Sanak ysh,
Saya memperhatikan wacana yang berkembang, dan sebenarnya sudah saatnya
dilakukan pemikiran serius tentang Minangkabau Raya. Hal ini tidak hanya
menyangkut soal "rantau", tetapi juga terpakainya sistem adat dan budaya bagi
komunitas masyarakat Minangkabau di perantauan, baik yang telah terputus karena
waktu, sejarah, dan situasi lainnya.
Adat Perpatih di Negeri Sembilan saya perhatikan memang berasal dari
Minangkabau, demikian juga di wilayah rantau lainnya. Saya menemukan satu
kelompok masyarakat dari Flores Barat yang berbangga hati mengatakan berasal
dari Minang, walau berwajah Melanesia. Sehingga saya memandang perlunya
menghimpun kembali rumpun-rumpun yang terserak di berbagai tempat itu,
setidaknya dalam suatu ikatan adat dan budaya.
Di lain pihak, kajian antropologis dan etnografis berbagai peneliti dunia di
Indonesia sejak zaman Belanda dulu adalah terfokus pada masyarakat Minangkabau.
Tentunya ada hal yang menarik dari masyarakat Minangkabau ini yang perlu kita
gali dan kembangkan untuk referensi dunia.
Saya terpikir bila potensi yang ada dapat dihimpun dalam suatu center of
exellence, semacam Pusat Kebudayaan Minangkabau. Mudah-mudahan gagasan ini
dapat ditanggapi oleh sanak sekalian untuk dikembangkan.
Wassalam,
-datuk endang
Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
OK...
Saran yang bagus da Reza..
Tapi, awak berpikir, kalau lah memang demikian adanya, rasanya pihak negeri
sembilan, kalo memang merasa bagian dari Minangkabau, harus iktu serta memberi
klarifikasi masalah ini. Kalau tidak, satu lagi Malin Kundang lahir dari bumi
Bundo Kanduang. Tari Piriang, randang dan berbagai kesenian buah tangan
Minangkabau yang dibaw ake Malaysia tiba-tiba tidak diakui lagi sebagai tarian
minangkabau, sungguh ibarat anak tak mengakui ibunya.
Saya miris sekali mendengarnya. Sebegitu rendahnya akhlak negeri tersebut
sampai mengakui sesuai yang bukan miliknya.
Ayo, ninik mamak, yang dipertuan pagaruyung, turunlah dari ustano tu, minta
keterangan dan kejelasan dari pihak Malaysia bahwa karya anak nagari jangan
sampai menjadi hak milik bangsa lain.
salam
----- Original Message ----
From: muhammad syahreza <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, November 7, 2007 4:27:04 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Fw: malaysia or indonesia
Assalamu'alaikum wr.wb.
Dari sini sudah ketahuan bahwa orang Malaysia itu miskin kreatifitas,
"bisanya manembak di ateh kudo se" atau bisanya hanya mengambil hak kekayaan
intelektual negara lain, lalu diakui seolah-olah hasil karya cipta anak bangsa
Malaysia.
Padahal apa seh susahnya mengakui, bahwa itu hasil karya cipta anak bangsa
negara lain.
Kalau sudah begini baru dihubung-hubungkan dengan kekerabatan Minangkabau
dengan Negeri Sembilan, di dalam etika berbangsa dan bernegara di mana pun juga
diajarkan, kalau mau menggunakan hasil karya cipta orang harus izin dulu sama
yang punya, sebagai penghargaan bagi yang menciptakan. Mungkin Malaysia sudah
besar kepala, sehingga tidak menghormati Hak Kekayaan Intelektual anak bangsa
negara lain.
Cara yang paling bagus untuk memberi pelajaran kepada Malaysia yang arogan
adalah Indonesia mengajukan petisi pada PBB, minta PBB dan dunia internasional
menekan Malaysia dalam berbagai sidang PBB, untuk mereformasi kebijakan
bangsanya dalam menghormati hak kekayaan intelektual negara lain, dengan
demikian reformasi akan terjadi di Malaysia.
Buktinya :
1. Yang banyak beredar di Malaysia sekarang adalah lagu-lagu dari Indonesia,
artis-artis Indonesia di Malaysia laku banget.
2. Mahasiswa Malaysia sangat senang belajar di Indonesia, salah satu
faktornya adalah kebebasan pers dalam menyampaikan berita seperti di Indonesia
tidak ditemukan di Malaysia.
3. Generasi muda Malaysia adalah generasi yang tidak suka kerja keras ke
lapangan, maunya kerja sedikit di kantor dan gajinya tinggi. Makanya untuk
buruh-buruh didatangkan dari Indonesia, India, Vietnam, Myanmar, dll.
4. Kebijakan pemerintah Malaysia masih membatasi kebebasan pers, sehingga
berbagai informasi sebelum ditayangkan ke khalayak umum difilter dulu sama
negara, persis seperti Indonesia masa Orde Baru.
wassalam
reza
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---