Mak Datuakyang saya hormati,

Pertanyaan tersebut sudah lama saya rasakan. Sampai saya berasumsi (pernah saya 
sampaikan dalam milis), bahwa perang paderi tidak mengakar di masyarakat 
minangkabau.  Secara ideologis, perang ini hanya terbatas pada kaum puritan 
saja.  Atau bisa jadi karena efek kekalahan kaum paderi (atau minangkabau) yang 
menghasilkan jabatan-jabatan baru di ranah minang, seperti Angku Lareh , Demang 
dst.  Si angku-angku ini mungkin telah berbuat over acting selama periode 
tersebut.

Jujur, saya lebih cenderung ke asumsi pertama.  Soalnya dari pengamatan dan 
pengalaman nyaris tidak pernah terdengar cuplikan cerita atau nilai-nilai dari  
perang paderi dalam surahan adat dan petitih di kampung kita.  Bahkan di cerita 
lapau atau legenda masyarakat,  imam bonjol juga jarang disinggung.  Kalau 
memang angku-angku zaman dahulu pernah berover acting, harusnya di lapau cerita 
ini masih ada.

Entahlah kalau di daerah Bonjol dan sekitarnya.  Nantilah saya telpon suami 
Etek saya yang orang Bonjol besar di Lubuak Sikapiang.


Salam,

Mantari/28


----- Original Message ----
From: Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, November 7, 2007 7:10:08 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Tuanku Imam Bonjol


Sanak Anzori ysh,
  Saya kurang tahu apakah masih ada keturunan Imam Bonjol di Bonjol atau 
Pasaman saat ini. Dalam perhitungan saya, pada masa itu bila ada pengasingan 
maka keluarga ybs juga akan dibawa serta. Bila tidak salah Kiyai Maja yang 
mendampingi Imam Bonjol juga turut dibuang ke Menado.
  Hingga saat ini di tepi Danau Tondano ada sebuah komunitas Jawa yang sudah 
berkembang biak dan menjadi bagian dari masyarakat Minahasa. Apakah mereka ini 
juga berasal dari rombongan Paderi? Wallahu alam.
  Satu hal yang pasti dalam pewarisan ini adalah, saya tidak menemukan kisah 
Imam Bonjol ini di dalam Tambo Alam, kecuali beberapa ditulis selintas. Padahal 
kita mengetahui hampir seluruh Tambo dituliskan pasca Perang Paderi (dari 
kompilasi Edwar Djamaris). Sehingga saya bertanya-tanya, apakah kisah Perang 
Paderi itu tidak begitu istimewa bagi masyarakat Minangkabau. Hal ini perlu 
menjadi perhatian bagi para pemikir ABS-SBK.
  Saya
 sepakat perlu mendiskusikan sejarah dan hikmah ini, namun seperti saran Dt. 
Bagindo, perlu dilakukan terbatas dan internal dulu; supayo jaan tukang 
panciang dilarikan ikan. Wassalam,
   
  -datuk endang







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke