta beberapa kali ceramah ke universitas atau
masjid. Misalnya, ITB, IPB, ITS, dan Unibraw. Saya juga sempat ke
perusahaan-perusahaan.

Buku saya sudah dua kali cetak. Sekali cetak sekitar tiga ribu buku. Tapi,
yang kedua belum habis. Saya memiliki rencana untuk menerjemahkan buku 
saya
ke dalam bahasa Inggris. Saya baru punya hak untuk menerjemahkannya
Desember tahun ini. Insya Allah, dilaksanakan karena banyak teman di luar
yang minta.

Anda mencoba masuk ke dunia pendidikan, bakal mudahkah upaya itu?

Mengubah mindset itu tidak gampang. Mindset-nya mungkin harus agama. Ini
yang bilang Alquran, bukan presiden, bukan profesor. Kitab suci yang 
bilang
bahwa dari lautan kita bisa mendapatkan makanan, sesuatu untuk dipakai,
transportasi yang memudahkan, serta keuntungan yang banyak.

Alquran yang bilang, seandainya ada hukum laut bisa pasti peraturannya.
Misalnya, jatuhnya dosa. Seperti Alquran yang memerintahkan kita untuk
salat. Kalau tidak salat, dosa. Apakah kita (mungkin) masuk ke taraf dosa
(dalam menyikapi laut)?(anita rachman)

National Bingo Night. Play along for the chance to win $10,000 every week.
Download your gamecard now at Yahoo!7 TV.

__._,_.___ 
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 

Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format 
to Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
Visit Your Group 
Y! Messenger
PC-to-PC calls
Call your friends
worldwide - free!
Search Ads
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.
Yahoo! Groups
Moderator Central
get help and provide
feedback on Groups.
.

__,_._,___ 
Disclaimer Message:

eTrust SCM for SMTP has analyzed the attached email and, based on its 
content, has determined that it is including a link to a nonproductive 
site.
The company policy is to identify the message as spam and attach it to 
this email. In the future, these types of messages may be blocked. If you 
believe this message has been incorrectly identified as spam, please 
contact your system administrator.

The following information may be used by your system administrator to 
evaluate the message:
From: 
[EMAIL PROTECTED]
URL: 
http://us.ard.yahoo.com/SIG=12jl83nam/M=493064.10729668.11333359.8674578/D=groups/S=1705043464:NC/Y=YAHOO/EXP=1194316112/A=3848586/R=0/SIG=12dds2hov/*http://us.rd.yahoo.com/evt=42403/*http://messenger.yahoo.com/feat_voice.php

URL Category: Web Ads
Host name: mail.prima.co.id

Thank you,
eTrust SCM for SMTP.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: pic02421.gif>>

<<inline: pic14310.gif>>

Kirim email ke